
Ketika sea melihat menuju lift ia mengejarnya agar bisa satu lift dengan sahabatnya, sayang sekali di ketinggalan lift tersebut.
Saat masih menunggu lift berikutnya sebagian karyawan membicarakan Mia yang diantar menggunakan mobil keluar luar negeri, mereka penasaran siapa orang yang mengantarnya.
"Eh tadi Lo lihat enggak, Mia keluar dari mobil impor, macho banget mobilnya."
"Iya gue juga lihat, pasti itu anak orang kaya, gue pernah lihat harga selangit."
"Memangnya harga berapa?
Kasak kusuk para karyawan perempuan bergosip, mereka tidak menyadari kalau ada sea disana.
"Lo jual ginjal Lo masih belum cukup, kira-kira hampi triliunan."
"Wah, tangkapan bagus pasti itu ana konglomerat, kira-kira Mia mau enggak ya menerima gue jadi muridnya, siapa tahu gue bisa dapat yang sama kayak dia hahaha."
"Boleh juga itu, gue juga mau, meski tampilannya cupu tapi tangkapnya kelas kakap hahaha."
"Hahah kayaknya apa yang dibilang Siska itu bener deh, dia jual badannya enggak mungkin dia Sampai kayak gini kalau enggak mainan badannya." Cemoohan 3 karyawan kecentilan itu, membuat telinga dan wajah sea memerah marah.
"Mulut kalian bisa diam, ini kantor bukan tempat buat gosip."sungut Mia menatap tajam ke arah ke 3 wanita itu.
Ketiga wanita itu reflek menoleh ke sumber suara, merek kaget bahwa sea mendengar apa yang barusan mereka omongin.
"Lo bertiga kalau nggak bisa jaga mulut lebih baik Lo pergi dari perusahaan ini, Lo tahukan aturan disini? Tanya sea marah, ketiganya mengangguk kepalanya serentak.
"Belum jadi apa-apa aja Uda songong. Awas Lo bertiga sampai omongan temanku yang nggak-nggak, Gue bisa beri penilaian attitude kalian rendah." Ancam sea
"Maaf kami kak sea kami tidak bermaksud." Jawab salah satu wanita tersebut.
"Jangan laporan kami ke piha kedisiplinan karyawan, kamu berjanji tidak mengulanginya lagi " pinta salah satunya.
"Gue maafin tapi kalian harus minta maaf ke Mia sebagai syarat, kalau tidak kalian Gue laporin." Menunjuk satu persatu para wanita itu.
"Dan satu hal lagi jika sampai gue dengerin kalian seperti ini lagi, nggak ada kesempatan untuk kalian bisa lolos, camkan itu." Ucap sea memasuki lift. Meninggalkan ketiga wanita itu didepan lift dengan gemetar.
Mia berjalan menuju ruang meeting, ia berpapasan dengan sea.
"Selamat Pagi Sea, kenapa muka kamu ditekuk kayak gitu." Tanya Mia heran melihat muka sea yang begitu kesal.
"Biasalah gara-gara tiga kurcaci kecentilan." Sewot sea reflek mia menyerngitkan alisnya.
"Kamu ngomong apa sih Se, lebih baik kamu siap-siap, kita ada meeting diruangan 10." Kata Mia meninggalkan sea.
Mia dan sea keluar dari ruangan meeting, mereka berjalan menyusuri koridor kantor, sebagian karyawan wanita mantap Mia dengan intens sambil berkacak kusut.
"Kenapa mereka melihat kayak gitu sih?" Mia membatin, ia risih menjadi pusat perhatian, memang sih kadang-kadang ada yang melihat ia seperti itu tapi itu dulu ketika Mia mulai berdaya culun.
"Sea, kamu ngerasa nggak kalau karyawan lainnya ngelihatin kita sepanjang koridor." Bisik Mia bingung dengan keadaan seperti ini, setiap mereka lewat tiba-tiba karyawan wanita berbisik satu sama lain.
"Dari tadi kali Mi, cuma kamu baru sadar aja."
"Kamu tahu apa yang mereka bisikan?"
__ADS_1
"Tahu, tahu banget, kayaknya kita harus ngomong sesuatu deh, lebih private." Kata sea menyilang kedua tangannya di dada dengan tatapan mengintimidasi.
"Kamu kok ngelihatin kayak gitu sih."
"Jam makan siang Lo harus ikut Gue keatas buat jelasin sesuai ke gue." Sea memicing matanya.
"Memangnya aku harus jelasin apa? Tanya manis menggaruk lehernya.
"Nanti kau juga tahu.." sahut Sea.. membuat Mia semakin bingung.
Ternyata gosip tentang Mia diantar oleh seseorang dengan mobil bermerek sampai ke telinga Siska. Saat Siska mendengar merek mobil yang ditumpangi Mia langsung tahu bahwa di negara ini hanya 8 orang yang memilikinya termasuk keluarga Radjasa.
"Enggak mungkinkan kalau Mia numpang sama mobil salah satu anak Radjasa, itu nggak mungkin kylo, gue tahu kylo dingin banget ke cewek apalagi kalau tipenya kayak Mia jelas bukan levelnya." Gumam Siska menebak siapa orang pemilik mobil yang ditumpangi Mia.
"Gue harus pastiin bahwa itu bukan mobil kylo." Batin Siska.
Siska melihat Mia berjalan ke arahnya."kayaknya ada yang dapatin mangsa baru nih, kelas kakap pula, enggak nyangka belangnya terungkap dengan sendirinya."sindir Siska.
"Siapa sih sis yang Lo maksud?" Tanya temannya.
"Itu loh yang tampilannya culun tapi kelakuan kayak j*l**g." Siska tertawa senang.
Sea yang mendengar sahabatnya dihina tidak terima.
"Kurang ajar, Lo kalau punya mulut di sekolahin, daripada Lo kelakuan sok baik nyatanya minus."hardik sea menuju meja Siska.
"Kan kenyataan seperti itu." Balas siska tidak mau kala.
"Lo kalau enggak tahu kebenaran nggak usah nyebar gosip yang enggak penting." Mendorong bahu Siska, membuat Siska mundur beberapa langkah.
Siska yang dongkol diperlakukan seperti itu membalas perbuatan sea.
"Lo apa-apaan? Bentak Siska tidak terima
"Lo yang apa-apaan, lo bilang Mia j*l**g, apa Lo nggak ngaca, seharusnya yang pantas di panggil kayak gitu Lo bukan sahabat gue."
"Lo bilang apa, buktinya apa kalau gue sama Sabahat Lo yang naif itu."
"Siska, Siska, Lo itu lebih rendah daripada Mia, gue tahu Lo itu lebih rusak dan busuk." Ejek sea membuat siska mengepalkan kedua tangannya.
Sea mendekat ke Siska dan membisikkan sesuatu yang membuat Siska shock."Gue tahu Lo punya sugar Daddy, dan salah satu sugar Daddy Lo gue juga kenal."bisik sea mengejek Siska dengan wajahnya yang memerah.
"Sekali lagi Lo ganggu Mia Lo berurusan sama gue."ancam sea, menarik Mia pergi dari sana.
Siska yang mendapatkan ancaman seperti itu menjadi makin dongkol.
"Se.. kita mau ke mana? " Tanya Mia saat ia di tarik menuju lift. Mia melihat sea menekan tombol rooftop.
Sampai di rooftop sea mengkonfrontasi Mia seperti seorang induk yang sedang menginvestigasi anaknya.
"Tadi malam Lo ke mana? Kenapa Lo nggak ada di apartemen?" Sea melontarkan pertanyaan ke Mia membuat Mia gugup.
"Aku ta-di ma-lam ada kok?" Jawab sedikit terbata.
__ADS_1
"Habis dari studio kylo Lo kemana?" Memicing matanya.
"Aku pulang kok", Mia menjadi gugup ia sedikit berbohong agar sea tidak curiga.
"Bener Lo pulang?" Tanya sea semakin curiga.
"Iya aku pulang." Cicit Mia menundukkan kepalanya.
"Okey, mobil Lo kemana? Siapa tadi yang ngantar Lo?"
"Mobil aku bannya kempes, tadi ada temen yang memberikan aku tumpangan." Lirih Mia..
"Gue kenalkan orangnya?" Mia menjawab dengan anggukan dan beberapa detik mengganti dengan gelengan.
"Jadi yang benar mana, gue kenal sama orangnya atau tidak?"
"Se.. be..narnya aku.." suara Mia tercekat bingung mau menjawab apa.
Sea yang memperhatikan Mia menjadi gemes sendiri.
"Biar gue tebak sendiri, Lo tadi diantar kylo kan."
"Hah! kok kamu tahu sih Se.. UPS. " Mia keceplosan, ia menutup mulutnya dengan ke dua tangan.
"Sudah gue duga, akan seperti ini, terus tadi malam Lo juga nginep disana kan?" Tanya Mia mengintimidasi.
"Iya.. aku enggak sengaja nginep disana, tapi kita tidak ngapain-ngapain kok." Wajah Mia mulai memerah mengingat kejadian semalam.
"Kalau tidak terjadi apa-apa kenapa muka Lo merah begitu?"
"Enggak kok" sangkal Mia menutup pipinya dengan kedua tangannya.
"Lo jujur deh sama gue tentang terjadi tadi malam." Desak sea
Akhirnya Mia menceritakan apa yang terjadi tadi malam, kenapa ia bisa terjebak distudio kylo hingga kylo mengantarkannya ke kantor.
Sea yang mendengarkannya cuma tercengang sekaligus senang, kemungkinan selama ini yang pikirkan tentang Kylo benar adanya. Jika kylo menyukai Mia.
"Kayaknya Gue harus tanya Radit." Batin Sea.
"Se.. aku kan udah cerita semua jadi kamu enggak marah lagi kan sama aku."
"Hmmm, terus entar mobil Lo bagaimana atau kylo mau jemput Lo?"
"Aku juga bingung, nanti aku hubungi Kylo, kamu tenang aja, lebih baik kita kembali kerja, aku mau nyerahin laporan ke bang aiden takut ditunggu."
"Ya udah Lo duluan aja, gue masih disini ada yang harus gue lakuin. Balas sea membiarkan sahabatnya pergi.
Sea mendial nomer Radit untuk mengajak dia ketemuan.
"Hallo Dit, ada yang perlu gue bahas tentang kylo sama Mia, Lo gue tunggu di Rock Cafe jam makan siang, pokoknya Lo harus datang, ini penting, udah gue tutup." Memutuskan sambungan telpon sebelum Radit menjawabnya.
bersambung....
__ADS_1