
Hari itu suasana kerajaan lebih ramai dari biasanya.
Seluruh dayang dan para pekerja di kerahkan hanya untuk mendekor kerajaan untuk pesta besar penyambutan sang pewaris tahta.
"Dayang...!!, apa kamu sudah mendandani permaisuri..??", seru Raja Vinix kepada seorang dayang kediaman permaisuri.
"Maaf Raja, Permaisuri tak mau di ganggu sejak pagi tadi, ia berucap akan bersiap siap sendiri", ucap dayang itu membuat sang Raja heran.
"Dan kamu menurutinya...??", seru Raja Vinix.
Dayang hanya menunduk, ia sudah amat ketakutan saat itu, ia langsung berfikir bahwa ia telah melakukan kesalahan fatal hari itu.
Segera Raja mendekatinya dan mencabut tusuk konde sang dayang.
Lalu memainkannya di lengan sang dayang.
"Jika permaisuri tak bersiap sesuai perkataan mu, aku pastikan tusuk konde mu ini lah yang akan menjadi akhir riwayat mu..!!", bisik Raja Vinix sembari menekan ujung tusuk konde itu ke lengan sang dayang, membuat darah segar mengalir di lengan sang dayang.
"Ampun Raja", ucap dayang sembari menahan sakitnya, ia tak mungkin berteriak, pasti itu akan membuat Raja semakin murka.
Segera Raja Vinix berjalan dengan para pengawalnya menuju ke kediaman permaisuri.
"Dobrak pintunya", titah Raja pada pengawalnya saat mereka telah sampai di depan pintu kamar sang permaisuri.
Dengan cekatan, para pengawal segera melaksanakan perintah Raja.
Pintu kamar sang permaisuri Rubby memang selalu terkunci sejak ia datang ke kerajaan Laxzamor.
Tak bisa di pungkiri, itu merupakan salah satu bentuk penolakannya kepada Raja dan statusnya kini.
Tapi begitu terkejutnya mereka, terlebih untuk Raja sendiri.
__ADS_1
Saat pintu di dobrak dengan sekuat tenaga.
Para pengawal lah yang malah terpental ke dalam dengan kencangnya.
Karena ternyata, pintu kamar tak terkunci seperti yang di perkirakan Raja Vinix.
"Aduh...!!", rintih para pengawal Raja saat tubuh nya tersungkur ke lantai.
"Bangun ...!!, pertahankan wibawa kalian..!!", ucap Raja mencoba bersikap tak terjadi apa apa.
Raja melangkah masuk dan berhenti saat melihat Permaisuri Rubby berdiri di depa cermin rias nya.
Ia begitu terpesona juga heran melihat sang permaisuri telah berdandan dengan cantik nya.
Bahkan ia terlihat lebih cantik dari hari pernikahan mereka beberapa bulan yang lalu.
Permaisuri Rubby membalik badannya sehingga kini ia dan sang Raja telah berhadap hadapan.
Ada apa dengan ku...??, baru kali ini aku gugup di depan seorang wanita, sungguh ia bak bidadari yang turun dari kayangan.
"Aku hanya mau memastikan kamu tak menyepelekan acara malam ini, terlebih berencana kabur dari kerajaan", ucap Raja Vinix mencoba menyembunyikan kekagumannya terhadap sang permaisuri.
"Raja jangan khawatir, aku akan menyambut anak ku dengan sepenuh hati", ucap Permaisuri Rubby sembari kembali menghadap ke cermin dan dan memakai jubah kerajaannya.
"Luar biasa...!!, akhirnya kamu sadar dengan statusmu...", seru Raja berjalan mendekati permaisuri Rubby dan mengecup keningnya dengan lembut.
Sedangkan sang permaisuri hanya terdiam seperti biasanya.
"Kita kembali ke aula", seru Raja berjalan keluar dari kamar sang permaisuri diikuti oleh para pengawalnya.
Permaisuri Rubby terus menatap cermin di hadapannya.
__ADS_1
Masih ada rasa kesedihan yang terlihat di wajahnya.
Aku tak akan pergi dari kerajaan ini sampai putra kita lahir Raja, aku ingin melihat sendiri bagaimana dia membantai mu dan seluruh kerajaan mu ini sampai habis tak tersisa, gumam permaisuri Rubby dalam hati sembari meremas sisir di tangannya sampai patah menjadi dua.
Kemudian, Permaisuri Rubby mendengar suara rakyat yang sedang bekerja keras untuk menyambut pesta malam itu.
Ia berjalan menuju balkon dan memandang ke bawah.
Ia melihat wajah para rakyat yang telah lelah dan putus asa.
Mereka di paksa bekerja 3 hari 3 malam tanpa pulang ke rumah mereka hanya demi mempersiapkan kebutuhan pesta.
Mereka bahkan hanya di beri makan sekali sehari untuk keringat yang telah mereka keluarkan.
Permaisuri Rubby pun mengambil se nampan makan siang nya beserta buah buahan yang tersedia di meja miliknya.
Ia lalu melemparkannya pada rakyat di bawah nya.
Membuat mereka sontak berlari dan berebut makanan yang ada.
"Hidup permaisuri..!!", seru semua rakyat yang telah beruntung mendapat makanan dari sang permaisuri.
Permaisuri Rubby hanya memandang mereka tanpa senyum.
Sedangkan Hang Sepuh yang melihatnya, langsung menatap sang Permaisuri dari kejauhan dengan penuh kecurigaan.
"Rencana apa lagi yang ia siapkan..!!", ucap Hang Sepuh.
Segera permaisuri berjalan kembali ke kursi riasnya.
Air matanya menetes kala itu.
__ADS_1
Maafkan aku, mungkin itu kebaikan terakhir yang bisa ku berikan pada kalian, selebihnya..., kalian harus ikut membayar atas dosa kerajaan ini padaku dan pada pelecehan terhadap identitas perempuan, gumam Permaisuri Rubby menangis tersedu sedu di kamarnya yang hening.