
Setelah tahu cerita tentang Mia, bunga menghubungi orangtuanya untuk menyampaikan maksud dan tujuannya, bunga bilang kepada orangtuanya jika ia menyukai seseorang yaitu kylo, dan ia ingin berta'aruf dengan kylo, bunga meminta orangtuanya untuk berbicara dengan pak kyai, semoga dengan ini bunga memiliki kesempatan.
Dan disini lah mereka di ruang tamu kediaman pak kyai, orangtua bunga menyampaikan maksud dan tujuan mereka, sontak membuat keluarga pak kyai terkejut, mereka tahu bunga adalah salah satu santriwati teladan yang mereka miliki.
"Bagaimana pendapat pak kyai?" Tanya ayah bunga.
Di ruangan itu tak hanya dihadiri oleh keluarga pak kyai dan keluarga orangtua bunga tapi bunga juga ada disana.
"Sebentar saya akan memanggil kylo, karena semua jawaban ada pada kylo, saya hanya sebagi perantara saja. Umi tolong panggil nak kylo kemari." Sang istri pun memanggil kylo.
Kylo yang berada di taman belakang pun heran saat Umi kyai mengatakan ada seseorang yang ingin bertemu dengan dia. Kylo pun pergi keruang tamu melihat siapa orang yang mencarinya.
"Duduk lah nak kylo." Perintah pak kyai. Pak kyai menjelaskan apa maksud dan tujuan keluarga bunga menemui nya.
"Bagaimana Nak kylo atas jawaban dari kelaurga bunga?"tanya pak kyai. Kylo menghela nafas memandangi satu persatu orang yang duduk disana.
"Maaf sebelumnya, saya tidak bisa menerima karena saya memiliki seseorang yang saya cintai."jawab kylo lugas.
"Apa tidak dipikir terlebih dahulu nak kylo, atau berkenalan dengan anak kami terlebih dahulu, setahu saya wanita yang menjadi idaman nak kylo juga sedang dekat dengan anak pak kyai dan pak lurah." Kata ayah bunga.
"Maaf tapi jawaban saya tetap sama, saya tidak bisa.." tolak kylo tegas.
"Jika saya bilang kepada mbak Mia dan mbak Mia memberi izin, apakah mas kylo memberikan saya satu kesempatan." Sahut bunga menyampaikan pendapatnya.
"Meskipun kamu bilang kepada Mia, jawaban saya tetap sama." Kata kylo tajam.
"Setidak sekali ini saja beri anak kami kesempatan sampai waktu nak Mia menentukan pilihannya." Bujuk ayah bunga masih kekeh, ayah bunga tidak menyisakan kesempatan ini setelah mengetahui siapa kylo.
"Maaf pak, jawaban saya tetap sama."
"Lihatlah putri bapak dia tidak cantik dengan nak Mia, dia juga murid teladan di pondok pesantren ini, bisa dibilang paket komplit." Rayu ayah bunga memuji sang anak.
"Maaf sekali lagi saya tidak bisa, kalau begitu saya permisi.." pamit kylo tidak ingin berlama-lama di dalam ruangan itu.
"Apa pak kyai tidak bisa membujuk kylo untuk setidaknya memberikan anak saya kesempatan?" Tanya ayah bunga kepada pak kyai.
"Maaf, bapak dengar sendiri dari nak kylo saya tidak bisa mengubah jawaban yang sudah kylo berikan pak, selain itu sudah menjadi pilihan kylo sendiri, saya hanya bisa menghargai dan menghormati keputusannya." Jawaban pak kyai. Yang membuat ayah bunga membuang nafas kasarnya.
Keluarga bunga kemudian pergi dari kediaman keluarga pak kyai.
"Yah bunga harus bagaimana?" Tanya bunga kepada sang ayah.
"Nanti ayah usahakan, jangan sampai kamu melepaskan nak kylo, bagaimana pun kamu harus mendapatkan pemuda itu, dia memang cocok menjadi menantu kita." Hasut sang ayah.
"Bagaimana kalau kita pergi ke rumah Mia untuk meminta Mia melepaskan kylo, setidaknya kita harus berusaha nak." Usul sang ibu.
"Benar kata ibumu nak, kita ke rumah Mia saja, mungkin dengan itu Mia mau melepaskan kylo." Timpal sang ayah. "Besok kan hari Minggu coba kamu izin kepengurusan untuk keluar sebentar, nanti ayah jemput terus kita ke rumah Mia." Lanjut sang ayah.
__ADS_1
"Iya yah besok bunga akan izin ke ke pengurus, kalau begitu bunga masuk terlebih dahulu yah Bu."pamit bunga masuk kedalam pondok pesantren untuk melanjutkan kegiatannya.
"Yah pokoknya kita harus mendapatkan kylo yah sebagai menantu kita agar keluarga kita bisa diangkat derajatnya." Omong sang ibu.
"Betul itu Bu, kalau kylo menjadi menantu kita pasti banyak orang yang segan sama kita ibu, bapak juga bisa mencalonkan jadi lurah tahun depan." Kekeh ayah bunga.
"Benar yah, bunga memang tidak salah pilih, sekali dapat, dapat anak orang kaya." Celetuk ibu bunga.
"Iya Bu, semoga saja Mia dapat kita manipulasi dan menyerahkan kylo tanpa kita harus perjuangan lebih, sebaiknya kita pulang dan menunggu besok Bu..," kata ayah bunga pergi meninggalkan pondok pesantren.
--++---++---+++---++++++++-----
Keesokan harinya Mia sedang bercocok tanam di taman yang ada di balkon rumahnya.
"Mbak dapat salam dari mas kylo?" Ucap Sang adik.
"Walaikumsalam..",balas Mia sambil menyirami bunganya.
"Ini mbak, mas kylo titip ini ke mbak." Kata adik Mia sambil menyerah selembar kertas kepada sang kakak yang menjadi rutinitas selama beberapa hari ini.
Mia pun mematikan keran yang terhubung dengan selang untuk menyiram tanamannya, ia mengelap kedua tangannya sampai kering lalu mengambil surat itu.
Mia membaca setiap kata-kata yang tertulis disana, kylo akan selalu menulis semua kegiatannya selama dia berada di pondok pesantren, apa yang ia lakukan dari hal yang terkecil hingga terbesar hingga ia membaca kalimat yang membuat hatinya berdebar dengan kencang dan ngilu. Tentang kejadian seorang santriwati yang ingin berta'aruf dengannya tapi sudah kylo tolak.
Entah mengapa Mia semakin takut akan kehilangan kylo, di sini Mia menyadari bahwa hatinya sudah dipenuhi oleh kylo, Mia juga tidak lupa sholat malam untuk mendapatkan jawabannya. Akan perasaannya yang sesungguhnya terhadap kylo.
"Mbak kenapa, kok malah nangis, tidak terjadi sesuatu kan kepada mas kylo?"tanya sang adik cemas.
Mia menghapus air matanya, ia tersenyum simpul kepada sang adik. "Tidak apa-apa, hanya saja mbak sudah memiliki jawaban atas doa mbak selama ini." Jawab Mia.
"Benarkan.." kata sang adik antusias. Jadi keputusan mbak apa?" Tanya sangat adik tak sabaran.
"Keputusan mbak, mbak akan.
"Mbak Mia ada yang nyariin.." sela salah satu bibik yang membantu di rumah Mia.
"Siapa mbok.?"
"Mbok tidak tahu mbak, ada bapak tua sama mbak-mbak katanya dari pondok pesantren pak kyai, ada hal penting yang ingin disampaikan."
"Baiklah, bilang kepada mereka habis ini saya akan turun, terimakasih ya mbok.." balas Mia
"Mereka siapa mbak.?" Tanya sang adik.
"Mana mbak tahu, lebih baik mbak temui mereka" kata Mia Merapikan bajunya dan turun ke bawah.
Mia mengerjapkan matanya saat melihat tamunya yang datang jelas Ita tidak tahu siapa mereka.
__ADS_1
"Silakan duduk, kalau boleh saya tahu bapak Sam mbak Siapa dan ada keperluan apa datang kemari?" Tanya Mia.
"Perkenalan saya bunga mbak, saya santriwati yang berada di pondok pesantren Al hikmah, kedatangan saya dan ayah saya bermaksud meminta mbak Mia untuk mengizinkan Saya berhubungan dengan mas kylo, bukan itu tapi lebih tepatnya saya harap mbak Mia melepaskan kylo." Pinta bunga to the points.
Hal tersebut membuat hati Mia terasa nyeri, Mia tidak menyangka hal ini terjadi padanya.
"Apakah kylo sudah tahu maksud dan tujuan kamu?"tanya Mia kepada wanita itu meski Mia sudah tahu lewat surat yang dikirim kylo untuk dirinya.
"Mas kylo sudah tahu.."
"Dan jawaban kylo apa?"
"Mas kylo minta saya menemui mbak Mia." Dusta bunga.
"Benarkah jawaban kylo seperti itu, setahu saya kylo bukan seseorang yang memberi jawaban begitu cepat apalagi soal sebuah hubungan." Kata Mia sedikit mengintimidasi.
"Apa yang diucapkan anaknya saya benar adanya." Timpal ayah bunga.
"Benarkan begitu mbak bunga?"tanya Mia sekali lagi.
"Betul mbak.." jawab bunga tergagap.
"Maaf tapi saya tidak percaya dengan apa yang kalian ungkapan, saya akan percaya jika itu langsung dari mulut kylo sendiri." Jawab Mia tegas. Mia tidak takut diintimidasi.
"Kamu meragukan anak saya, asal kamu tahu anak saya itu santriwati teladan di pondok pesantren, bukan seperti kamu yang tidak memiliki background agama yang baik seperti anak saya." Sewot ayah bunga membela anaknya.
"Tapi bukan berarti seorang wanita merendahkan harkat martabatnya bapak."balas Mia tak gentar. "Untuk permintaan kalian maaf saya tidak bisa mengabulkannya." Lanjut Mia memberi jawaban.
"Mbak jangan egois mabuk sudah memiliki anak pak kyai saya dan anak pak lurah setidaknya mbak melepaskan mas kylo buat saya, mbak jangan serakah mbak." Kata bunga tak terima akan jawaban mia.
"Saya tidak serakah dengan apa yang saya miliki, mereka yang datang kepada saya untuk niat yang baik dan keluarga saya menerima niat baik mereka, apa itu salah, hanya saja jawabannya masih belum saya berikan karena ada syarat yang harus mereka penuhi. Dan saya hanya mendukung keputusan yang orang tua saya perbuat." Balas Mia kesal akan tuduhan bunga.
"Setidaknya mbak melepaskan mas kylo buat saya, saya jamin mas kylo lebih bahagia hidup dengan saya." kata bunga.
"Apa jaminan kylo bahagia bersama kamu?" Tanya Mia menyudutkan bunga. "Jika kylo sendiri mengatakan dihadapan saya dia bahagia bersama kamu maka saya akan melepaskannya." Lanjut Mia.
"Mas kylo pasti akan bahagia sama saya, mbak tunggu saja sebentar lagi mas kylo akan bilang ke mbak, ayok ayah kita pergi dari sini, sudah tidak ada urusan kita saya mbak Mia..", pamit bunga bergegas keluar dari rumah Mia dengan hati yang dongkol karena gagal mempengaruhi mia.
Mia membuang nafas kasarnya, Hatinya semakin takut akan kehilangan kylo, entah kenapa perasaan takutnya begitu kuat mendominasi, hal ini tidak pernah terjadi ketika ia berurusan dengan Siska, tapi dengan bunga ia menjadi takut.
"Bagaimana Nak kita tidak bisa menghasut Mia untuk meninggalkan kylo, lebih baik kamu lebih gencar mendekati kylo." Kata ayah bunga.
"Iya yah bunga usahain untuk lebih gencar mendekati mas kylo." Sahut bunga pergi menuju pondok pesantren.
bersambung...
jangan lupa kritik dan sarannya
__ADS_1
terimakasih