Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Aliran kekuatan Drupa.


__ADS_3

Satan terus memberontak di tempat nya berdiri.


Bahkan kekuatan nya yang sedang dalam ukuran raksasa tak mampu melawan tarikan dari bawah kaki nya.


Sementara Pura kini telah bersiap dengan serangan nya yang berikut nya.


"Kau juga seorang perempuan seperti ibu ku, tapi kau bersikap seakan kau itu tak mengerti penderitaan nya," keluh Satan menatap tajam ke arah Pura, berharap Pura mengerti akan diri nya dan berbalik berpihak pada nya.


"Lalu kenapa kau juga hanya melihat penderitaan ibu mu saja Satan!, kenapa kau tidak memandang penderitaan yang kami tanggung atas sikap mu dan ibu mu itu!," sentak Pura dengan berderai air mata.


Sekilas, bayangan akan ibu kandung nya dan kehidupan nya bersama Drupa dan semua rasa kehilangan nya itu begitu menyayat hati nya.


Satan begitu tertegun mendengar itu semua.


Ia seakan memikirkan perkataan Pura saat itu.


Bukan ibu nya saja perempuan yang menderita di dunia.


Ia perlahan mengingat apa yang tidak pernah ia perhatikan saat melakukan pembantaian.


Jeritan dari para korban nya begitu membuat nya senang hingga ia lupa mendengar tangisan para wanita yang kehilangan anak serta rintihan kesakitan dari mulut mereka.

__ADS_1


Bahkan permohonan ampun dari mereka tak pernah Satan sadari hingga kini.


"Sebelum ibu mu, sudah banyak wanita yang bernasib sama seperti nya, tapi mereka hanya bisa diam!, dan setidak nya jika ibu mu memiliki kekuatan untuk melawan pun, kenapa ia tak berfikir hal yang lebih baik lagi dari ini!, ini semua terjadi karna keserakahan ayah ku!, tapi kenapa semua orang harus merasakan imbas nya!," teriak Pura begitu marah saat itu.


"A- aku di ciptakan untuk tujuan ini," ucap Satan dengan raut wajah kebingungan.


Seakan ada yang bergejolak dalam hati nya saat itu.


"Takdir bisa kau rubah jika kau mau Satan, nyata nya kau hanya fokus kepada perintah ibu mu saja!," seru Pura sudah bersiap dengan panah kedua nya.


"Omong kosong macam apa ini!, cepat lepaskan panah mu agar kita bisa terbebas dari nya!," seru Raja Vinix membuat busur panah Pura berbalik arah membidik tubuh Raja Vinix.


Membuat Raja Vinix gemetar ketakutan hingga tak berani berbicara sepatah kata pun lagi.


Sang penyihir nampak terkena imbas dari kekuatan nya sendiri.


Alih alih menggunakan kekuatan nya untuk memulihkan kondisi nya.


Kekuatan itu malah berbalik menyerang nya dan membuat kondisi nya semakin buruk.


"Jangan berkata apapun lagi ayah!, kau sudah terlalu menyusahkan berada di dunia ini. Jika aku tega, aku sudah melepaskan panah ini ke arah mu sejak tadi," ucap Pura membuat Raja Vinix begitu sulit hanya untuk sekedar menelan ludah.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, melihat Pura sedang lengah, Satan kembali mengarahkan serangan nya ke arah Pura.


Dengan harapan, Pura bisa lenyap dengan sekali serangan nya.


Namun, lagi lagi Satan di buat menganga, karna kali ini serangan Satan bahkan tak bisa menyentuh kulit Pura.


Ada sebuah sinar yang menepis serangan nya saat serangan itu hampir mengenai Pura.


"Kau masih belum menyerah juga rupa nya?," ucap Pura kembali mengarahkan bidikan nya ke arah Satan.


"A- apa yang ku lihat barusan?," ucap Satan semakin nampak kebingungan.


"Drupa kini hadir dalam diri ku Satan, aliran kekuatan nya mengalir dalam darah ku, jadi bersiaplah untuk mati hari ini!," seru Pura dengan percaya diri penuh.


"Aku tidak akan kalah hari ini Pura!, camkan itu!," sentak Satan membuat panah Pura segera melesat cepat ke lengan Satan.


Arrrrgh!


Teriakan Satan kembali melengking terdengar hingga ke penjuru wilayah kerajaan Safar.


Hingga membuat Raja Inggit terus berupaya untuk membebaskan diri nya dari sekapan penasehat Yun.

__ADS_1


Aku harus segera menolong Pura, batin Raja Inggit terus berusaha menggesek tali yang membelenggu tangan nya.


__ADS_2