Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 53, Aiden memukul kylo


__ADS_3

Kylo senang karena Mia mau menjawab panggilan meski lewat nomer sea, memang sejak kemarin malam kylo sulit menghubungi Mia. Kylo merasa Mia sedang menghindarinya, dimulai dari tadi pagi dimana Mia sudah berangkat kekantor pagi buta, pahala ko sudah mengatakan akan mengantarnya sampai saat kylo menyusul Mia ke kantor Mia tapi nihil Mia tidak mau menemui sampai insiden pemukulan Aiden terhadapnya. Memang ia pantas mendapatkannya. Kylo tahu itu.


Flashback...


Kylo mengendarai mobilnya menuju gedung perusahaan L grafis ia sudah memarkir mobilnya di parkiran VIP, Saat kylo berjalan menuju lift ia berpapasan dengan aiden.


"Ky, Mia kemana, kok nggak sama Lo?" Tanya Aiden melihat sekeliling.


"Dia sudah berangkat bang, ini aku mau menemui."


"Tumben Lo sama Mia berangkat sendiri-sendiri, biasanya Lo sama dia selalu barengan." Kata Aiden terheran-heran. Wajah kylo tegang seketika mendapatkan pertanyaan dari kylo.


"Kenapa muka Lo tegang gitu? Santai aja kali Ky," tepuk Aiden ke pundak kylo.


"Bang gue perlu bicara sama Lo." Ucap kylo dengan muka yang sangat serius. Aiden langsung memasang wajah yang serius juga. Mereka memutuskan pergi ke rooftop perusahaan.


Aiden dan kylo saling berdiri berkacak pinggang menghadap ke depan gedung.


"Lo mau bicara apa? Apa ini menyangkut Mia?" Tanya Aiden mencondongkan tubuhnya ke kylo.


"Sebelumnya gue minta maaf Ke Lo, gue nggak bisa jaga amanat Lo." Kylo menghela nafas.


"Maksud Lo apa?" Tanya Aiden heran.


"Gue ngelakuin kesalahan ke Mia, gue nyium dia bang."


"APA!? Lo.. ngomong apa?" Aiden mendekati ke kylo menarik kerah kemejanya.


"Lo bilang apa, Lo nyium Mia, gue pernah bilang sama Lo jangan pernah sentuh Mia sedikit pun." Aiden marah pada kylo."


"Gue tahu. Gue salah tapi semua sudah terjadi."


"Lo nyium dimana? Jawab gue Lo nyium Mia dimana?" Tanya Aiden emosi.


"Dibibir mia."


"Br*Ng**ek Lo.." Aiden memukul sudut bibir kylo hingga berdarah. Tubuh kylo mundur beberapa langkah, ia hanya bisa mengelap darah yang ada sudut bibirnya.


"Gue tahu gue salah bang, gue siap bertanggung jawab, gue serius sama Mia, dan Lo tahu kalau gue bener sayang sama ia." Bela kylo.


"Tapi nggak pakek nyium segala." Bugh Aiden memukul wajah kylo sekali lagi, hingga tubuh kylo ambruk ke lantai, ia pasrah menerima pukulan dari Aiden, kylo tau ia telah melanggar aturan yang Aiden berikan padanya.


Mata Jetro terbelalak ketika ia melihat Aiden memukuli seseroang, ia menghampiri Aiden untuk meleraikannya. Padahal ia ke rooftop hanya untuk sekedar menghirup udara segar mengurangi masa penatnya tapi yang ia lihat Sesuatu yang mengagetkan.

__ADS_1


"Bang Lo apa-apaan?" Jetro menarik Aiden yang sedang duduk di badan kylo.


"Lo kenapa sih? bisa mati anak orang kalau Lo mukulin kayak gitu." Lanjut Jetro.


"Tapi sia perlu dikasih pelajaran." Bentak Aiden..


"Lo tenangi dulu bang, kan bisa dibicarakan baik-baik, enggak usah pakek kekerasan juga." Pinta jetro, jetro melangkahkan ke arah kylo yang tak berdaya dilantai. Ia mengulurkan tangannya membantu kylo untuk berdiri.


"Sebenarnya kalian ada apa?" Tanya Jetro penasaran.


"Gue memang yang salah." Jawab kylo, mengusap wajahnya. Sedang Aiden membuang muka.


"Emang Lo salah apa Sampai bang aiden mukul Lo?"


"Gue..."


"Dia nyium Mia..." Aiden memotong perkataan Kylo, jetir terbelalak mendengarnya." Dibibir.." lanjut aiden sebelum Jetro menanyakan itu. Jetro seketika kaget bingung, ingin marah dan memukul kylo tapi percuma karena wajah kylo sudah babak belur.


Aiden pun pergi meninggalkan mereka berdua. "Gue serius sama Mia, Gue ingin nikahi Mia apapun yang terjadi." Teriak Kylo menghentikan langkah Aiden, Aiden terdiam sejenak dan melanjutkan langkahnya.


"Kita perlu bicara." Kata Jetro kepada kylo, Jetro melangkah kakinya menuju kulkas mini yang ada disana untuk menyimpan berbagai minuman dingin. Ia mengambil 2 kaleng minuman dingin.


Kylo duduk disalah satu kursi yang ada disana, sesekali ia meringis karena luka lebam di wajahnya. Jetro melempar minuman dingin itu ke kylo.


"Thank. " Jawab kylo menempelkan minuman dingin itu ke wajahnya.


"Lo serius dengan apa yang Lo kata kan barusan?" Tanya Jetro mengintimidasi.


"Gue serius, kalau untuk Mia gue sangat serius." Jawab kylo mantap,


Jetir melihat keseriusan dan tekad di kedua mata kylo.


"Seserius apa Lo sama Mia?"


"Gue nggak bisa ukur keseriusan gue sama Mia dengan apapun tapi yang perlu Lo tahu, gue nggak bisa hidup tanpa Mia, Mia bagiku adlah sumber kehidupan ku,jika gue nggak serius untuk apa selama 4 tahun gue mencari tahu tentang dia."


"Oke gue bisa lihat itu dimatamu, tapi apa yang membuat Lo yakin kalau Mia akan jatuh dalam. Kehidupan Lo?"


"Disini.." kylo menunjukkan dadanya, "Disini gue mendapatkan jawabannya, ada sesuatu yang nggak bisa gue jelaskan tapi Mia adalah sebuah jawaban dari hidupku."


"Lo tahu kan kalau gue.."


"Punya rasa terhadap Mia gue tahu." Jawab kylo menatap lawan bicaranya dengan datar. "Tapi gue nggak pernah takut sama Lo, meski kadang gue cemburu ngelihat Lo sama Mia, tapi gue tahu di dalam hati Mia yang paling dalam tidak ada nama Lo buat kata cinta." Ucap kylo menohok hati Jetro.

__ADS_1


"Itu benar dan gue salut sama Lo." Kekeh Jetro. "Gue harap hati Mia tidak berubah, bisa jadi hati seseorang berubah dalam sekejap jika tuhan menghendakiNya." Sinis Jetro.


"Tapi gue yakin bahwa Mia tercipta untuk ku." Jawab kylo tajam.


"Tak perlu menyombongkan diri, karena belum tentu Lo pilihan terakhir Mia." Pancing Jetro.


"Sayangnya gue yakin akan diriku sendiri."


"Jangan terlalu sombong." Sindir Jetro.


"Nggak perlu sombong, jika pada kenyataannya dia yang Tuhan garis kan kepada ku."umpat kylo.


"Thank buat minumannya, gue cabut dulu.." pamit kylo meninggalkan Jetro.


Jetro menghela nafas, ia menatap langit. "Gue tahu di lebih dari Malik dan dapat membahagiakannya. Semoga dia yang terbaik untuk kamu Mia." Gumam jetro mengiklankan Mia untuk kylo. Sebenar Jetro ingin melihat seberapa kuat kylo menginginkan Mia tapi dilihat dari cara ia menerima pukulan dari bang aiden dan tekad dia, Jetro tahu sebesar apa perasaan kylo kepada Mia.


Flashback end..


"Lo ngapain senyum-senyum sendiri kayak orang gila gitu Ky?" Tanya Radit heran, ia menghampiri kylo dengan membawa salep Lebam untuk kylo.


"Gue bakal nikah.." celetuk kylo.


"Sama siapa, atau jangan-jangan sama Siska, nenek lampir itu kan lagi gencar-gencarnya Deket mama Lo."


"Bukan B*d*h, gue nikah sama Mia lah sama siapa lagi."


"Masak sih, gue nggak percaya Mia secepat ini Nerima Lo."


"Bukan Mia yang bilang tapi Sea, dia bilang gue harus bertanggung jawab karena udah nyium Mia."


"Maksud Lo tanggungjawab dengan cara nikahi Mia?"


"Benar banget, dan gue setuju atas usulan itu, gue akan bertanggung jawab untuk seluruh hidup Mia." Tekad kylo.


"Sebagai temen dan asisten Lo gue hanya bisa support Lo doang, semoga berhasil menyakinkan Mia.


"Thank bro, gue tahu Lo selalu mendukung gue."


"yang jelas besok gue harus bertemu sama Mia." gumam kylo penuh tekad yang kuat.


bersambung...


jangan lupa kritik dan sarannya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2