
Diakhir pekan ini tim S sedang berkumpul di basecamp mereka yakni rooftop kantor. Sea, Paul, Jetro dan Mia sedang berada di lokasi mereka menunggu Dika yang sedang membeli cemilan dan makan siang. Sea sekali bercanda dan bergosip dengan Paul sedang Mia dan Jetro asik berdiskusi untuk projek keduanya. Untuk Aiden sendiri mengatakan akan datang telat karena masih ada sedikit urusan.
Ternyata Dika tidak sendirian datang keatas untuk membawa cemilan dan makan siang mereka, ia meminta bantuan Jaka untuk membawa makanan mereka sekaligus membantu Jaka bertemu dengan Aiden.
"Lo sama siapa Dik, cakep juga.." sahut paul.yang langsung mendapatkan pukulan dari sea.
"Ingat Lo itu kayak tongkat bukan lembek kayak agar-agar, jangan Lo goda anak orang, nanti anaknya kabur." Hardik sea.
"Iya nggak usah mukul juga kali Se.. sakit tahu.." sewot Paul
"Bukanya dia Jaka Dik.." celetuk Jetro.
"Iya dia Jaka, dia pegawai magang di tim Gue." Jawab Dika meletakkan barang bawaannya di gazebo yang ada disana dan duduk didepan sea dan Paul diikuti oleh jaka
"Sorry gue bawa dia nggak apa-apa kan." Lanjut dika.
"Nggak apa-apa kok Dik, bisa buat cuci mata, pasti ini daun muda." Colek Paul membuat jarak bergidik nyeri.
"Nggak pakek colek colek segala kali Ul, lihat di takut sama Lo." Sahut Sea.
Jaka memutuskan pindah tempat duduk disebelah Jetro yang didepan ada Mia..
"Permisi kak, bang Jaka boleh duduk disini.." izin Jaka.
"Duduk aja Jak, nggak usah minta izin segala. Kayak sama siapa aja." Kata Jetro, Mia hanya tersenyum melihatnya.
"Hai kak Mia apa kabar..? Sapa Jaka kepada Mia.
"Baik Jak, kamu sendiri bagaimana, betah kerja disini?"
"Betah banget kak, Jaka bisa dapat pengalaman sayang tidak Jaka dapat dari yang lain."
*Bagus kalau gitu, semangat ya.."dukung Mia.
"Kalua boleh tahu Lo ke ibukota kerja atau kuliah tapi sambil kerja?" Tanya Jetro.
__ADS_1
"Jaka kuliah sambil kerja kak, makanya Jaka ngambil sistem part time disini."
"Bagus itu Jak.."Salut Jetro menepuk bahu jaka.
Disaat mereka sedang mengobrol Aiden datang bersama dengan seorang laki-laki dan ternyata laki-laki itu adalah Kylo.
Kylo langsung mengambil duduk disebelah Mia. Tanpa menghiraukan Jaka yang menatapnya lekat. Sedang Aiden duduk disebelah Jetro.
"Kok kamu sama bang aiden, kalian ada janji?" Tanya Mia kepada kylo yang sedang membuka topi dan maskernya.
"Tidak ada, aku memang mau kesini, aku mau ngajak kamu pergi." Jawab kylo.
Jaka yang melihat gesture kylo yang perhatian ke Mia menjadi tidak nyaman, ditambah wajah tampan kylo seketika membuat ia minder.
"Apa hubungan kak Mia dengan laki-laki itu?" Batin Jaka menatap Kylo.
"Kamu mau ngajak aku kemana?"
"Makan malam keluarga, mama ngundang kamu buat makan malam mumpung keluarga yang lain pada kumpul malam ini, aku udah minta izin sama bang Aiden, kamu tenang aja." Jelas Kylo.
"Ky jangan bercanda deh, kamu pasti bohong kan."
"Tapi aku enggak enak hati Ky, aku kan bukan siapa-siapa nya kamu." Jawab Mia, entah mengapa ia menjadi sangat gugup bertemu keluarga Kylo.
"Tenang aja ada aku kok, keluarga aku baik mereka nggak akan mempersalahkan apapun, aku tenang aja percaya sama aku." Kylo menenangkan Mia, tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang mengamati mereka, 2 pasang mata itu cemburu dengan kedekatan mereka berdua.
"Ya udah kalau gitu aku ikut, tapi kau janji nggak akan ninggalin aku ya.." ujar mia.
"Aku janji akan jagain kamu." Jawab kylo membelai rambut mia dengan tatapan sayang.
"Sudah sana makan siang dulu, aku tahu kamu belum makan siang." Lanjut Kylo.
"Kamu sudah makan apa belum atau kita join aja?" Tawar Mia.
"Tadi sebelum ke sini aku makan siang dulu sama Radit."
__ADS_1
"ekhem, ekhem, cie yang Dunia rasanya milik berdua, bikin kaum jomblo meronta ronta.,"goda sea melihat keakraban Mia dan kylo.
Jaka yang mendengar itu tersedak oleh makanan." huuk.. Huuk.. minum bang." Pinta Jaka ke bang Jetro. Jetro segara mengambil minuman buat jaka.
"Lo kalau makan pelan-pelan aja, nggak ada yang bakal nyuri makanan Lo." Sahut Jetro menepuk punggung Jaka.
"Kamu tidak apa-apa Jak?" Tanya Mia khawatir.
"Tidak apa-apa kak,." Lirih Jaka.
"Syukur lah kalau begitu." Kylo yang melihat Jaka hanya cuek dan datar.
Dika yang tahu menyebabkan Jaka tersedak menendang kaki sea, memberikan kode untuk tidak berbicara lebih lanjut lagi. Sea yang mengerti pun segera diam seribu bahasa.
Kylo Melihat waktu berapa di jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 3 siang menjelang sore. Ia meminta izin kepada Aiden untuk membawa Mia ke acara makan malam keluarganya. Aiden pun mengizinkan dengan memberi ultimatum memulangkan Mia jangan malam-malam, Kylo pun menyepakatinya.
Setelah mereka berdua pergi, hati Jaka bertanya siapa pria tersebut dan apa hubungan dengan Mia?. Ia memutuskan untuk bertanya.
"Maaf abang-abang sama kak itu tadi sama kak Mia siapa, pacarnya? Tanya Jaka was-was.
"Namanya kylo dia model internasional yang terkenal, calon suaminya Mia."celetuk paul Sok tahu. Jaka yang mendengarnya seketika tubuh lemas.
"Ul kamu ngomong apaan sih?" Sentak sea tidak enak hati kepada Jaka.
"Kan apa yang gue omongin bener, kylo akan lagi pdkt sama Mia, Abang Aiden juga ngudah ngizinin kalian juga pada tahu. Memangnya salah dengan apa yang gue bilang." Kata Paul bingung.
"Iya nggak salah sih, tapi kan ini masih rahasia, yang tahu hanya tim kita aja." Bisik Sea
"Gue lupa, sorry gue keceplosan." Balas Paul merasa bersalah.
"Udah Jak nggak usah dipikirin, lebih baik kamu kerja dengan baik." Nasehat Jetro ke Jaka.
Jaka bingung ingin meneruskan perjuangannya atau ia harus merelakan perasaan terhadap Mia. Jaka berusaha mencari siapa kylo sebenarnya di browser, ketika ia membaca profil kylo seketika ia menjadi kurang pede, karena ia kalah jauh dari kylo. Bagi Jaka ia hanya rempah biasa sedangkan kylo seperti bongkahan emas.
"Aku harus bagaimana, aku kalah duluan sebelum berperang." Gumam Jaka lesu.
__ADS_1
Perbedaan yang jauh membuat Jaka mundur teratur, apalagi melihat Mia yang begitu nyaman bersama Kylo, ditambah pernyataan Paul jika kylo adalah calon suaminya Mia, fix Jaka tidak bisa menggapai Mia, Jaka memutuskan untuk fokus bekerja dan pelajaran membahagiakan kedua orangtuanya, daripada ia mengejar sesuatu yang tidak pasti.
bersambung......