Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Pembatalan hari pernikahan.


__ADS_3

"Manusia macam apa mereka sampai bisa membuat tipu daya seperti ini?," ucap Raja Inggit tak berpaling dari kedua orang yang tengah terbakar di hadapan nya.


"Tolong Raja!, temukan dia secepat nya, jangan sampai bencana mengerikan itu terjadi lagi," seru Pura begitu ketakutan.


"Tenanglah Puja, semua akan bekerja sama untuk menangkap nya," sahut Raja Inggit menenangkan sang calon istri.


"Lebih baik kita pulang Raja, hari mulai gelap, besok adalah hari pernikahan, ini tak baik untuk kesehatan Raja ku" seru penasehat Yun segera memerintahkan prajurit untuk membubarkan para kerumunan warga.


-------


Di sepanjang jalan menuju istana, Pura nampak terlihat begitu gelisah.


"Masuklah, hari mulai gelap," ucap Raja Inggit mulai berjalan memasuki istana.


Namun Pura terdiam dan hanya berdiri mematung di tangga masuk istana.


"Sudahlah Pura, tenanglah!, semua akan baik baik saja," ucap Raja Inggit mencoba menenangkan Pura.


"Maaf kan aku Raja," ucap Pura membuat penasehat Yun mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam istana.


"Maaf untuk apa?," tanya Raja Inggit penasaran.

__ADS_1


"Aku berfikir, pernikahan ini harus di tunda untuk sementara waktu Raja," ucap Pura mengutarakan maksud nya.


"Apa apa an ini!, di sini bukan kamu yang bisa seenak nya memutuskan segala nya!," seru penasehat Yun marah.


Sementara Raja Inggit hanya terdiam mematung di tempat nya berdiri sembari menatap ke arah sang calon istri.


"Aku tidak bisa merasa bahagia atas penderitaan semua warga kerajaan ini Raja ku, tolong mengertilah," ucap Pura ketakutan.


"Sudahlah Raja!, jika itu keputusan nya, tidak usah lanjutkan saja pernikahan ini sampai kapan pun!," seru penasehat Yun membuat Pura berderai air mata.


"Tenanglah penasehat," ucap Raja Inggit mendekat ke arah Pura.


"M- maaf sekali lagi, tolong maafkan aku," seru Pura tersedu sedu.


"T- tapi?," ucap Pura heran.


"Menjadi Raja itu tidak lah mudah, kita harus mementingkan kerajaan di atas kepentingan kita, aku sebenar nya berfikiran sama dengan mu, namun lidah ku begitu takut untuk berucap, aku takut kau salah paham dan meninggalkan ku," seru Raja Inggit membuat penasehat Yun semakin kesal.


"Terserah Raja," keluh penasehat Yun bergegas meninggalkan mereka berdua.


"Terima kasih Raja ku," seru Pura begitu lega telah berani mengutarakan kegundahan hati nya, dan segera memohon pamit dari hadapan sang calon suami.

__ADS_1


 


Pagi itu, Raja Vinix dan penyihir hitam nampak begitu marah saat memasuki istana kerajaan Safar.


Terlebih saat melihat dekorasi pernikahan yang mulai di lepas satu persatu dari dinding istana.


"Kurang aj*r!, jadi semua itu benar!," sentak Raja Vinix semakin bergegas menuju ke kamar sang putri.


"Maaf Raja, putri Pura sedang tak bisa di ganggu," ucap seorang prajurit di depan pintu kamar Pura.


"Menyingkir kalian!," sentak Raja Vinix membuka pintu kamar Pura dengan paksa.


"Ada apa ini ayah?," tanya Pura terkejut.


"Wah, hebat sekali!, kau tanya ada apa?," seru Raja Vinix dengan nada bicara yang begitu kasar.


"Pembangunan kerajaan ayah mu di hentikan," seru penyihir hitam membuat Pura terdiam dan mengerti alasan di balik kemarahan sang ayah.


"Ayah, aku bisa jelaskan," seru Pura namun tak mampu meredam amarah Raja Vinix.


"Bodoh nya kau membatalkan pernikahan yang sudah di depan mata!, dan kau masih punya muka tinggal di istana ini!, seperti seorang pelac*r saja!," sentak Raja Vinix membuat hati Pura begitu tersayat.

__ADS_1


"Cukup Raja Vinix!," sentak Raja Inggit yang tanpa mereka sadari ia sudah berada di luar kamar Pura cukup lama, dan langsung naik pitan saat ia merasa ucapan Raja Vinix sudah keterlaluan terhadap putri nya sendiri.


__ADS_2