
Mimik wajah Mia bersemu merah ketika ia sedang menonton film tentang percintaan, dalam adegan tersebut sang Aktor memeluk sang aktris dari belakang persis seperti kylo lakukan kepadanya. Dan entah kenapa kedua sosok itu berubah menjadi mereka berdua. Mia berusaha mengenyahkan bayangan mereka.
"Mia fokus, fokus.." gumamnya menarik membuang nafasnya.
Mia melanjutkan menonton film, sampai pada ending cerita kedua penokohan tersebut menikah.
"Apakah kisah ku bisa seperti mereka." Lirih Mia tertunduk lesu
"Aku harus bagaimana Tuhan?" Mendongak ke atas menyandarkan tubuhnya di sofa. Mia memejamkan matanya, meresapi kegundahan hatinya.
Mia memegang dadanya, mencari tahu perasaan sebenarnya untuk kylo, saat ia mulai mencari bayang-bayang kylo muncul dalam benaknya, kylo tersenyum lebar menatap Mia. Spontan Mia membuka kedua matanya. Semua atensi Mia seakan tertuju sama Kylo.
Bunyi suara notifikasi ponsel Mia membuyarkan lamunannya, dengan lesu ia mengambil ponselnya yang ada di meja, Mia membuka ponselnya dengan ogah-ogahan, matanya membulat sempurna ketika orang yang sedari tadi ia pikirkan mengirim sebuah pesan untuknya.
Isi pesan kylo untuk Mia adalah kylo meminta Mia meluangkan waktunya untuk mereka berdua besok malam, seketika itu hati Mia berdebar. Apa yang sebenarnya ingin kylo katanya padanya, hatinya bertanya-tanya. Mia menyetujui apa yang kylo minta.
Mia memutuskan untuk tidur, ia mencoba untuk mengenyahkan semua yang ada dalam pikiran tentang kylo. Tapi saat ia mulai untuk tidur, hati, pikiran dan tubuhnya tidak bisa ia ajak kompromi. Mia membolak balikan tubuhnya mencari posisi yang nyaman tapi ia mendengus kesal. Setiap kali ia memejamkan matanya bayangan kylo selalu muncul.
"Udah Mia lupakan, sekarang waktunya kamu tidur.." gumam Mia pada dirinya sendiri sambil menepuk-nepuk lengan.
"Kosong kan pikiran mu, tarik nafas buang nafas, tarik nafas buang nafas..." Ucap Mia berkali-kali menenangkan pikirannya.
---+++---+++---+++---
Mia tertunduk lemas, terlihat jelas ke dua mata lingkaran hitam dibawah matanya. Semalam ia tidak bisa tidur sibuk memikirkan apa yang akan kylo katakan padanya.
Mia berharap semoga waktu berjalan dengan cepat tapi disatu sisi ia enggan untuk bertemu dengan kylo. Mia menghela nafas panjangnya.
"Apakah aku harus cerita sama sea ya?, Bisa jadi anaknya punya solusi." Putus sea meninggalkan ruangaanya menuju ruangan sea yang tepat berada disamping ruangannya."
Tok..tok... "Sea aku masuk ya.." cetus Mia masuk kedalam ruangan sea. Sea mengerjapkan matanya melihat wajah Mia yang kusut.
"Kusut amat muka Lo. Lo habis begadang selesai projek baru atau lagi vc sama ayang Bebe kylo sampai malam." Goda sea..
"Apaan sih sea, enggak ya.." elak Mia duduk sofa yang ada diruang itu. Sea menghampiri sang sahabat.
__ADS_1
"Geser... Idih nggak usah ngelak.. toh kalau beneran juga nggak apa-apa kali." Kekeh sea menggoda Mia yang sudah memasang wajah cemberut.
"Tuh bibir nggak perlu dimajukan gitu, Lo kesini pasti ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran Lo kan." Selidik sea
"Aku bingung Sea..." Ungkap Mia.
"Lo bingung kenapa?"
"Ini soal kylo?"
"emangnya kenapa dengan itu anak?" sea menyerngitkan alisnya.
"Nanti malam dia ngajak ketemuan sea.." cicit Mia.
"lah bagus kan, memang kalian berdua butuh bicara untuk menyelesaikan masalah kemarin, terus apa masalah?"
"Sebenarnya, masalah itu sudah selesai dan Kylo bilang sama aku mau serius gitu, aku takut Sea.." lirih Mia menundukkan kepalanya.
"Lo kok malah takut, harusnya Lo seneng dong, kylo mau serius sama Lo, gue heran sama Lo."
"lalu aku harus bagaimana?, kasih aku solusi."
"Masalahnya aku bingung dengan perasaanku sendiri Sea, aku takut untuk memulai sesuatu.." cicit Mia.
"Buat apa Lo takut akan sesuatu, apa jangan-jangan Lo masih belum move sama mantan tunangannya Lo itu." ucap sea memicingkan matanya.
"Aku sudah tidak memikirkan mas Malik lagi Mia, perasaan ku terhadap mas Malik sudah tidak ada." tolak Mia.
"Bagus kalau gitu, jadi nggak ada masalah yang perlu Lo pikirkan."
"Entahlah Sea, kau bingung." lirih Mia lesu. "kalau gitu aku balik keruangan ku, nanti jangan lupa ada meeting projek baru kita."
"iya gue ingat.."
Mia pun keluar dari ruangan sea ia berjalan menuju ruangannya untuk merenungi apa yang harus ia lakukan.
__ADS_1
Disaat Mia bingung akan pikirannya, bunyi suara ponselnya membuyarkan lamunan, sebuah panggilan dari orangtuanya Yang ada di kampung halamannya.
"Hallo Assalamualaikum Bu.." Sapa Mia hangat.
"Walaikumsalam Nak.. apa kabar nak?".
"Mia baik Bu, ibu sama yang lainnnya bagaimana?"
"Alhamdulillah semua disini sehat-sehat. kamu kapan ngambil cuti, sudah 1 tahun lebih kamu tidak pulang ke kampung, apa kamu tidak kangen sama ibu dan ayah disini?"
"Insyaallah Mia ambil cuti dekat-dekat Mbak Retno melangsungkan pernikahan ibu, Mia kangen banget sama keluarga disana Bu, maaf Mia setahun ini tidak bisa pulang, tapi Mia usaha bisa pulang."
"yawes, kalau gitu ibu tunggu kamu pulang, nduk-nduk anaknya pak lurah Tono sama pak kiyai Hasim mau berkenalan sama kamu, kalau kamu setuju mereka mau ta'aruf sama kami nduk, usia kamu itu sudah waktunya untuk menikah mau sampai kapan kamu sendiri kayak seperti ini terus, atau kamu mau balikan sama Malik ibu tambah seneng, ibu denger Malik masih belum nikah, lebih baik kalian bersama lagi "Omel Ibu Mia menasehati anaknya, Mia hanya bisa diam mendengarkannya, Mia tahu orangtuanya masih berharap dengan masa Malik tapi mau bagaimana lagi perasaan mia sudah terhapus kan.
"Maaf Bu, Mia sama mas Malik sudah mempunyai jalan sendiri-sendiri, jadi Mia tolong ibu jangan maksa Mia kembali sama mas Malik, takut calonnya mas Malik nanti tidak terima, dan untuk urusan ta'aruf Mia masih belum bisa tapi jika ingin mengenal lebih jauh Mia dengan tangan terbuka akan menerima tapi kalau lebih jauh Mia masih belum tahu."
"Kamu itu nduk, selalu seperti itu, dan kata siapa Malik punya calon, kemarin ibu ketemuan sama budenya Malik katanya Malik belum punya calon, kan enak kalau balik lagi, keluarga juga sudah saling kenal. kalau kamu tidak mau, ya kamu coba kenalan dulu sama anaknya pak Tono dan kiyai Hasim, siapa tahu dari ke 2 pemuda itu jodohmu." jelas ibu Mia.
"enggeh Bu.."
"Kamu jangan iya-iya gitu, ingat umur kamu sudah semakin tua, ibu juga ingin segera punya cucu, kamu harus maju, mau sampai kapan kamu seperti ini terus."
"Enggeh Bu Mia paham.. Mia usahakan." jawab Mia.
"lebih giat usahanya.. pokonya ibu tunggu kamu besok di nikahan Retno, kalau pulang jangan mepet, ini yang nikah sepupu kamu Lo ya Mia." omel ibu Mia
"iya Bu, Mia usaha, maaf ibu Mia tutup telponnya soalnya Mia mau rapat." pinta Mia.
"ya sudah, kalau kerja hati-hati, jangan lupa makan sama ibadahnya dijaga. Assalamualaikum nak."
"Walaikumsalam salam Bu.." pamit Mia menutup panggilannya. ia menatap ponselnya sejenak seakan ada beban lagi yang akan ia pikul.
waktu pun bergulir dengan cepat, waktu sudah menuju kan pukul 5 sore. Mia menunggu kylo di rooftop perusahaan, kylo memang meminta Mia menunggu disana, Mia melihat senja yang terpantul kaca-kaca gedung tinggi.
kylo menghampiri Mia, "Hai..." sapa Kylo Mia hanya tersenyum sebagai jawaban. Mia menunggu kylo melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Mia aku ingin lebih serius..."
bersambung...