Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 44 Jaka dan Mia


__ADS_3

Keesokan Harinya Siska menghadang Mia yang sedang berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Siska menghalangi jalan Mia membuat Mia menjadi kesal.


"Mau kamu apa sih, Siska, bisa minggir nggak kamu, aku mau masuk kedalam?." ucap Mia dengan nada jengkelnya.


"Mau gue Lo jauhi kylo, tapi lo bebal banget. Asal Lo tahu gue calonnya kylo dan gue harap Lo menjauh dari dia."


Mia mendengus kesal." mau kamu calonya atau bukan itu bukan urusan aku, seharusnya kamu juga bilang ke kylo untuk jauh aku, bukan ke aku saja." tantang Mia malas.


"Lo berani sama gue.. gue aku...."


"iya aku berani sama kamu, aku nggak takut sama kamu, dan satu lagi ya siska jika kamu macam-macam sama aku, siap-siap kamu menerima konsekuensinya, kamu tahu aku Siapa kan di perusahaan ini. jadi sekarang kamu minggir, kamu menghalangi jalan ku."


"Lo, Lo awas aja Lo .." cetus siska menyenggol bahu Mia dengan keras. Mia hanya bisa geleng-geleng kepala..


Saat Mia berjalan di koridor menuju studio 2 milik timnya ia dikejutkan dengan seseorang yang memanggil...


"kak Mia... "teriak seorang pemuda yang berada didepan pintu studio tiga. pria itu berlari menghampirinya. Mia memicingkan matanya, semakin pria itu mendekat semakin Mia tahu siapa pria tersebut?."


"Kamu Jaka...?"tanya Mia terkejut melihat Jaka ada di perusahaan tempat ia bekerja tapi untuk apa?


"iya kak aku Jaka..."jawab Jaka tersenyum tersipu malu.


"kamu kok ada disini, kok bisa "


"Jaka diterima kerja di perusahaan ini kak."


"Benarkah!? jadi kamu anak magang disini, selamat ya Jaka semoga sukses." menyalami Jaka.


"iya kak terimakasih..."


"ngomong-ngomong kamu masuk divisi apa?"


"Aku masuk di tim 3 kak, ketuanya bang Dika bagian properti."


"ooh, udah berapa lama kamu magang disini kok aku baru tahu."

__ADS_1


"baru masuk kak, kak Mia apa kabar?


"aku baik-baik aja seperti yang kamu lihat."


"kak tambah cantik deh.." gombal Jaka.


"kamu bisa aja Jak.." kekeh Mia. "Kakak masuk dulu ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi."


"iya kak, kalau gitu Jaka pamit ke bawah dulu ambil properti yang baru datang." pamit jaka.


Jaka pun bergegas mengambil properti yang ada dibawah untuk pemotretan hari ini.


disaat jam istirahat Jaka menghampiri Dika yang sedang bersantai-santai di dalam studio ketika pemotretan sudah selesai. Jaka berinisiatif mengambil minuman kaleng untuk Dika dan duduk di sebelahnya.


"Bang silakan diminum mumpung masih dingin." kata Jaka memberi minuman kaleng itu.


"Thank Jak, Lo tahu aja kalau gue lagi haus." jawab bang Dika meneguk minuman itu.


"Sama-sama bang."


"Ada yang ingin Lo tanya kan ke gue, tumben banget Lo ke gue kalau nggak ada ada sesuatu." ujar Dika tepat menebak maksud Jaka. Jaka hanya nyengir ditodong seperti itu.


"Pasti soal Mia kan?" tebak Dika.


"kok Abang tahu?


"Jelas Gue tahu lah, kan Gue pernah menjadi saksi Lo nembak Mia di villa 4 tahun yang lalu."


"hehehe, Jaka jadi malu ternyata bang Dika masih ingat aja." menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"memangnya apa yang ingin Lo tanya kan tentang Mia?"


"Jaka pengen tahu kakak Mia sekarang itu udah punya pacar atau belum." cicitnya


"Setahu Gue anaknya masih singel.."

__ADS_1


"masak sih bang.." kata Jaka antusias


"Kalau Lo mau deketin lagi saingan Lo berat Jaka. dari cowok yang deket sama dia selain gue, Jetro sama Aiden, ada satu lagi yang akhir-akhir ini dekat sama dia, dan kayak dia suka sama Mia." jelas Dika.


"Lo serius deketin Mia, kalau menurutku sih Lo harus siap-siap mental Lo kalau harus bersaing sama cowok atau ini, menurut gue Lo kalah jauh dari dia." lanjut Dika.


"Masak segitu beratnya bang, tapi sebelum janur kuning melengkung, jaksa akan berusaha untuk mendapatkan kak Mia." tekad Jaka menggebu gebu


"Gue salut sama tekad Lo, tapi yang Lo harus tahu dan berjuang, bagaimana cara Lo menyakinkan Mia, karena gue tahu sendiri Mia tipikal yang sulit goyah dalam pendirian, secara Lo pernah di tolak sama mia." nasehat Dika membuat Jaka lemas...


"tapi Abang mau kan bantuin Jaka buat dapetin kak Mia." bujuk jaka.


"Gue hanya bisa menyemangati Lo dari jauh, gue nggak bisa bantuin Lo, karena gue mendukung apapun keputusan Mia."


"yah bang kok gitu sihh.. bantuin dong bang sekali ini aja " rengek Jaka.


"Gue nggak bisa Jaka, kalau Lo serius bukan hanya Mia atau gue yang Lo deketin tapi bang Aiden, Jetro dan sea, setidaknya Lo dapat restu dari bang aiden, mungkin gue bisa bantu."


"Bang Dika jangan bercanda deh, apa hubungannya restu ke bang Aiden, Jaka berpapasan aja udah gemetaran, apalagi kalau disuruh ngomong."


"jelas ada hubungannya, bang Aiden sama Mia sudah kayak saudara, orangtua mereka sudah saling kenal dan orangtua Mia menitipkan Mia ke Aiden jadi Aiden punya hak terhadap Mia meski tidak mencampuri urusan privasi Mia.


"Kok sulit banget sih bang... Jaka harus gimana?


"Makanya tadi gue tanya Lo serius atau enggak, kalau Lo serius ya Lo harus terima tantangannya, Lo tahu sendiri Mia wanita baik-baik jadi banyak yang melindungi dia "


"harus ketemu bang Aiden dulu ya jadinya?" tanya Jaka menyakinkan. Dika mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


"Terus bagaimana Jaka bisa bertemu dengan bang Aiden, kan Jaka hanya pegawai magang?" tanya Jaka bingung.


"kalau Lo serius gue bisa bantu Lo bertemu bang Aiden, gimana Lo mau apa menyerah?" tawar Dika


"Gue mau bang? jawab Jaka.


"Oke, dua hari lagi gue sama anak-anak lainnya ngumpul di rooftop, disana juga ada bang Aiden juga, Lo bisa ngomong sama bang aiden masuk dan tujuan, Lo tenang aja bang Aiden orangnya baik." kata Dika menepuk bahu Jaka.

__ADS_1


"Makasih ya bang udah mau nolong Jaka." jawab Jaka dengan hati yang berdebar.


bersambung.....


__ADS_2