
Keesokan harinya Mia menjalankan kegiatan seperti biasanya, sebab kylo sudah memberi penjelasan kepada manajemen. Dan hari ini manajemen Kylo telah mengeluarkan statemen tentang gosip yang beredar.
Mia melangkah kakinya ke perusahaan dengan ringan, meskipun wajahnya tidak di ketahui oleh para penggemar, cuma orang-orang tertentu yang tahu itu Mia.
Siska yang sejak malam sudah kebakaran jenggot, tangan Siska sudah gatel buat menampar Mia karena tidak menghiraukan ancaman untuk jauh-jauh dari Kylo.
Ketika Siska sampai ke perusahaan ia segera menuju ke ruangan Mia. Tapi sayang Mia tidak ada di ruangannya. Menurut info karyawan lainnya Mia sedang mengisi materi untuk para orang yang belajar fotografer.
Selain menjadi fotografer Mia juga mengisi materi di beberapa kelas. Perusahaan L grafis juga menyediakan kelas untuk orang-orang yang ingin menjadi fotografer profesional.
Siska menunggu Mia kembali dari mengisi materi di kelas fotografer. Ia mengetuk-ngetuk kakinya tak sabar untuk memberi pelajaran untuk Mia. Siska yakin bahwa wanita yang berada di portal berita itu adalah Mia.
Mia yang berjalan menuju ruangannya tidak mengetahui bahwa Siska sudah menunggunya, ia berjalan dengan santai karena ia merasa tidak membuat kesalahan.
Siska yang melihat Mia berjalan ke arahnya, Siska menjegal Mia dengan kaki kanan sehingga Mia jatuh tersungkur. Karyawan yang melihat hal tersebut kaget dibuatnya. tidak ada karyawan yang membantu Mia karena sudah diancam oleh Siska.
"Itu balasannya kalau Lo main-main sama Gue." Geram Siska.
Mia yang diperlakukan seperti itu menjadi dongkol, ia berdecak berdiri menghampiri Siska yang sedang bergaya dengan sombongnya.
"Mau kamu apa?." Kata Mia tegas.
"Mau Gue Lo jauhi kylo." Sentak Mia mendorong Mia membuat Mia terdorong kebelakang.
"Kalau kamu minta jauh kylo, kamu bilang sama Bang Aiden minta bang aiden buat memutuskan kontraknya." Tegas Mia.
"Kamu udah keterlaluan sis, aku udah bersabar selama ini atas perilaku kamu sama aku." Lanjut Mia mengambil ponselnya yang terjatuh di lantai.
Mia menghubungi tim kedisiplinan untuk mengeluarkan hak suara atas pengajuan hukuman bagi karyawan yang melanggar aturan, sebab Mia memiliki jabatan tinggi di dalam perusahaan sebagai jajaran penasehat sekaligus memiliki saham di L Grafis. Hanya sebagai orang yang tahu jabatan tinggi Mia di perusahaan
"Lo mau apa!?" Bentak siska melihat Mia menghubungi seseorang melalu ponselnya. Siska menjambak rambut Mia untuk merebut ponsel Mia.
Mia berontak hingga rambut Mia terlepas dari tangan siska
"Kamu sudah sangat keterlaluan Siska." Suara tinggi Mia. "Mulai hari kamu di skorsing dari perusahaan dan silakan kamu ke ruang kedisplinan untuk menunggu hukuman kamu." Cetus Mia tegas.
"Lo nggak bisa hukum gue, karena Lo bukan siapa-siapa di perusahaan ini." Protes Siska
"Terserah kamu mau bilang apa sis, jadi jangan ganggu hidup aku." Cetus Mia
"Lo bener-bener harus gue hajar." Bentak Mia mengayuh kan tangannya untuk menampar Mia tapi Mia bisa menahannya.
"Jangan sekali-kali kamu sentuh aku dengan yang tangan kotor mu itu." Hardik mia
"Sialan Lo." Umpat Siska
"Eh pada kenapa sih berkerumun kayak gitu." Guman sea yang Melintasi tempat Mia dan Siska yang bertengkar.
"Mana gue tahu Sea, mungkin anak-anak buat pertunjukan." Balas Dika dengan malas.
"Yuk kita lihat bang, pasti seru." Sea menarik Dika yang ogah-ogahan
Saat sea sudah dekat dengan tempat kejadian itu ia mendengar umpat Siska. Seketika dia menerobos barisan orang yang sedang menonton pertengkaran tersebut.
Sea melihat Mia sedang menahan tangan Siska, Melihat penampilan Mia yang berantakan dan barang yang dibawa Mia berantakan dilantai.
"Ini nggak benar, pasti Siska cari gara-gara." Sea mengepal tangannya maju menarik rambut Siska dari belakang membuat Siska kesakitan.
__ADS_1
"Akh... Apa-apaan." Teriak Siska kesakitan ia memegang kepala yang berdenyut.
Sea menghampiri Mia.
"Lo nggak apa-apa mi, dia udah ngapain Lo." Sambil mengecek tubuh sahabatnya.
"Aku tidak apa-apa se." Jawab Mia
Disaat sea lengah Siska berusaha menyerang sea, tapi untungnya ada dika yang menggagalkannya. Dika memiting tangan Siska kebelakang.
"Akh... Dik lepasin tangan gue, sakit, lepasin dik gue harus kasih belajar sama mereka."
"Gue nggak akan pernah lepasin, jika Lo masih bertindak anarkis." Jawab Dika dingin.
"Lo mau apa, mau balas gue, nggak akan bisa." Ejek sea
"Bang tolong, kamu jaga nenek lampir ini, jangan Sampai lepas." Kata sea dianggukin oleh Dika.
"Dan perhatian buat kalian yang ada disini segera bubar, ada satu lagi untuk yang lainnya jika ada temen kalian berantem segera melerai atau lapor ke tim kedisiplinan jangan malah nonton, ini bukan tontonan gratis buat kalian, sekarang sana bubar, kembali ke pekerjaan kalian." Ucap sea tegas, para karyawan segera membubarkan diri.
Sea membantu Mia membereskan barang-barang yang jatuh dilantai.
Mia melihat Siska yang tampak kesakitan karena Dika memegangnya dengan kencang.
"Bang lepasin.." pinta Mia,
"Ngapain sih dilepas, entar dia nyerang Lo lagi mi.."
"Udah gue nggak apa-apa."
Siska memeriksa pergelangan tangan yang memerah. Mia melangkah dihadapan Siska.
"Sekali lagi kamu mengusik kehidupan aku lagi, aku nggak bakal diam, ini peringatan dari ku." Ucap Mia.
"Eh Lo.."
"Lo bisa diam nggak?" Sela sea memotong perkataan Siska.
"Aku sudah lapor ke tim kedisiplinan karena perbuatan mu hari ini, jika kamu masih ingin bekerja di sini maka kamu harus merubah attitude mu " terang Mia berjalan meninggalkan Siska.
"Itu didengar kalau orang ngomong, punya otak buat mikir bukan buat nyari masalah, makan itu hukuman." Ejek sea
"Awas Lo Se.. gue balas."
"Kalau Lo balas, maka Lo berhadapan dengan. gue." Geram Dika menatap tajam Siska
"Huwek gue nggak takut." Ucap sea meninggalkan Siska.
"Sekali lagi gue lihat Lo macem-macem sama mereka berdua Lo enggak hanya berhadapan dengan gue tapi dengan yang lainnya, jangan harap Aiden bisa bantu Lo." Peringatan Dika pada Siska yang mukanya sudah memerah karena marah.
Siska mengepalkan tangannya, menatap dengan penuh kebencian.
Pada jam makan siang Siska dipanggil keruangan Aiden karena laporan dari tim kedisiplinan.
Siska duduk memelas berharap Aiden akan menolongnya Terbebas dari hukuman yang telah diberikan.
"Beberapa kali aku sudah memperingatkan kamu buat tidak semena-mena hah." Kata Aiden marah.
__ADS_1
"Maaf bang, tapi Mia cari gara-gara sama aku, jadi aku mohon Abang bantu aku" rengek Siska.
"Siska, Siska bukan berarti kita saling kenal kamu terbebas dari hukuman mu, kamu harus menerima konsekuensi yang kamu perbuat akan segala tindakanmu. Dan jangan sekali-kali kamu melempar kesalahan kamu pada orang lain." Ucap Aiden tajam.
Siska yang diam menunduk, batinnya mengumpati Mia, ia menganggap semua terjadi dalam hidupnya karena Mia.
"Renungkan kesalahanmu, jika kamu tidak introspeksi diri jangan salahkan aku akan memecat mu. Sekarang keluar dari ruangan ku." Siska keluar dengan hati yang dongkol ia berjalan keruang tim kedisiplinan untuk menerima konsekuensi yang ia perbuat.
Diruangan Siska bekerja, Jetro sebagai ketua tim mengumpulkan semua bawahannya untuk memberi peringatan bagian setiap Karyawan yang melanggar aturan yang berlaku akan diberi sangsi.
Saat Jetro masih menjelaskan hal itu, Siska kembali ke ruangannya, ia bingung melihat timnya sedang berkumpul dan Jetro memberi arahan. Siska kemudian duduk di kursinya.
"Karena Siska sudah ada di sini bersama kita, saya akan mengumumkan sesuatu dan semoga ini akan menjadi contoh buat lainnya agar berfikir dulu sebelum bertindak." Sindir Jetro melirik Siska tajam.
"Pengumuman pertama Siska yang turunkan dari ketua perencanaan tim menjadi pegawai biasa dan jika masih melanggar maka dengan terpaksa keluar dari tim atau perusahaan."
"Bang enggak bisa gitu." Teriak Siska menggebrak meja tidak terima
"Jika kamu tidak terima keputusan saya maka silakan keluar dari tim ini.", Kata Jetro tajam. Membuat sebagian orang takut melihat aura Jetro yang dingin
"Udah sis Lo duduk aja, jangan buat masalah." Bisik teman Siska yang duduk disebelah Siska, Siska mendengus kesal.
"Pengumuman ke 2 jaga tingkat lalu kalian jika ingin tetap bekerja, apalagi kepada orang yang lebih tingkah jabatan kalian, jangan memandang orang dari penampilan fisik. Paham." Bentak Jetro.
"Paham bang." Serempak anak buah Jetro menjawab.
"Dan satu lagi, saya pernah bilang bahwa perilaku kalian selalu akan dilihat oleh beberapa orang petinggi di perusahaan yang memiliki wewenang atau hak khusus, selain saya, ketua tim 2 Mia juga memiliki wewenang tersebut jadi jika masih ada yang anggota saya bertindak negatif kepada sebaiknya kalian minta maaf sebelum kalian merasakan hukuman dari tim kedisplinan seperti teman kalian." Menatap tajam Siska, semua mata pegawai tim satu 1 menatap ke Siska.
"Apa kalian lihat-lihat." Sewot Siska tak terima
"Dan untuk kamu Siska, kamu diskorsing selama 1 bulan, berlaku mulai hari ini, dan selanjutnya tugas kamu berada di tim properti tim paling bawah di setiap tim. Nanti Toni akan menjelaskan apa yang akan kamu lakukan, sebagai ganti tim perencanaan akan dilanjutkan oleh Lila, saya harap bagi ketua tim harus tegas menindak anak buah kalian yang tidak sesuai aturan, meski ia pegawai lama."
"Sekarang kamu kemas barang-barang kamu yang ada diruangan ini, setelah kamu menerima skorsing kamu pindah keruangan properti. Dan kamu dibawa pengawasan saya, sekali kamu berulah maka saya tidak segan-segan mengeluarkan surat pemecatan, dan lainnya silakan membubarkan diri dan kembali ke pekerjaan kalian." Lanjut Jetro kembali keruangan. Siska yang tidak terima mengikuti Jetro.
"Jet, lo nggak bisa diginiin Gue, kalau bukan karena gue tim 1 nggak bisa seperti ini.
Jetro membalikkan badannya menatap tajam Siska seperti ingin memasang nya hidup-hidup. Siska yang terancam mundur beberapa langkah.
"Bukan Lo yang membuat tim 1 sukses, usaha lo itu cuma seujung jari kuku yang tidak berguna. Bukanya gue udah bilang berkali-kali sama Lo, jangan pernah mengusik Orang yang gue sayang Lo bakal tahu akibatnya." Bentak Jetro. Mendorong Siska dengan kasar dan berbalik menuju mejanya.
"Gue hanya ingin mempertahankan apa yang gue miliki, Lo tahu gosip tentang kylo gue tahu wanita diberita itu Mia, Lo nggak tahukan, cewek yang Lo sayangi deket sama orang lain." Ucap Siska memberanikan diri, langkah Jetro terhenti membalikkan badannya menatap Siska.
"Atau bagaimana kalau kita kerjasama buat mereka nggak dekat Lo bisa dapatin Mia gue bisa dapatin Kylo." Tawar Siska berjalan menuju Jetro, Siska mencoba mengelus dada Jetro tapi ditahan oleh Jetro.
"Jangan pernah tangan ini menyentuh tubuh gue, karena gue jijik sama Lo, perasaan gue bukan menjadi urusan Lo." Mencengkram tangan Siska kuat, membuat Siska merintih kesakitan.
"Kalua kita berhasil Lo bisa miliki Mia seumur hidup Lo." Kata Siska mencoba menyakinkan.
"Lo buang-buang waktu jika mau yakini gue." Semirik Jetro menghempaskan tangan Siska.
"Daripada Lo susah buat dapatin sesuatu yang nggak bakal bisa lebih baik lo ngangkang ke orang-orang yang butuh belaian Lo." Hina Jetro jijik menatap Siska.
Siska yang mendengar ucapan Jetro shock, ternyata Jetro tahu rahasianya. Siska keluar dari ruangan Jetro dengan muka yang sangat merah.
"Gue bakal buktiin kalau gue bisa dapatin Kylo, dan tunggu pembalasan gue." Batin Siska segera meninggalkan perusahaan L grafis. Siska merasa harga dirinya sudah diinjak-injak sama Mia dkk,
bersambung
__ADS_1