Kutukan Brondong

Kutukan Brondong
Part 7 akhirnya aku menemukan mu


__ADS_3

31 Desember 2021, Negara S.


Kelap kelip lampu warna warni menghiasi setiap sudut kota, Dimana banyak orang yang keluar dari rumah mereka, untuk berkumpul bersama di taman-taman kota, hiburan malam, dan lain-lain merayakan pergantian tahun baru. Di akhir tahun ini beberapa stasiun tv menyiarkan acara penghargaan bergengsi. Salah satunya di ballroom hotel kembar yang terkenal di Negera tersebut. Sebuah penghargaan untuk insan pelaku seni grafis.


Disinilah Mia duduk disalah satu kursi nominasi dengan beberapa rekannya sesama tim S, tim S masuk dalam berbagai nominasi, salah satu anggotanya juga akan mendapatkan penghargaan khusus dunia fotografer internasional itu.


Semua nominasi berharap-harap cemas menunggu nama mereka disebut hingga nama Tim S keluar jadi pemenangnya, bang Aiden selaku CEO perusahaan L Grafis menjadi perwakilan untuk menerima penghargaan utama tersebut dengan didampingi oleh bang Jetro.


Mia hanya menatap kedepan tanpa minat, sebenarnya Mia tidak mau dapat ke acara penghargaan seperti ini, karena dia merasa tidak nyaman, meski Mia masuk nominasi tapi selalu orang lain yang menjadi perwakilannya, bisa dibilang dia adalah fotografer secret yang dicari-cari oleh perusahaan fotografer profesional untuk dijadikan pegawai mereka, mereka terpanah akan kegeniusan, dan keterampilan Mia dalam memotret.


"Sea.. aku mau keluar kamu mau ikut apa tidak?"Bisik Mia yang duduk disebelah sea.


"Apa? Keluar? acaranya masih belum selesai, tunggu beberapa menit lagi acaranya selesai habis ini kita keluar bareng, masih tinggal 4 kategori dan kita ada disalah satu kategori itu," bujuk sea.


"Sorry Se... Aku nggak betah, kamu tahu kalau aku orangnya nggak suka hadir ke acara kayak gini, apalagi dengan penampilan ku seperti ini, enggak nyaman." Timpal Mia.


"Lo cantik Mi.., pasti banyak laki-laki yang akan tertarik sama lo."kata sea melihat penampilan mia dengan gaun hitam yang menutupi semua tubuhnya begitu pas di badannya dengan bahu sedikit terbuka, begitu elegan dan berkelas.


"Se.. enggak usah bicara kayak gitu, aku risih kalau diliatin dengan tatapan penuh minat oleh para laki-laki disini, makanya aku mau keluar aja ya" bujuk Mia, ketika sea masih menahannya.


"Ya ampun, nih anak nggak mau bersabar sebentar, Mi. Inikan acara pertama Lo setelah sekian lama kita bujuk buat datang, ini termasuk rekor buat gue dan yang lainnya karena berhasil ajakin Lo, jadi nunggu aja sebentar lagi."


"Sorry sea, aku nggak bisa, pokoknya aku mau keluar." Rengek Mia yang terdengar oleh bang Dika, duduk disebelah sea.


"Kenapa Mia?, Ada masalah? Tanya Dika.


"Bang izin aku keluar ya, enggak betah bang, aku kan sudah menepati janji buat datang ke acara ini, sudah ikut acaranya sampai setengah juga, boleh ya aku keluar,", menunjukan puppy eyesnya membuat Dika tak tega.


"Iya, tapi jangan pergi jauh-jauh dari sini, nanti kita susah buat nyarinya." Akhirnya Dika memberikan izin.


"Kok bang Dika beri ngizinin sih, entar kalau dia ilang gimana?" Timpal Sea


"Enggak bakal ilang Se .. Makasih bang, aku enggak akan jauh-jauh kok, mungkin ke taman hotel, entar lalu sudah selesai hubungi aja bang, aku pergi dulu se, bang Dika," pamit Mia meninggal ballroom tersebut.


Mia berjalan menuju taman hotel, mencari spot yang tidak terlalu ramai dari orang-orang yang sedang menikmati tahun bar bersama-sama, Sampai matanya tertuju pada bangku taman yang berada disudut, cukup sepi tapi bisa melihat orang berlalu lalang.


Mia duduk sendiri, matanya tertuju keatas melihat bintang yang bersinar, seakan menyapa indahnya malam, bulan juga bersinar dengan terangnya menandakan ikut merayakan pergantian tahun.


Saat Mia sedang memandangi langit malam yang gemerlap, disisi lain kylo juga menghadiri acara penghargaan yang sama berharap dia menemukan wanita misteriusnya setalah dua Tahun lebih mencari keberadaannya.


"Dit, info Lo enggak salah kan, kalau tim S akan hadir di acara ini?" Tanya kylo kepada sang asistennya.

__ADS_1


"Dari orang kita memang infonya seperti itu, katanya tim S akan datang ke acara ini, karena mereka Memenangkan beberapa nominasi, mereka juga sudah tiba 1 hari sebelum acara, kita tunggu saja saat pembacaan pemenang." Bisik Radit membenarkan.


Setelah sekian menit menunggu nama Tim keluar sebagai pemenang, segera mata kylo menuju kursi yang sedang tim S duduk menurut info dari orang kepercayaannya. Kursi mereka berada di pojok dekat panggung, yang berjarak cukup jauh dari kursi kylo, kylo hanya bisa melihat kepala mereka dari belakang.


"Sial, kenapa enggak kelihatan?" umpat kylo, hingga dia melihat Aiden dan Jetro maju kedepan untuk menerima penghargaan tersebut. Membuat pandangan ke depan. Tapi saat kylo menoleh kearah kursi tim S, kylo dapat melihat seorang wanita yang berdiri meninggalkan kursi tersebut keluar dari ballroom.


"Dit, gue keluar dulu, lo disini saja." Kata kylo tergesa-gesa keluar dari ballroom untuk mengejar wanita tersebut, entah kenapa firasatnya menyuruhnya mengejar wanita itu?.


Sampai langkah kaki kylo mengarah ke taman hotel, kylo mencari wanita itu disetiap sudut taman sampai matanya tertuju satu titik disebuah bangku taman dekat tiang lampu bergaya klasik, kylo mulai mendekati wanita tersebut yang asik melihat langit malam.


"Ekhem," kylo berdehem menyentak Mia yang sedang asik memandangi langit, Mia menoleh kearah sumber suara, mia melihat seorang pemuda yang memiliki tinggi sekitar 180 cm.


"Maaf, bolehkah saya duduk disebelah anda, soalnya kursi yang lain sudah terpakai," Kylo menunjukkan area sekelilingnya, dengan bahasa Indonesianya, Mia menengok ke kanan ke kiri, melihat bangku disekitar sudah terpenuhi hanya bangkunya saja yang longgar.


"Ternyata orang Indonesia, aku pikir orang asing batin mia ketika melihat penampilan Kylo yang seperti orang asing.


Silahkan jawab Mia sedikit mengangguk kepalanya. Suasana mereka berdua begitu canggung, seperti orang asing yang baru pertama kali bertemu.


Kylo mencoba memutar otaknya untuk mencari tahu informasi dari wanita tersebut yang sedang menikmati langit malam ini, sesekali kylo mendongak keatas penasaran dengan apa yang dilihat wanita tersebut.


Mia sama sekali tidak terusik dengan orang yang disampingnya, dia tahu orang tersebut melihat dirinya bukan maksudnya kege'eran tapi kenyataannya memang begitu, meski wajah laki-laki itu tampan tapi tak menggetarkan hati Mia yang tlah beku.


Kylo mencuri pandang melihat penampilan wanita tersebut, dilihat dari samping kylo bisa merasakan hawa misterius, cantik, elegan, awalnya ia terpanah ketika wanita itu menoleh tapi kylo berusaha untuk menyadarkan dirinya agar bisa mengulik informasi siapa saja anggota Tim S.


Mia hanya menoleh ke kylo, dia bingung akan membalas pertanyaan orang tersebut.


"Apakah anda sangat menyukai bintang, saya perhatikan mata anda tidak berkedip melihat bintang-bintang di atas sana." Memancing Mia dengan sebuah pertanyaan.


"Iya, saya menyukainya, membuat saya bisa berkreasi saat melihatnya," balas Mia lembut, kylo merasa suara Mia mirip dengan seseorang tapi kylo belum tahu siapa itu.


"Kenapa suara mirip dengan wanita yang aku cari, apakah dia? Atau hanya perasaanku saja!" batin kylo.


"Kreasi, maksudnya kita dapat berimajinasi membentuk sebuah garis penghubung dari satu bintang ke bintang lainnya yang akan menyerupai apa yang kita bayangkan."


"Bisa saja seperti itu, tapi jika kita lihat dengan teliti, bentuk bintang itu bukan seperti yang kita bayangkan akan tetap bintang-bintang itu membentuk sesuatu." jawab Mia yang terus menatap langit.


"Berarti anda pencinta rasi bintang."


"Bisa dibilang begitu, saya hanya penikmat pemandangan yang diciptakan oleh Tuhan." menatap teduh mata kylo.


Sesaat mereka saling berpandangan, hanya beberapa detik sebelum Mia memutuskan pandangannya.

__ADS_1


"Mata itu seperti milik dia batin kylo.


"Oh begitu, mengangguk kepalanya paham, kalau boleh tahu kenapa anda sendiri di tengah tahun baru ini? Apakah anda sedang liburan sendiri seperti Backpacker." Pertanyaan sedikit menjerumus.


"Tidak, saya hanya menghadiri sebuah acara di ballroom hotel dan pameran yang akan diadakan besok." Jawab Mia enteng.


"Acara di ballroom hotel, maksud anda acara penghargaan untuk insan fotografer itu, saya tadi juga dari saya tapi karena saya merasa bosan saya memutuskan untuk keluar". Kekeh nya.


"Apakah Anda salah satu fotografer yang terpilih masuk dalam nominasi? tanya kylo menyingkirkan sifat dinginnya untuk mendapatkan sebuah informasi.


"Bisa jadi bisa tidak" jawab ambigu Mia.


"Saya hanya karyawan biasa yang ikut serta dalam acara tersebut, enggak lebih."


"Saya kira Anda salah satu dari fotografer disana." Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mia hanya membalas dengan senyum.


Saat kylo akan menayangkan pertanyaan menjerumus ponsel Mia berbunyi, seperti 4 tahun yang lalu.


"Iya bang, Mia sekarang ada di taman, kenapa? Apa acaranya sudah selesai?"


"....."


"Oh gitu, ya udah Mia nyusul kesana aja." Panggilan pun berakhir.


"Maaf saya permisi dulu, Selamat tinggal, hmm maksudnya saya selamat jumpa kembali," kata yang membuat kylo membelalakkan matanya kaget. Mia yang melihat ekspresi seperti itu bingung sendiri.


"Anda tidak apa-apa? menanyakan kondisi Kylo.


"Saya baik-baik saja, maaf membuat anda kaget? menetralkan ekspresi wajahnya.


"Hanya saja, Ucapan anda mengingatkan saya pada sesuatu." jantung Kylo berdetak lebih kencang menunggu jawaban perempuan tersebut.


"OH, maksud anda kalimat terakhir saya?", anggukan kylo mengiyakan.


"Dulu ada seorang pria yang mengatakan pada saya jika berpamitan jangan ucapan selamat tinggal tapi ucapkan selamat jumpa seperti yang saya lakukan tadi. maaf kalau begitu saya pamit terlebih dahulu". meninggalkan Kylo begitu saja.


Deg penjelasan Mia membuat kylo menjadi blank "Dia adalah perempuan itu." monolog Kylo tersadar dari keterkejutannya, kylo sang yakin bahwa dia adalah wanita yang selama ini dia cari.


Kylo berlari mencoba mengejar wanita itu yang sudah lebih dahulu menjauh darinya, mata mencari disetiap sudut taman itu tapi tidak menemukannya.


"Bodoh." runtuk Kylo pada dirinya sendiri, begitu kesal karena Kylo kehilangan wanita tersebut dia menendang angin kosong, mengacak rambutnya.

__ADS_1


"Ballroom, Gue harus ke Ballroom secepatnya, semoga dia ada disana, akhirnya aku menemukan mu." Guman Kylo dengan senyum yang mengembang lari ke dalam hotel menuju Ballroom acara penghargaan tadi.


bersambung...


__ADS_2