Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 21 Terjebak di Studio


__ADS_3

Kylo berjalan ke arah meja mengambil remote lampu dan meredupkan lampu studio menjadi agak remang-remang. Kylo mempersilahkan Mia terlebih dahulu untuk keluar, namun baru beberapa langkah mereka dikejutkan dengan sepasang kekasih yang sedang berciuman dengan sangat mesranya menerobos masuk ke dalam studio.


Mia yang baru pertama kali melihat pemuda dan pemudi itu berciuman dengan liar begitu shock, kylo yang melihat dia seperti itu langsung menarik Mia ke tempat pojok ruangan untuk bersembunyi disana. Mereka berjongkok di pojokan diantar alat musik kylo dan nangkas yang letaknya di samping sofa. Untung nangkas itu tinggi sehingga cukup untuk menutupi tubuh mereka berdua.


"Gila Alex, ngapain dia bercumbu di studio musik Gue, apalagi Mia melihatnya, Gue takut Mia berfikir macam-macam." Batin kylo, mengawatirkan kelangsungan hubungannya dengan Mia.


Mia masih berdiri mematung menghadap kylo. Sampai dia mendengar suara wanita yang mengerang dengan keras. Kylo buru-buru menutup kedua telinga Mia, meskipun masih terdengar karena jarak mereka begitu dekat.


"**** Alex main di sofa Gue, Gila tu anak main di sini." Batin Kylo.


Mia yang mendengar suara manja sang wanita atas cumbuan sang pria membuat merinding. Mia tahu bahwa pasangan tersebut sedang memadu kasih bukan dengan pasangan halalnya, Mia tahu di kota-kota besar banyak muda mudinya yang menganut free S**. Tapi tidak membuat Mia untuk terjerumus dalam pergaulan hitam itu.


"Kenapa mereka melakukan disini, aku pengen pulang, ya ampun aku Malu sekali."batin mia, terjebak dalam situasi seperti ini apalagi sekarang dia sedang bersembunyi dengan kylo yang di dalamnya ada pasangan mesum yang sedang memadu kasih.


Kylo bingung harus seperti apa?, Di satu sisi ia tergoda untuk mengikuti apa yang dilakukan Alex terhadap teman wanitanya, ketika melihat bibir merah milik Mia, ingin ia menyesap dan menggantikan Mia menggigit bibirnya.


"Sadar Ky Lo harus berusaha buat menyingkirkan jiwa kejantanannya muncul, Lo bisa, jangan sampai Lo lepas kendali dan merusak semua yang tlah Lo perjuangin." Batin kylo meyakinkan dirinya sendiri ditengah godaan yang sangat besar.


Mia menutup mata dan reflek mengangkat kedua tangannya untuk menutup telinganya ketika mendengar begitu jelas kata-kata yang terlontar dari pasangan mesum itu.


Kylo yang menyadari kondisi tersebut, mata kylo berusaha mencari sesuatu yang dapat menolong mereka dalam situasi ini. Ekor matanya menangkap sebuah headset di atas piano yang letaknya di depannya persis.


Tangan kylo menggapai headset itu tapi naas headset itu terjatuh menimbulkan bunyi yang sang keras, tapi suara itu tidak membuat pasangan mesum itu berhenti dari aktivitas mereka.


"****, pakek jatuh segala." Batin kylo, segera mengambilnya.


Kylo mencolok kabel headset tersebut ke ponselnya, kylo membuka kedua tangan Mia yang masih menutupi telinganya, dan memasangkan haedset tersebut ke telinga Mia.


Mia yang diperlakukan seperti itu reflek membuka matanya, gendang telinganya menangkap suara intrumen alat musik yang menenangkan,, tubuhnya mulai reflek, Mia tersenyum ke kylo, bibinya bergerak membentuk ucapan terima. Kylo tersenyum sebagai jawabannya.

__ADS_1


Mia memposisikan tubuhnya bersandar di dinding dekat kylo, matanya mulai berat, alunan musik relaksasi seperti menghantar dia peraduan, sesekali Mia mengerjapkan matanya untuk terjaga, tapi tubuhnya yang lelah berkata lain, Mia mulai tertidur dalam keadaan duduk.


Kylo yang melihat Mia tertidur disamping memberanikan diri untuk berlama-lama memandang wajah Mia, ingin rasanya kylo setiap hari melihat wajah itu tapi bukan sekarang.


Kylo mengusap pipi Mia dengan lembut, ia takut akan membangun kan sang pujaan hatinya. Kylo juga mengusap bibir bagian bahwa Mia yang sejak tadi ingin ia kecup.


Kylo memposisikan duduk dengan benar, dirasa Mia sudah tidur begitu nyenyak, kylo menyandarkan kepala Mia ke bahunya, perasaan kylo begitu bahagia, membuat suara-suara pasanga mesum yang ada distudio hanya angin lalu. Ia menggenggam tangan Mia dan ikut tertidur disamping Mia dengan bergandengan tangan.


Suatu hal sederhana yang membuat kylo begitu bahagia, ia bisa tidur bersama dengan sang pujaan hati meski harus dalam kondisi yang memalukan.


Saat pagi menjelang kedua insan yang sedang bersembunyi itu, .asih tertidur dengan nyenyak. Posisi mereka tetap sama dengan semalam, Mia tidur bersandar ke bahu kylo dan Kylo tetap menggenggam tangan Mia.


Mia mulai mengerjapkan matanya, baru kali ini dia tidur dengan nyenyak setalah 2 tahun terakhir ini. Mia menyesuaikan penglihatan, ia sesekali mengerjapkan kedua matanya.


"Aku ada dimana, kenapa kamar ku berubah." Pikirnya, Mia memicing kan mata menfokuskan apa yang dilihatnya. Didepannya ada sebuah piano dan gitar.


Mia awalnya terpesona akan wajah tampan itu, tapi dia berusaha untuk mengalihkan pandangannya. Saat Mia baru akan berdiri ia baru sadar kalau tangannya dipegang oleh Kylo begitu erat.


Mia mencoba untuk melepaskan tangannya tapi hal itu membuat Mia kehilangan keseimbangan tubuhnya yang akan jatuh menimpa kylo, tapi untung itu tidak terjadi, karena reflek tangan satunya menopang tubuh Mia.


Wajah Mia begitu dekat dengan Kylo, membuat Mia bisa melihat jelas tai lalat yang ada di samping hidup kylo.


"Manis..",cicit Mia spontan. Mia bisa melihat mata kylo mulai mengerjapkan ia mulai bingung, bagaimana caranya ia bisa lepas dari genggaman tangan kylo itu "


Kylo menyipitkan matanya, ia tersenyum melihat muka Mia yang nampak kebingungan, karena ulahnya. Sebenarnya kylo sudah bagun sejak tadi, saat Mia terbangun dia berpura-pura masih tidur.


"Selamat pagi." Ucapnya dengan suara yang serak. Mia yang mendengar suara Kylo seketika membeku. Mia menatap kylo dengan intens. Kylo mengulurkan tangan kanan untuk mengambil headset yang masih terpakai di kepala Mia, Mia yang melihat itu reflek menghindar membuat kylo tersenyum lebar.


"Aku hanya ingin ngambil ini," kata kylo menunjukkan headset yang masih terpakai. Mia buru-buru melepaskan headset nya.

__ADS_1


"Maaf.." cicitnya pelan.


"Kenapa kamu tampak takut, apakah aku menyakiti mu?" Tanya kylo dengan bahasa non formal.


"Ehmm, tidak hanya saja.." Mia tertunduk malu mengingat kejadian tadi malam membuat mereka terpaksa menginap distudio itu.


Kylo yang melihat wajah merah seperti tomat, ngerti bahwa Mia mengingat kejadian mereka yang terjebak disini, karena kelakuan mesum temanya Alex.


"Maaf, tadi malam mambuat mu tidak nyaman, aku juga tidak tahu akan itu terjadi."


"Ini bukan salahmu, mungkin mereka salah ruangan"reflek Mia menjawabnya. Mia membekap mulutnya takut ada kata-kata yang meluncur.


"Mungkin apa yang kamu bilang benar, kamu tidak akan trauma kan untuk kembali datang kesini?"


"Hah, maksudnya lagi." Wajah cengo Mia.


"Aku jamin, semua perabot disini akan aku buang dan ganti yang baru. Apalagi sofa itu." Tunjuk kylo pada sofa saksi bisu kebejatan Alex.


Mia menatap horor sofa itu. Ia rasa apa yang diucapkan kylo benar, lebih baik sofa itu di buang.


Kylo berdiri dari duduknya, dia merenggangkan tubuhnya, apalagi bagian bahunya yang menjadi bantal untuk Mia.


"Kenapa kamu masih disitu apa kamu tidak mau keluar?, apakah kamu masih membayangkan kejadian semalam?" Goda kylo menatap Mia masih memandangi sofa itu.


"Aku akan keluar." Sela Mia cepat segera meninggal tempat itu. Kylo yang melihat muka merah Mia tersenyum senang.


kylo geleng-geleng melihat tingkah Mia karena malu..


bersambung

__ADS_1


__ADS_2