Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 55 mempengaruhi


__ADS_3

Mia tidak bisa memejamkan matanya, Ia menggulingkan badannya ke kanan ke kiri, hatinya begitu gundah. Setalah kylo mengungkapkan perasaannya, Mia meminta kylo untuk mengantarkannya pulang, karena Mia masih belum pasti memberikan jawaban atas perasaan kylo, dan juga kylo tidak memaksa hal itu. Banyak hal yang Mia pikirkan, apakah ia menyukai kylo sebagai teman atau lebih dari itu?.


Beda halnya dengan Mia yang gundah gulana, setelah kylo mengantarkan Mia pulang ia memutuskan untuk pergi ke kediaman orangtuanya. Disana ia ingin menenangkan hatinya sekaligus memberitahukan keseriusan untuk menjalani hubungan dengan Mia.


Langkah kylo berhenti ketika ia mendengar suara yang nampak asing di telinga, kylo pikir mungkin itu teman sang Mama, jadi ia terus melangkah kakinya menuju kamarnya.


"Ky, Kamu udah pulang."sapa seorang wanita yang tidak lain tidak bukan adalah Siska. Kylo mengerutkan dahinya menatap Siska datar, bagaiman bisa wanita itu ada di rumahnya.


Siska mencoba untuk menghampiri kylo tapi kylo berjalan cepat menghindar wanita licik itu. Ia tidak mau berurusan dengan wanita itu sedikitpun. Siska yang dibegitukan hanya bisa menghentakkan kakinya.


"Siska siapa yang datang?" Tanya mama radjasa yang keluar dari dapur.


"Kylo Tante, baru pulang, kayaknya kylo langsung ke kamarnya, tadi Siska sapa tapi kylo langsung pergi setelah melihat Siska, memangnya Siska kayak hantu yang Tante." Adu Siska dengan wajah sedihnya.


"Maaf ya sis, memang kylo anaknya cuek, jadi kalau lihat orang baru Suka kayak gitu, lebih baik kamu bantu tante saja di dapur nanti Bira Tante yang menegur kylo." Bujuk mama Radjasa membuat Siska menyeringai sedikit.


"Baik Tante, kalau begitu." Jawab Siska masih tertunduk sedih, membuat nyonya Radjasa merasa bersalah kepada Siska.


Siska dan nyonya Radjasa pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam hari ini, Mungkin bagi kalian pertanyaan kenapa bisa Siska ikut makan malam keluarga Radjasa. Ini karena Siska berpura-pura ingin memberi oleh-oleh liburan kepada Nyonya Radjasa, dan akhirnya Siska memutuskan untuk menghubungi nyonya Radjasa hari ini, dengan berbagai cara dan bujuk rayu Siska akhirnya nyonya Radjasa mengirimkan alamat rumah Beliau, nyonya Radjasa tidak tega Siska yang sudah berbaik hati memberikan oleh-oleh untuk keluarganya.


Kylo sendiri masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, sekalian mengobati lima lebamnya yang mulai memudar. Kylo turun dari tangga menuju ruang makan, sekilas ia melihat Siska yang membantu Mamanya menyajikan makan malam di meja makan.


Kylo berjalan ke kursi yang ia duduki setiap ia makan malam bersama keluarganya. Siska yang melihat hal tersebut siap-siap untuk duduk disamping kylo tapi Kirana kak kylo menyerobotnya,


"Maaf tempat duduk gue.." kata Kirana membuat wajah Siska tertekuk. Siska geram akan sikap Kirana yang tidak simpatik akan kehadirannya.


"Sis, kenapa berdiri disitu? Lebih baik kamu dcari tempat duduk, terserah kamu pilih yang mana." Tegur Nyonya Radjasa.


"Iya tante." Saat Siska ingin duduk di kursi depan kylo Kirana menegurnya.


"Itu kursi Mama, kamu bisa pilih kursi yang lainnya." Tegus Kirana jutek.


"Iya kakak, maaf.." sahut Siska mendengus tidak suka.


Acara makan malam pun berlangsung, sayang malam ini tuan besar Radjasa tidak ada karena Sedang memantau proyek yang ada di luar kota. Setiap siska akan bersuara, Kirana selalu menegurnya, Kiran bilang kalau sedang makan tidak boleh ada yang berbicara, ditegur seperti itu sebenarnya Siska tidak suka, sebenarnya ia berharap nyonya Radjasa membelanya sayang sekali Nyonya Radjasa malah mendukung apa yang dikatakan Kirana.


Ketika acara masih berlangsung, Siska melihat kylo dengan intens ia melihat luka lebam di wajah kylo, rasa penasaran Siska semakin tinggi, dari mana kylo mendapatkan luka itu?".


Acara makan malam selesai kylo memutuskan untuk pergi ke kamarnya tapi Kirana meminta kylo berbicar sebenarnya diruang kerja. Akhirnya Kirana dan kylo pergi keruang kerja membahas sesuatu.


Siska mengikuti mama Radjasa ke ruang tengah.


"Tante, Tante, tadi Siska lihat wajah kylo penuh lebam, apa yang terjadi sama kylo Tante?" Adu Siska.


"Biasalah Siska, pasti urusan laki-laki, anak cowok sesekali berantem itu wajar, kamu tidak perlu khawatir kylo sudah besar." Jawab bijak Nyonya Radjasa sambil menyeruput teh hangatnya.


"Memang sih Tante, siapa tahu kylo diserang sama orang, kita harus selalu waspada Tante, kadang orang dekat saja bisa jadi musuh apalagi orang yang baru kita kenal."


"Nanti Tante tanya kenapa mukanya bisa begitu."


Disaat yang tepat kylo keluar dari ruang kerja, Nyonya Radjasa memanggil kylo, kylo duduk di kursi depan mamanya.


"Ada apa ma?"


"Muka kamu kenapa bisa lebam-lebam begitu?" Tanya nyonya Radjasa menelisik wajah anaknya.


"Biasalah ma, urusan cowok, kylo juga yang cari masalah, tapi semua sudah selesai." Jawab kylo mengusap sudut bibirnya.

__ADS_1


"Memang kamu cari masalah sama siapa?"


"Nanti saja kylo cerita sama mama."


"Tidak apa-apa kok Ky, kalau kamu cerita aku tidak akan membocorkannya." Sela Siska supaya ia tahu cerita dibalik luka lebam Kylo.


"Bagi Gue orang lain tidak perlu ikut campur." Ketus kylo meliriknya tajam Siska.


"Benar apa kata kylo lebih baik nanti ceritanya." Mama radjasa membenarkannya.


Kylo pamit ke mamanya untuk pergi ke kamarnya, ketika mama radjasa meminta kylo mengantar Siska pulang ke apartemennya, kylo menolaknya.


"Ky mama minta tolong antar Siska pulang ke rumah, ini sudah malam tidak baik anak perempuan pulang sendiri malam hari takut nanti terjadi sesuatu dijalan." Bujuk mama radjasa, Siska sudah tersenyum manis berharap kylo mengantarkannya.


"Kylo sibuk ma mau istirahat, mama bisa minta tolong mang Jajang untuk mengantarkannya." Jawab kylo tanpa melihat Siska sedikitpun.


"Tapi Ky, Tante kan minta tolong ya sama kamu, masak kamu tidak mau menurutinya." Bujuk Siska mendekati kylo.


"Iya Ky, kamu antar aja Siska. Mama takut nanti ada orang jahat yang mencelakai Siska, apalagi jalan menuju apartemen Siska cukup rawan." Jelas Mama radjasa membujuk anaknya.


"Benarkah!?, Bukannya wanita seperti dia sering keluar malam dan pulang subuh, jadi kylo rasa ia bisa pulang sendiri, kalau dia tidak mau diantar sama mang Jajang, Kenapa mama harus membela wanita seperti ini." Cemoohan kylo tersenyum mengejek kepada Siska,


"Kenapa kylo tahu kalau aku sering keluar malam pulang lagi, atau jangan-jangan dia sudah menyelidiki gue s*al kenapa gue kecolongan." Batin Siska mengepalkan kedua tangannya.


"Bukan maksud mam seperti itu tapi mama..


"Ma, kylo sibuk.." sela kylo melenggang naik kelantai 2.


"Siska maafin kylo ya, mungkin ia kecapekan jadi sikap seperti itu. Tante panggil kan mang Jajang saja UN tuk mengantar kamu pulang." Kata Nyonya Radjasa yang mengusap bahu Siska karena tidak enak hati.


"Tidak apa-apa Tante, Siska maklum mungkin kylo capek jadi seperti itu." Cicit Siska menundukkan sedih.


Nyonya Radjasa pun memanggil mang Jajang untuk mengantarkan Siska pulang ke apartemennya. Sepanjang perjalanan Siska sudah merencanakan sesuatu untuk menjebak kylo.


Keesokan harinya ketika siska sedang sibuk bekerja, Siska mendengar seltingan tentang insiden pemukulan kylo yang dilakukan oleh Aiden.


"Pasti ini gara-gara Mia, siapa lagi kalau bukan anak itu, tapi bukanya ini hal yang bagus buat aku menjelekan Mia di depan mama kylo, dan aku bisa mendapatkan kylo dengan mudah." Gumam Siska senyum-senyum sendiri.


Brak... "Woi Lo gila ya senyam-senyum sendiri." Tegur salah satu rekan kerja Siska di divisi properti.


"Terserah gue, bibir-bibir gue.." sewot Siska. " Sana Lo pergi jauh-jauh dari gue." Sinis Siska mengusir rekan kerja nya yang menurut Siska tidak selevel dengannya.


"Cihh sombong amat." Umpat rekan kerja Siska meninggalkan Siska.


"Dasar rendahan.." ejek Siska mengambil ponselnya yang ada didalam tasnya, ia segera mengirim pesan kepada mama Radjasa Untuk janji bertemu.


"Sis ngapain Lo duduk disitu, sana bantu anak properti beres-beres barang." Tegur asisten ketua divisi properti.


"Ih ogah banget, nanti kuku-kuku cantik gue rusak. Kalau Lo bisa bayar perawatan gue mau aja." Sambil mengibaskan keduanya tangannya. "Mendingan Lo nggak usah ngurusin gue sana Lo pergi ganggu aja." Sinis Siska


"Astaga sis, ingat jangan jadi orang yang sombong dan arogan." Nasehat rekan kerja Siska sambil mengelus dadanya.


"Emangnya gue pikiran, Lo denger gue baik-baik buka kuping Lo lebar-lebar bentar lagi gue bakal mantu konglomerat jadi Lo mendingan diam aja, karena gue bisa ngebeli Lo, cuma asisten aja Lo sombong amat, sok nasehatin gue." Ejek Siska.


"Gue cuma ingatkan sis sebagai teman kerja, kalau Lo terus kayak gini, terpaksa Lo bakal di Pecat oleh perusahaan."


"Bodoh amat, mau pecat gue silahkan saja, daripada gue denger ceramah Lo yang nggak jelas lebih baik gue cabut dari sini." Kata Siska sinis meninggal ruangan tersebut.

__ADS_1


Rekan kerjanya hanya bisa melihat Siska menggelengkan kepalanya, setelah ini ia akan melaporkan hasil kerja timnya kepada Jetro selalu kepala tim 1.


Sedangkan untuk Siska sendiri ia mengendarai mobil menuju kantor organisasi yayasan Nyonya Radjasa. Siska ingin mengadu sekaligus membuat nyonya Radjasa benci sama Mia.


Siska memasuki gedung organisasi yayasan malam Radjasa, ia melenggang dengan penuh percaya diri, ketika ia sampai di ruangan mama radjasa ia mengubah mimik wajah menjadi sedih.


"Tante..."suara sendu yang Siska buat u tuk menarik perhatian nyonya Radjasa.


"Kamu kenapa Siska?ada apa?" Tanya nyonya Radjasa heran. Melihat wajah sedih Siska.


Siska berjalan kedepan memeluk nyonya Radjasa, ia mengeluarkan mata buayanya.


"Kamu kenapa Siska? Lebih baik kita duduk terlebih dahulu, kamu tenangkan diri kamu dulu baru cerita sama Tante." Bujuk nyonya Radjasa, mereka duduk di kursi yang telah tersedia diruangan itu.


"Hiks Tante, Siska dipecat di perusahaan Siska dengan alasan yang tidak jelas.. hiks.. padahal selama ini Siska sudah memberi yang terbaik untuk perusahaan.. hiks."


"Kok bisa kamu tiba-tiba dipecah seperti ini, mungkin ada sesuatu yang membuat kamu di pecat coba kamu ingat-ingat."


"Hiks... Aku tidak berbuat masalah tante semua pekerjaan ku aku kerjakan dengan baik, tapi mereka malah mecat aku tanpa sebab akibat.. hiks.."


"Masak sih mereka kayak gitu, nggak mungkin deh sis, mereka kan perusahaan besar pasti profesional dalam pekerjaannya.


"Tante nuduh Siska bohong hiks..."


"Tidak Tante cuma kasih tahu aja, mungkin kamu melakukan kesalahan yang tidak sengaja hingga membuat mereka memecat kamu, siapa tahu seperti itu,"


"Pasti semua gara-gara Mia Tante, dia pasti ngomong yang tidak-tidak tentang aku sama bos Aiden." Tuduh Siska menghapus air mata.


"Maksud kamu Mia Anastasya? Tante rasa tidak mungkin, kamu jangan asal nuduh begitu Siska nanti jatuhnya fitnah Lo."


"Siska tidak memfitnah Mia Tante, kemungkinan memang dia, 2 Minggu lalu kan Siska tidak sengaja menyenggol salah satu properti tim mereka. Tapi Siska sudah minta maaf tante sama anaknya tapi sekarang aku malah dipecat sama mereka hiks, memang salah ku apa Tante hiks."Siska tertunduk sedih.


"Masak sih Mia sampai segitunya, yang Tante tahu anak baik banget, mungkin kamu salah Siska, Mia nggak mungkin kayak gitu.


"Tapi kenyataannya seperti itu Tante, asal Tante tahu Mia itu dulu pernah dekat sama bang Aiden, banyak gosip bilang kalau bang Aiden dan Mia memiliki hubungan khusus yang membuat pertunangannya Mia kandas. Lalu dari yang Siska denger sendiri Mia itu memilih hak khusus padahal kemampuannya kurang dari syarat yang ditentukan perusahaan, bisa dibilang anaknya bakal semena-mena terhadap orang lain yang berada dibawahnya." Jelas Siska melancar silat lidahnya.


"Masak sih Siska tante tidak percaya." Kata nyonya Radjasa tidak percaya.


"Asal Tante tahu, kenapa kylo memili luka lebam diwajahnya kemarin itu disebabkan oleh Mia Tante. Bang Aiden mukul kylo karena Mia."


"Kamu jangan fitnah gitu, nanti Tante tanyakan sama kylo, pas yang sebenarnya terjadi."


"Apa yang aku alami benar Lo Tante, Siska juga punya saksi juga tapi mereka semua takut karena Mia berkuasa di Perusahaan itu, padahal.amu Siska itu bekerja tanpa harus ikut campur urusan orang lain tapi malah jadi seperti ini " kata Siska tertunduk sedih.


"Kamu kalau soal pekerjaan nanti Tante yang carin, tidak perlu khawatir, nanti kamu bisa bekerja disini."


"Terimakasih Tante, tapi Tante harus mengingat kylo Tante, Siska takut kylo jadi korban selanjutnya Mia Tante."


"Iya nanti Tante akan bicara sama kylo, kamu tenang saja."


"Sekali lagi terimakasih Tante, kalau begitu Siska mulzi bekerja disini kapan."


"Kamu tunggu dulu ya, nanti Tante Carikan untuk kamu, sekarang kamu jangan bersedih lagi."kata nyonya Radjasa memeluk Siska.


"Makasih Tante berkat Tante Siska dapat merasakan pelukan seorang ibu."


bersambung.....

__ADS_1


jangan lupa kritik dan sarannya


__ADS_2