
Sea berjalan menuju apartemen Mia dengan membawa sekantong kresek besar yang berisi cemilan. Ia menekan password apartemen Mia. Sea melangkah ke meja makan yang di dekat dapur untuk meletakkan cemilannya. Dimeja makan sudah terhidang tempe goreng, Ayam pedas manis. Mia sendiri masih memasak tumis kangkung yang akan menjadi pendamping makan malam mereka.
"Gluk.. "sea meneken ludahnya. Ia menghampiri Mia." Ada yang perlu gue bantu Mi?"
"Tidak usah, cuma tinggal mematangkan ini juga. Coba kamu lihat nasi di magic com, tombal Udah naik ke atas apa belum?"
"Udah Mi.."
"Kalau udah kamu ambil buah yang ada di kulkas buat pencuci mulut." Sea bergegas ke kulkas mengambil buah jeruk yang ada disana, ia cuci buat itu di wastafel dan meletakkan di keranjang buah Yang ada di meja makan.
"Sea...tolong letakan tumis kangkung di meja, aku mau mandi dulu. Terus nasinya jangan lupa, ooh ya ku lupa nyiapin piring."
"Udah sana Lo mandi sana, biar sisanya gue yang urusan.." mendorong tubuh Mia menjauh dari dapur.
Mia memasuki kamarnya, ia sedikit merenggangkan tubuhnya, ia berjalan ke arah kamar mandi. 20 menit Mia telah selesai dengan kegiatan membersihkan diri, ia melangkah keluar ke meja makan dimana Sea sudah menunggunya.
"Bentar amat, Lo mandi atau apa?"
"Lah terus aku harus mandi berapa lama memangnya, udah lebih baik kita makan malam dulu." Jawab Mia menarik kursi untuk ia duduki.
Mereka berdua makan dengan tenang, setalah makan mereka membereskan tempat makan mereka, Sea bertugas sebagai pencuci piring, sedangkan Mia membersihkan meja makan dan meletakkan cemilan yang sea beli di sebuah piring. Selanjutnya mereka duduk diruang tamu sambil menonton film di Netflix.
"Biak, sekarang waktunya sesi curhat."pekik sea semangat. Sea memposisikan duduk menyamping menghadap Mia sedang Mia lurus kedepan.
"Yang sudah ditunggu-tunggu, Lo sebenarnya ada apa sama Kylo, kenapa setiap gue sebut kylo mimik muka Lo berubah?"
"Berubah apa maksudnya, kayaknya biasa-biasa aja deh." Sahut Mia menyentuh wajahnya.
"Kayak gini muka Lo jadi merah terus agak tegang." Kata sea menelisik. "Dan seharian ini gue nggak lihat Lo atau di menghubungi satu sama lain, jawab aja udah, enggak usah ditutupi sama gue, daripada gue cari tahu sendiri."
"Enggak ada yang perlu ditutup-tutupi sea." Elak Mia.
"Kalau enggak ada kenapa Lo nggak mau menatap gue apa Lo cerita."tantang sea.
"Ini aku menatap kamu, aku tidak ada masalah sama kylo" jawab Mia cepat.
"Bohong Lo, pasti ada sesuatu yang tidak beres antara kalian berdua, Lo ngomong enggak tahu gue hubungi kylo sendiri." Ancam sea mencari kontak kylo di ponsel. Mia melotot mendengar itu.
"Sea Lo apa-apaan sih, awas aja kalau Lo hubungi dia."teriak Mia.
"Terus apa dong?"
"Tidak ada apa-apa, pokoknya titik." Sewot Mia mengahlikan tatapan.
"Baik, kalau gitu gue panggil kylo," sea menunjukkan layar ponsel ke Mia, ia akan menekan tombol panggil. "Gue telpon ya.."lanjut sea.
"Tunggu, aku bakal cerita, tapi kamu janji tidak akan nelpon kylo." Cicit Mia. "Tapi simpan dulu ponsel kamu.
"Oke, gue simpan, Lo lihat ponselku ada di saku jaket gue, sekarang coba Lo cerita ke gue, apa yang terjadi sama Lo dan kylo?" Menekan Mia untuk cerita.
"Aku bingung mau mulai cerita dari mana?"
"Emangnya ada apa?, Lo lagi marah sama dia atau dia nyakitin Lo."
"Kylo...tidak menyakiti ku sea.. hanya saja." Mia menerawang kejadian mereka saat berciuman.
"Hanya saja apa?" Tanya sea penasaran.
__ADS_1
"Hanya saja kylo mencium ku." Lirih Mia pelan tidak didengar oleh sea.
"Hah! Apa? Gue nggak denger!?"
"Dia menciumiku." Ulang Mia dengan cepat.
"Ci..ci apa mi? Lo kurang jelas."
"Cium.." gumam Mia menundukkan malu.
"Apa? Lo serius? Wow, Lo dan kylo kissing." Kata sea kaget. "Kok bisa?, Dimana? Bagaimana?", Rentetan pertanyaan sea mengguncang tubuh Mia.
"Sea hentikan, sakit tahu."
"Tapi Lo benar sudah kissing sama dia." Mia menganggukkan memberi jawaban. "OMG sahabat gue bibirnya udah nggak perawan lagi, Lo harus minta tanggung jawab sama dia Mi.."
"Aku nggak hamil jadi kylo nggak perlu tanggung jawab." Jawab polos Mia.
"Lo bener-bener polos, umur Uda dewasa tapi otak masih polos, ck ck ck.." menatap sahabatnya yang tertunduk malu.
"Tenang aja gue pasti akan membuat dia bertanggung jawab atas perbuatannya, Lo tenang aja." Lanjut sea mengambil ponsel yang ada disaku kylo dan menghubungi Kylo.
"Maksud Lo apa? Tanya sea mengangkat wajahnya ke sea, ia melihat sahabatnya sudah menghubungi kylo matanya terbelalak.
"Se.. kamu kan sudah janji tidak bakal telpon kylo tapi kenapa kamu?"
"Hus.. hus.. Lo tenang aja gue bakal minta dia tanggung jawab." Kata sea sok dewasa menutup bibir Mia dengan jari telunjuknya.
"Tapi tidak harus.." perkataan Mia terpotong ketika Mia mendengar suara kylo.
"Hallo.. Sea ada apa?" Tanya kylo
"Bagaimana aku bisa tenang sea.."batin Mia.
"Hallo, Ky Lo harus tanggung jawab ke Mia." Kata sea to the points.
"Maksud Lo apa?"
"Lo udah berani cium sahabat gue kan, jadi Lo harus tanggung jawab. Memangnya Lo cium sahabat gue dimana?"
"Dibibir.." jawab kylo dengan suara datarnya, muka .ia sudah seperti kepiting rebus.
"Hah!, Gila Lo! Enak aja Lo udah merawani bibir suci sahabat gue, Lo harus nikahin dia!" Sentak sea berdiri berkacak pinggang.
"Mia Lo kok nggak cerita kylo ciuman Lo dibibir?". Bisik Sea menjauh ponselnya.
"Kamu kan nggak nanya." Jawab ketus Mia memalingkan wajahnya yang sangat memerah.
"Hallo Ky Lo dengar kan apa yang gue bilang, Lo harus tanggung jawab ke Mia, kalau sampai Lo lari dari tanggung jawab siap-siap Lo gue patahi leher Lo " ancam sea.
"Gue pasti bertanggung jawab, asal Mia mau." Jawab Kylo.
"Dia mau bertanggung jawab, Lo gimana mau kan." Bisik sea lagi.
"Terserah kamu.." jawab Mia kesal dengan tingkah sahabatnya.
"Kata Mia terserah.. tapi gue harap Lo mau tanggung jawab." Celetuk sea membuat Mia memukul punggung sahabatnya.
__ADS_1
"Lo apa-apaan sih Mia, sakit punggung aku." Mengusap punggungnya.
"Baik Lo gue setuju." Jawab kylo membuat Mia membulatkan matanya, Mia merampas ponsel sea sebelum sea melanjutkan pembicaraannya.
"Ky aku Mia apapun yang sea kata jangan kamu pikirin, anaknya memang begitu, aku tutup ya."
"Tunggu dulu, jangan kamu tutup dengerin aku ngomong." Cegah Mia menutup panggilannya.
"Iya ada apa?"
"Aku mohon sama kamu jangan abaikan pesan dan telpon aku, aku tahu aku salah, dan aku siap bertanggung jawab sama kamu Mia, aku mohon jangan abaikan aku, aku nggak bisa nggak denger satu hari pun tentang kamu." Mohon kylo dengan Suara lembutnya. Sea berusaha menguping pembicaraan mereka.
"Besok kamu aku jemput seperti biasa, jangan marah lagi ya, selamat istirahat, jangan lupa baca pesan aku, bye Mia.."pamit kylo mematikan panggilnya.
"Gimana?" Tanya sea penasaran. Mia memutar bola malasnya mengembalikan ponsel sea ke pemiliknya.
"Kenapa kamu hilang gitu sih sea, besok muka aku ditaruh mana?" Rengek Mia kesal.
"Iya taruh didepan lah masak taruh dibelakang." Canda Sea.
"Enggak lucu tahu " cetus Mia
"Sebenarnya Lo suka kan sama kylo, jawab aja?" Goda sea menaikkan kedua alisnya.
"Aku tidak tahu, aku bingung.."
"Kenapa harus bingung sih, tanyakan sama hati Lo yang paling dalam.. tapi gue rasa Lo suka sama kylo, gue bisa lihat itu."
"Aku bingung sama perasaan ku sama dia, tapi aku nyaman sama dia, dia melindungi aku, tapi di satu sisi aku takut."
"Lo takut kalau Lo suka sama dia gitu."
"Iya, tapi lebih banyak rasa khawatirnya, dan aku masih belum bisa mengartikan perasaan ku sama dia seperti apa."
"Apa yang Lo pikirin, jarak usia Lo, kehidupan Lo dan kylo yang berbeda atau apa?"
"Banyak se.. di semua sisi."
"Lo nggak trauma menjalani sebuah hubungan kan."
"Aku udah lupain semua kenangan aku sama mas Malik dan aku sudah mengikhlaskan semua yang terjadi sama hidup aku."
"Syukurlah gue pikir Lo ada trauma." Sea bernafas lega. "Coba Lo buka hati Lo ke seseorang yang mau dekat sama Lo. Contohnya buka hati Lo buat kylo, kayaknya dia sayang banget sama Lo, bukanya kylo selalu ada disaat-saat Lo senang dan duka, dan berat dia juga kan Lo bisa melupakan masa lalu menjadi Mia yang lebih hidup sekarang." Saran Sea mengusap tangan Mia.
"Tapi aku masih bingung aku perasaan ku, aku tidak mau menjalin suatu hubungan atas dasar pelampiasan, sama saja aku menyakiti perasaannya." Jawab sedu Mia.
"Terus mau Lo apa, nggak harus berpacaran kok, gue tahu Lo udah ditahap Lo ingin menjalani hubungan yang lebih serius tanpa ada ikatan pacaran. Kalau seandainya kylo meminta sebuah hubungan yang lebih dekat coba Lo bilang ke dia kalau Lo mau langsung nikah."
"Kylo tahu hal itu." Celutuk Mia.
"Bener kah? Terus Lo mau gimana lagi, kayaknya anaknya juga serius sama Lo, atau Lo butuh bantuan gue?".
"Tidak perlu sea, aku bakal menyelesaikannya sendiri." Jawab Mia.
"Kalau begitu semangat.. " sahut sea.. "sini gue peluk." Sea menarik Mia kedalam pelukannya...
bersambung
__ADS_1
jangan lupa kritik, saran, dan dukungan
terimakasih..