Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 12 Mia yang terpilih


__ADS_3

Mia, Sea dan Karin berjalan bersama menuju ruang kerja bersama, saat Mia kan menuju ruang kerja langkah berhenti melihat orang-orang berkumpul di depan layar pengumuman tugas atau Tim pelaksana fotografer.


"Kak kenapa mereka kumpul disitu?" Tanya Karin menunjuk orang-orang didepannya.


"Oh itu namanya layar pengumuman, maksudnya itu pengumuman tugas, projek, kerjasama, pameran dll, akan di umumkan di layar situ, siapa saja fotografer atau karyawan lainnya yang ikut di dalamnya."


"Maksudnya apa kak? Aku kok tambah bingung?"


"Contohnya, kita memiliki kerjasama dengan pihak periklanan minuman, entar dilayar akan di tampilkan siapa ketua fotografer yang bertugas saat itu, dan karyawan lainnya yang akan bertugas, tadi pas kita jalan, kamu seperti mendengar bunyi alarm kan?" Jelas Sea kepada Karin.


"Iya kak itu bunyi apa?".


"Itu bunyi kalau ada pemberitahuan di layar pengumuman, jadi seperti itu." Menunjukkan orang yang berkumpul.


" Oke, aku paham kan." jawab karin


"Kalau Lo penasaran, coba Lo lihat sana." Suruh Sea.


Karin kemudian berlari masuk ke dalam kerumunan tersebut. Melihat siapa saja yang akan di tugaskan?.


"Yeah, kak Mia yang jadi ketua timnya, ternyata kak Sea benar." Pekik Karin langsung mendapatkan plototan tajam dari Siska. Membuat karin menciut seketika.


"Maaf kak, maaf." Membungkuk badannya kepada Siska, segera pergi dari kumpulan tersebut.


"Kenapa muka Lo?" Tanya sea heran.


"Ada kak Siska kak, mukanya nyeremin." Jawab Karin bergidik.


"Bener, ada Siska waktu membalas." Ujar antusias Sea.


"Se.. udah enggak usah kayak gitu." Geram Mia.


"Hus tenang aja, serahin ke Gue." Tersenyum evil.


"Ekhem.. Mia Lo yang ke pilih." Pekik Sea kegirangan, menyindir Siska yang ada di depannya.


"Tadi siapa ya yang bilang Mia enggak pantes buat motret artis terkenal." Melirik Siska dengan sinis.


"Padahal dari pihak manajemen Kylo yang minta Mia sendiri jadi ketua timnya hahaha, ngakunya deket tapi kok...."

__ADS_1


"Sea... Udah." Mia memotong perkataan sea, dan memelototinya.


"Gue tahu, tenang aja." Bisik Sea.


"Kok, apa kak Sea? Kenapa enggak di terus?" Ujar Karin


"Enggak ah, nanti kalau aku terusin ada yang tersinggung, males Gue." Jawab Sea.


"Sea.. Lo kok tahu bahwa manajemen kylo sendiri yang minta Mia jadi ketua timnya?" Tanya salah satu karyawan yang ada di sana, mambuat orang sekitarnya penasaran termasuk Siska yang sudah sewot dengan sindiran Sea


.


" Gue tahu dari Paul, kalau kalian enggak percaya sana tanya sama bang Aiden, kalau ada yang enggak percaya sih?" Sindiran ke Siska, membuat wajah Siska memerah karena marah.


"Udah ya, Gue, Karin sama Mia mau kerja dulu, kalian juga kerja, bubar.. bubar."intrupsi sea membuat karyawan membubarkan diri hanya tersisa Genk Siska.


Sea hanya menatap Siska sinis lalu menarik Mia dan Karin untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali keruangan masing-masing.


"Kak kok bukan bang Jetro yang jadi ketua timnya? Kak Siska beneran sudah memastikannya? Atau kak Siska bohong sama kita?." Tanya salah satu pegawai magang yang kecewa.


"Bisa diam enggak Lo." Bentak Siska meninggal mereka.


"Kok kak Siska gitu, kita kan nanyanya baik-baik kok malah dibentak."Gerutu pegawai magang.


Siska sedang menuju ruangan nya bang Aiden, dia tidak terima dipermalukan di depan karyawan lainnya oleh Sea. Siska ingin memastikan apa benar apa yang dikatakan sea tadi?.


"Bang Aiden ada?" Tanyanya to the points.


"Ad..." Siska langsung membuka pintu ruangan Aiden tanpa mendengar ucapan sang asisten Paul.


"Gue belum bilang, si nenek lampir udah masuk aja, dikira ini perusahaan nenek moyangnya, CK enggak punya etika banget." Dumel Paul kembali duduk di kursi kerjanya


Ceklek suara pintu ruang Aiden yang terbuka membuat sang bos mendongak keatas, ingin mengumpat karena menganggu konsentrasinya. Aiden menatap tajam Siska, tapi Siska tidak memperdulikannya.


"Bang, kenapa harus pilih Mia dalam pemotretan kylo sih" ucapnya jengkel.


"Setahu aku manajemennya itu pilih bang Jetro bukan Mia, kenapa bang Aiden pilih kasih, aku enggak terima, pokok Abang harus cabut keputusan itu. Mia enggak kompeten bang."


"Bisa diam enggak kamu."hardik Aiden sampai kedengaran keluar ruang.

__ADS_1


"Enggak bisa bang, bang aiden selalu saja menganak emaskan Mia, semua tahu kalau bang Aiden itu pernah suka sama dia tapi enggak semua projek besar dia yang pegang, bang Aiden pilih kasih." Protes Siska tidak mendasar membuat Aiden marah.


"Sekali lagi kamu bicara tidak baik, hari itu juga kamu saya pecat dengan tidak ada perusahaan lainnya menerima kamu." Bentak Aiden keras, membuat nyali Siska yang awalanya merasa di atas angin menjadi menciut.


"Maaf bang maksud aku bukan itu."lirihnya


"Berapa kali, saya harus bilang ke kamu untuk menjaga sikap kamu dengan sesama karyawan lainnya, apa yang kamu lakukan tadi benar? Maksud keruangan dengan seenaknya, ini bukan perusahaan kamu jadi jaga etika."


Siska hanya menunduk melihat kilatan marah di ke dua mata Aiden.


"Bisa tidak tanya baik-baik, apa yang ada di pengumuman itu tidak bisa di ganti, dan satu kylo yang minta Mia jadi fotografernya, jadi kamu Siska enggak perlu ikut campur, lebih baik kamu fokus sama apa yang menjadi tugasmu, dan satu hal lagi, jika kamu berupa lagi maka saya tidak segan-segan memecat kamu secara tidak hormat, camkan itu!, berhenti mengurusi urusan orang lain, benahi diri kamu sendiri."


"Silakan keluar dari ruangan saya." Usir Aiden, Siska yang diusir seperti itu membuat perasaan Siska menjadi semakin jengkel.


Paul yang melihat muka Siska begitu marah, tersenyum dalam hati.


"Enakkan Lo dimarahin sama bang Aiden, dasar enggak punya etika. Monolog Paul.


"Gue chat grup aja deh, lumayan ada bahan gosip hihihi." Mengambil ponselnya dan mngechat di grup menceritakan apa yang terjadi antara Siska dan Aiden.


Siska sendiri begitu kesal, dia menghubungi temannya yang ada di manajemen kylo berulang-ulang kali, sampai pada panggilan terakhir diangkat oleh temannya.


"Maksud Lo apa ngasih informasi salah sama gue, gara-gara Lo Gue dipermalukan." Labrak Siska Marah.


"Lo kok nyolot sih, telpon tiba-tiba marah enggak jelas, emangangue salah apa sama Lo" balas teman Siska dengan emosi tidak terima.


"Gue udah bilang Lo rekomendasi kan bang Jetro kenapa harus nama Mia, gara-gara Lo rencana Gue gagal. Lo membuat kesempatan gue dekat dengan kylo tambah sulit."


"Tunggu-tunggu maksud Lo pemotretan itu?" tanya teman diseberang telpon.


"Iya bego, Lo kerja nggak becus." Ejek Siska.


"Sorry ya sis, kalau soal kewenangan pemilihan fotografer itu bukan gak gue, dan Gue udah bilang sama Lo, tapi Lo ngotot ke Gue, apa yang Lo bilang udah Gue sampaikan pada atasan Gue, dan itu gak mereka mau milih siapa, terus ngapain Lo nyalahin semuanya ke Gue, bawa-bawa kerja Gue, seharusnya lo terimakasih ke Gue. Bukan malah nyolot."


"Gue nggak mau terima kasih sama Lo, Lo emang gak becus jadi orang, Lo udah janji sama gue bawa Jetro bakal dipilih nyata enggak." Hardik Siska tidak terima.


"Gue nggak pernah janjiin apapun sama Lo ya, waktu itu gue udah peringati Lo tahu Lo nya keras kepala, dan sekarang Lo bentak-bentak gue dengan luasan tidak mendasar, jangan hubungi Gue lagi sekarang, dasar Lo kacang lupa kulitnya." Jawab teman Siska keras, memutuskan panggilan secara sepihak.


"Hallo.. hallo. Lo.. hallo."teriak Siska frustasi, menjambak rambutnya.

__ADS_1


"Bre****k." Umpatnya keras


"Apapun caranya, gue harus dapati kylo.. ini jalan satu-satunya gue buat terlepas dari kehidupan miskin." Batinnya penuh tekad.


__ADS_2