Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Akhir dari segala nya (Tamat).


__ADS_3

Arrrrgh!


"Tepat sasaran," ucap Pura saat bidikan ketiga nya berhasil mengenai lengan kiri Satan.


Teriakan dan rintihan nya kian terdengar ke seluruh wilayah.


"Aku tidak akan mati hanya karna panah mu!," seru Satan dengan angkuh nya.


Membuat serangan ke empat Pura pun langsung melesat tanpa ampun ke arah lengan kanan Satan.


Arrrrgh!


"Kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini!," sentak Satan penuh amarah, meskipun tubuh nya mulai lemas dan nyala api nya mulai meredup.


"Hari ini semua harus berakhir Satan," ucap Puja sembari kembali bersiap dengan panah berikut nya.


"Ini hanya sia sia Pura, dengan semua ini kau hanya menunjukkan bahwa kau takut akan kematian mu sendiri," ucap Satan mencoba memancing emosi Pura, dan mencoba membuat Pura ragu dengan keputusan nya kini.


"Kau pikir aku takut?, hem!, jika aku takut sejak awal aku sudah bersembunyi dari mu, aku hanya mencoba mengulur waktu dan membuat mu merasakan rasa sakit itu sebelum kau binasa!," sentak Pura membuat Satan kembali tegang.


Tidak!, aku tidak mungkin kalah untuk yang kedua kali nya , batin Satan mencoba kembali membebaskan diri nya dan memulihkan tenaga nya lagi.


Sementara di sisi lain kondisi Raja Vinix semakin melemah.


"Kenapa tubuh ku semakin lemas?," rintih Raja Vinix sembari menatap ke arah penyihir hitam di samping nya.


Ia begitu syok dan gemetar saat melihat kondisi sang penyihir.


Perlahan tangan nya mulai memberanikan diri memeriksa nadi leher sang penyihir.


Sesaat kemudian, Raja Vinix langsung tersentak kebelakang.


"D- dia, mati!," ucap Raja Vinix dengan tatapan penuh akan ketakutan.


Ucapan nya membuat Pura kembali menatap ke arah nya


Wajah Raja Vinix begitu terlihat tegang, dan badan nya begitu lemas mengetahui kenyataan itu, tatapan nya pun kosong tanpa keangkuhan yang selalu terlihat dalam diri nya.


"Terima lah semua ini ayah, lepaskan semua kesombongan mu dan bertobatlah," ucap Pura mencoba kembali menasehati sang ayah.


Bersamaan dengan itu, Raja Vinix kembali terbatuk batuk dan mengeluarkan banyak darah segar dari mulut nya.


Membuat mata Pura menjadi basah saat melihat nya.


Dengan cepat Pura mengusap air mata nya, mencoba tegar dan kuat sembari kembali mengangkat busur nya yang langsung di tujukan ke arah sang ayah.


"A- apa yang kau lakukan?," seru Raja Vinix dengan nafas yang semakin kembang kempis.


"Membantu mu ayah," sahut Pura membuat Raja Vinix langsung berusaha menghindar dari bidikan Pura walaupun dengan merangkak sekalipun.


A- aku masih ingin hidup dan berjaya seperti dulu, batin Raja Vinix berusaha menahan rasa sakit di tubuh nya.

__ADS_1


Arrrrgh!


Teriakan Raja Vinix kini begitu menggema di seluruh hutan.


Namun aneh nya, panah Pura masih tetap tegak melekat di busur nya.


Tatapan Pura begitu kosong, badan nya perlahan terduduk di tanah menyaksikan ayah nya yang kian meronta ronta kesakitan di hadapan nya dengan api yang terus berkobar melahap tubuh lemah Raja Vinix.


"A- ayah," ucap Pura tak bisa membendung air mata nya lagi.


Perlahan lahan, Raja Vinix mulai terkapar di tanah dengan luka bakar di sekujur tubuh nya.


"Ki- Kinan," ucap lirih Raja Vinix sebelum maut benar benar mengambil nya, mengakhiri kesombongan dan kebiadaban nya di atas dunia.


Siapa yang menabur ia juga yang akan menuai nya.


Rasa sakit di penghujung maut nya tak bisa menebus rasa sakit yang telah ia berikan ke dunia bahkan kepada para wanita yang telah ia lecehkan.


Namun dengan maut itu, ada harapan besar dunia akan mengerti dan belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan.


"Akhir nya dia binasa juga. Ibu, beristirahatlah dengan tenang di sana," seru Satan mulai merasakan ada beban besar yang lepas dari dalam diri nya saat itu juga.


Serangan yang berasal dari Satan saat itu ternyata berhasil mengenai Raja Vinix hingga membuat nya binasa dengan mengenaskan.


"Kini giliran kita yang akan menyusul mereka," seru Pura sembari menyeka air mata nya.


Sementara di lain tempat, Raja Inggit berhasil memutus tali yang membelenggu tangan nya.


"Raja?," seru penasehat Yun begitu gelisah saat mendapati sang Raja berhasil lepas dari ikatan nya.


"Dengar Raja!, ini tidak baik," seru penasehat Yun begitu khawatir dengan keselamatan Raja nya.


"Kau!," seru Raja Inggit begitu kesal namun memilih untuk segera pergi dari sana dan mencari keberadaan Pura sebelum terlambat.


Di sisi lain, Satan begitu tercengang menatap gadis polos di hadapan nya.


Kini dia begitu hebat tanpa rasa takut sedikitpun.


"Aku bertanya sekali lagi pada mu Satan, apa kau menyesal dengan semua yang kau lakukan?," seru Pura masih mencoba menekan amarah nya saat itu.


Berharap ada kata penyesalan dari mulut Satan saat itu.


"Aku tidak pernah menyesal dengan semua nya Pura!, aku begitu bangga telah berhasil mewujudkan cita cita ibu ku," seru Satan membuat Pura langsung naik pitan.


Perlahan, Pura kembali kembali mengangkat busur nya dan berlari ke arah Satan.


Dengan berderai air mata, ia mencoba melupakan apa yang akan ia tinggalkan setelah kematian nya telah datang.


Satu per satu panah Pura terus melesat cepat lepas dari busur nya.


Teriakan Satan terus terdengar berulang di setiap menit nya.

__ADS_1


Hingga membuat tubuh raksasa Satan berangsur angsur kembali berukuran normal selayak nya manusia.


"Ini lah panah yang akan melepaskan kita dari dunia ini!," seru Pura segera melepaskan panah nya yang terakhir tepat di dada Satan.


Drupa, kita akan segera bertemu, dan kau Raja Inggit, tetaplah hidup dengan damai dan jadilah Raja yang bisa mempersatukan dunia ini, batin Pura tanpa ragu segera menancapkan tubuh nya sendiri tepat di panah yang bersarang di dada Satan.


Seketika api kembali berkobar hebat mengepung mereka.


Membakar mereka hingga habis tak tersisa.


Di saat itu juga, masa lalu kembali terulang.


Raja Inggit yang baru saja datang ke tempat itu segera terduduk lemas di tanah dengan tangis histeris nya.


"Aku terlambat," ucap Raja Inggit menatap lemas ke arah debu Pura dan Satan yang mulai berhamburan terbawa angin.


Seketika dunia menjadi hening.


Hujan mengguyur bumi mengiringi Raja Inggit yang perlahan lahan mulai berjalan kembali ke istana nya.


"Raja," seru penasehat Yun namun tanpa ada jawaban sedikitpun dari Raja Inggit yang masih syok akan kejadian hari itu.


ย 


Sejak saat itu, tempat pertarungan antara Satan dan Pura di jadikan tempat keramat oleh semua orang.


Nama Pura di masukkan di dalam catatan sejarah dan di ukir di relief kerajaan Safar meneruskan tugas Drupa dalam pertarungan kedua nya.


Raja Inggit tetap menjadi Raja yang bijaksana sesuai keinginan Pura.


Ia mencoba menyatukan seluruh dunia selama ia hidup.


Namun penasehat Yun di lengserkan dari jabatan nya karna di rasa sudah menentang keputusan Raja.


Tanpa bisa dipercaya, usia Raja Inggit bisa melampaui usia manusia pada normal nya.


Tapi ia tetap bersikeras tidak mau menikah dan memiliki keturunan untuk penerus nya kelak.


Hingga akhir nya, ia wafat setelah ia merasa dunia sudah bisa ia tinggalkan dengan perasaan tenang.


Dan wafat nya Raja Inggit, juga mengakhiri kejayaan dan berdiri nya kerajaan Safar di atas dunia.


____###___


Alhamdulillah, novel ini telah berhasil tamat hari ini๐Ÿ˜Š.


Author mohon maaf jika banyak kesalahan ya...


Kritik dan saran pasti saya tampung tapi tetap dalam jalur yang mendidik ya๐Ÿ˜„, bukan yang menghina, memaki atau sebagai nya๐Ÿ™.


See you๐Ÿ˜˜.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian.


mampir di cerita ku yang lain ya๐Ÿ˜Š, aku tunggu..


__ADS_2