
"Tidak...!!", teriak Raja Vinix terbangun dari tidurnya dengan keringat mengucur di keningnya.
Membuat Hang Sepuh dan para pengawal yang ada di luar segera berlari dan mendobrak pintu kamar milik sang permaisuri Rubby.
"Raja ku...!!", seru Hang Sepuh bergegas mendekat ke arah sang Raja yang masih terlihat syok dengan mimpi yang baru ia alami.
Sementara Permaisuri Rubby dengan santai nya masih menatap cermin riasnya sembari menyisir rambutnya yang panjang terurai dengan khas tusuk konde bulan bintang di atasnya.
Hang sepuh yang melihat permaisuri segera berkacak pinggang dan membentaknya.
"Hei....!!!, dimana kekhawatiran mu sebagai seorang permaisuri Raja..!!", teriak Hang Sepuh sampai menggetarkan kaca rias sang permaisuri.
Bukannya ketakutan, permaisuri Rubby malah dengan santainya meletakkan sisirnya dan berjalan ke arah balkon kamarnya.
Ia lebih memilih menikmati udara pagi hari dari pada mendengar keluhan keluhan yang terlontar dari mulut Hang Sepuh.
"Lancang...!!", teriak Hang Sepuh dengan wajah murka nya.
Kaki Hang Sepuh sudah bersiap bergegas menghampiri sang permaisuri.
Tapi seketika tubuhnya di hadang oleh sang Raja.
"Jaga sikap mu pada sang permaisuri", ucap Raja Vinix sembari mencoba menetralkan rasa takut yang baru saja ia alami akhibat mimpi mengerikan itu.
"Maaf Raja ku, tapi dia sudah lancang...!!, bahkan selir Vivian tak pernah berlaku tak pantas selama ia menjadi permaisuri sebelum dia", ucap Hang Sepuh masih nampak kesal dengan sikap Permaisuri Rubby.
"Apakah selir Vivian pernah di lecehkan seperti diriku...!!!, apakah dia di seret paksa masuk ke kerajaan ini seperti diriku..!!, Kini aku sudah diam...!!, tapi masih kau persalah kan..!!, aku sudah menerima tugasku sebagai rahim calon putra mahkota, apalagi yang kurang di mata mu...!!", seru Permaisuri Rubby sembari menatap Hang Sepuh secara tajam.
Membuat semua pengawal terdiam dan sedikit mundur dari tempat nya berdiri.
__ADS_1
Mereka cukup heran, dengan perubahan dari sikap seorang penyihir putih yang terkenal lembut dan penyabar kali ini seakan berubah perilaku 180 derajat.
"Biarkan dia, kita pergi dari sini", ucap Raja Vinix meninggalkan kamar permaisuri Rubby.
Sedangkan Hang Sepuh hanya bisa menurut dan mengikuti langkah kaki Raja pergi dari tempat itu.
Tapi tatapannya masih penuh amarah kepada Permaisuri Rubby sampai ia benar benar telah keluar dari ruangan itu.
____
"Sebenarnya kenapa dengan Raja ku ..??", tanya Hang Sepuh sembari memakaikan jubah kebesaran sang Raja setelah Raja Vinix menyelesaikan mandi air panas nya.
"Panggilkan aku penyihir hitam", ucap Raja Vinix memberikan titah tanpa menjawab terlebih dahulu rasa penasaran Hang Sepuh.
"Kamu dengar titah Raja..!!", seru Hang Sepuh pada seorang dayang pribadi Raja.
Sang Dayang segera bergegas melaksanakan perintah itu.
Penyihir hitam sudah terlihat berdiri di depan pintu kamar.
Penyihir hitam segera masuk dan memberi hormat pada sang Raja.
"Baguslah kau datang", ucap Raja Vinix duduk di kursi santainya sembari meneguk secawan anggur kesukaannya.
"Tanpa Raja memanggil, hamba sudah tau kegundahan hati Raja ku", ucap Penyihir hitam.
"Tadi malam aku bermimpi, tapi aku merasa mimpi itu sangat nyata, bahkan aku sampai merasa ketakutan untuk pertama kali nya dalam hidup ku", ucap Raja Vinix meneguk secawan anggurnya tuk yang kedua kali dengan raut wajah kembali gelisah mengingat mimpi mengerikannya itu.
"Mimpi dahsyat macam apa sampai Raja begitu ketakutan seperti ini..??", tanya Penyihir hitam amat penasaran.
__ADS_1
"Begitu rumit untuk dijelaskan", ucap Raja Vinix tak mau mengingat mimpi mengerikan itu.
"Bolehkah hamba memegang kepala Raja ...??", ucap Penyihir hitam semakin penasaran di buatnya.
Raja pun mengayunkan tangannya pertanda ia memberi izin pada penyihir hitam untuk memegang kepalanya.
Penyihir hitam segera meletakkan tangannya di kepala sang Raja.
Segera ia memejamkan matanya dan mencoba menjelajahi memori Raja Vinix.
Bayangan mimpi itu mulai muncul, kengerian dan kobaran api nya sangat terlihat nyata.
Bahkan di dalam mimpi itu Raja di buat tak berdaya di hadapannya.
Penyihir hitam segera melepas tangannya dari kepala sang Raja.
Ia begitu syok dan nampak gelisah dengan nafas yang amat tak beraturan.
"Kenapa penyihir...??", seru Hang Sepuh mencoba memegangi tubuh lemas sang penyihir hitam.
"Apa itu Raja ku...??", tanya penyihir hitam nampak begitu syok dengan penglihatannya.
"Aku meminta pencerahan dari mu, bukan malah sebaliknya...!!", seru Raja kesal.
"Hamba harus mencari jawaban itu terlebih dulu Raja, hamba mohon pamit", ucap penyihir hitam bergegas pergi dari hadapan Raja Vinix.
"Raja ku...??", seru Hang Sepuh ikut gelisah melihat kekhawatiran di wajah sang penyihir.
Sedangkan Raja berjalan ke sisi balkon kamarnya dan merenungi apa arti dari semua itu.
__ADS_1
Sebenarnya mahkluk apa itu...??, gumam Raja Vinix dalam hati.