Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 6. Hilangnya sebuah kehormatan dan identitas.


__ADS_3

Malam itu istana telah di sulap dengan ajaib nya.


Semua kemewahan, kemeriahan, kenikmatan dipertontonkan di perayaan malam itu.


Bahkan gema perayaan itu mungkin terdengar sampai ke kerajaan tetangga.


Jika di ukur dari perayaan pernikahan antara Raja Vinix dan Permaisuri Titian, serta perayaan Raja menyambut anak pertama dan pernikahan dengan para selir nya. Kemeriahan itu tak ada apa apa nya dengan perayaan malam pernikahannya dengan permaisuri barunya yaitu Rubby.


Bahkan Raja Vinix yang terkenal akan kekejaman nya, malam itu sedikit berbaik hati menyalurkan kebahagiaan nya kepada Rakyat dengan memberikan mereka 50 gerobak roti gandum dan ber ton ton susu bagi rakyatnya.


Rakyat dengan cepat menyambar semua roti dan susu secepat yang mereka bisa.


Beruntung bagi mereka yang dapat meraup banyak roti, setidaknya itu bisa mereka simpan untuk sekedar tidak merasa kelaparan selama 1 bulan ke depan.


"Raja sudah berbaik hati pada kalian..!!, apa kalian tak mau mengucapkan doa baik untuk nya...!!", teriak Hang Sepuh dengan gagah nya berdiri di depan kerumunan Rakyat yang sedang fokus berebut roti dan susu gratis dari Raja.


"Semoga Raja ku benar benar mendapatkan seorang putra mahkota", ucap Rakyat secara serempak dengan bersujud di hadapan Hang Sepuh.


"Semoga bahagia selalu", seru rakyat serempak membuat Hang Sepuh puas mendengarnya.


Sedangkan dari balkon kamarnya.


Rubby menatap jijik terhadap semua rakyat yang berkerumun di depan gerbang kerajaan.


"Hanya dengan sebuah roti dan susu, mereka melupakan penderitaan yang mereka alami, bahkan mereka dengan mudah memberikan doa baik untuk Raja tanpa memikirkan nasibku..!!, kerajaan macam apa ini...!!, sungguh dunia sangat tak adil bagiku..!!", seru Rubby menatap rakyat yang masih asyik bersujud syukur pada Hang Sepuh dengan tatapan penuh deraian air mata.


"Permaisuri, tolong jangan menangis..!!, itu bisa memudarkan riasan wajah Permaisuri, kami bisa terkena marah oleh Hang Sepuh dan Raja Vinix", ucap seorang dayang membenarkan riasan wajah Rubby yang memudar akhibat tetesan air matanya yang tak ada henti.


Kala itu Rubby telah menjelma menjadi wanita yang berkali kali lipat cantik nya.


Dengan balutan baju kebesaran kerajaan serta mahkota Permaisuri yang kini melingkar di kepalanya.

__ADS_1


Rambut yang ikal terurai dengan hiasan bunga merah menambah daya tarik nya sebagai seorang calon mempelai wanita.


"Singkirkan itu dari ku..!!, belum cukup kah kamu mendandaniku seharian...!!, apa begitu penting kemarahan Raja untuk mu...??, apa sedikitpun kalian tak ingin menolongku dari jerat ketidak adilan ini", seru Rubby merasa muak dengan sikap semua orang yang ia temui di istana itu.


"Maaf Permaisuri, kami hanya menjalankan titah", ucap para dayang serempak sembari berjalan meninggalkan Rubby.


"Jika kalian di minta mati hari ini oleh Raja kalian, apa kalian akan melaksanakannya...!!", teriak Rubby kesal sembari kembali menangis di ranjangnya.


Ucapan Rubby membuat langkah kaki dayang terhenti sejenak.


Tanpa berani menoleh kembali ke belakang, mereka dengan mantap meneruskan langkah kaki mereka dan segera mengunci kamar Rubby dari luar.


Di tengah tangisannya, gema musik semakin terdengar kencang di telinganya.


"Hentikan...!!", teriak Rubby mencoba mengeluarkan kekuatannya.


Tapi nihil.


"Aku pasrahkan diri ku padamu dewa", ucap Rubby di penghujung keputusasaannya sembari memandang langit malam itu.


Di bawah sinar bulan, di balkon itu.


Ia terduduk menangis meratapi nasib nya kini.


Hanya dalam waktu sehari saja ia disana.


Di dalam hati Rubby sudah menumpuk dendam pada Kerajaan itu bahkan para rakyatnya.


Tak berselang lama.


Para dayang kembali dan membawa Rubby ke atas pelaminannya.

__ADS_1


"Mari Permaisuri", ucap seorang dayang mencoba memapah permaisuri barunya.


Tanpa berkata dan berucap.


Rubby berjalan menuju ke pusat acara berlangsung.


Tatapan matanya kosong, seakan ia sedang berjalan tanpa raga kala itu.


Tanpa perlawanan, seperti yang diperkirakan dayang dan Hang Sepuh.


Permaisuri Rubby berjalan mendekati Raja dan duduk dengan mantap di pelaminannya.


Semua mata memandangnya tanpa berkedip sedikitpun.


Bahkan Raja Vinix sangat terpukau akan kecantikan Permaisuri barunya.


"Bak bunga keabadian", ucap Raja Vinix mengelilingi sang permaisuri baru nya.


"Perkenalkan Para Raja dan Ratu...!!, inilah Permaisuri baru ku malam ini..., permaisuri Rubby, yang akan menggantikan Permaisuri Titian di sampingku, dan aku juga umumkan kali ini, bahwa Permaisuri Titian resmi berganti kedudukan menjadi selir ku malam ini", ucap Sang Raja membuat gemuruh para tamu terdengar amat kencangnya.


Mereka mengucapkan selamat atas kebahagiaan yang kini hadir di kehidupan Raja Vinix.


Bahkan salah satu dari para tamu tak ada yang menentang keputusan dan ketidak adilan sang Raja malam itu pada seorang gadis dari kaum penyihir putih seperti Rubby.


Bahkan malam ini, dengan kedua mata ku aku sudah bisa melihat, bagaimana dunia menanggapi sebuah ketidak adilan di sekeliling mereka, gumam Rubby menyayangkan hal itu.


Sementara, permaisuri Titian yang telah resmi berubah sebutan menjadi Selir Titian amat geram menyaksikan semuanya.


"Ayo kita pergi dari sini..!!, kehormatan ku hanya akan semakin hancur di sini", seru Selir Titian beranjak dari duduknya dan bergegas menuju ke kediamannya meninggalkan acara yang baru saja berlangsung.


Kehormatan dan identitas ku telah hilang malam ini..!!, pengabdian ku selama ini hanya di anggap sebelah mata oleh Raja, gumam Selir Titian masih sakit hati akan perlakuan Raja Vinix padanya.

__ADS_1


__ADS_2