Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Ikut terperdaya.


__ADS_3

"Kenapa kau marah?, dia baik baik saja bukan," ketus seorang warga tak mengenali siapa yang hampir di injak nya.


"Sudahlah, aku baik baik saja," ucap Raja Inggit melerai kedua nya.


"Jika aku jadi Raja sudah ku patahkan kaki mu itu!," sentak penasehat Yun tak terima.


"Raja?, ber mimpilah terus tuan!, ada ada saja angan angan orang tua ini," keluh seorang warga menyulut api kemarahan penasehat Yun.


"Sudah, sudah!, bisa gagal rencana kita!," seru Raja Inggit kembali menerobos antrian di hadapan nya


"Heh!, menyingkir lah sedikit nyonya!, tubuh mu menutupi jalan ku," seru penasehat Yun tak terbiasa berdesakan saat menginginkan sesuatu.


"Terserah kau saja lah," keluh Raja Inggit lelah menasehati penasehat Yun.


"Sebenar nya apa yang kita cari di sini?, mereka hanya membeli barang sesuai keinginan mereka sendiri, tak ada paksaan atau ancaman sejauh ini," ucap penasehat Yun terus membuka jalan bagi mereka.


"Mungkin kita harus menemui penjual barang barang itu terlebih dahulu," sahut Raja Inggit Inggit terus mengamati keadaan sekitar.


"Coba kita berfikir seperti mereka, apa yang coba kita inginkan?," ucap Raja Inggit semakin bingung dengan pemikiran rakyat nya sendiri.


"Hamba akan terlebih dulu membeli nasi, lihatlah mereka, mereka mengantri dengan memegangi perut mereka, dan lihat tubuh mereka, sudah kurus kering, pasti karna kelaparan," ucap penasehat Yun terus menerobos antrian hingga mulai terdengar suara sang penjual di depan mereka.


"Aku sepemikiran dengan mu, tapi apa yang membuat mereka berfikir lain?," sahut Raja Inggit.


Saat ia menoleh kembali ke arah penasehat Yun.

__ADS_1


Ia sudah tak menemukan nya di samping bahkan di hadapan nya.


"Yun!," seru Raja Inggit yang kini harus berusaha membuka jalan untuk diri nya sendiri.


----------


"Lihatlah Raja!, hamba dapat tikar, kursi goyang, dan juga kendi," seru penasehat Yun dengan bahagia nya.


"Kau harus lihat punya ku dulu penasehat!, aku membeli banyak barang hingga tak kuat membawa nya," seru Raja Inggit dengan bangga menenteng barang belanjaan nya.


"Aku akan letakkan ini di kamar ku, dan ini di dapur, istri ku pasti butuh suasana baru," ucap penasehat Yun bergegas menuju kembali ke rombongan kerajaan mereka.


"Menurut mu, apa ini cocok di tempel di tembok singgasana ku?," tanya Raja Inggit sembari menatap ke arah sebuah hiasan dinding yang bahkan tak ia butuhkan di istana nya.


"Tembok yang mana Raja?, tembok istana sudah penuh dengan ornamen serta hiasan hiasan nya," sahut penasehat Yun sembari tak berpaling dari barang barang milik nya.


Tak berselang lama, mereka telah tiba di tempat mereka memulai semua nya.


Dengan tatapan heran, para prajurit menatap aneh kedua junjungan nya itu.


"Maaf Raja ku, untuk apa semua ini?," tanya sang prajurit heran.


"Untuk apa kau bilang?," seru penasehat Yun merasa bingung.


"Apa maksud mu prajurit?," keluh Raja Inggit mulai tersadar dari ilmu keserakahan milik Satan.

__ADS_1


"Jangan bertele tele!, kita ke sini bukan untuk main main!," sentak penasehat Yun membuat para prajurit langsung bungkam.


Bersamaan dengan Raja dan penasehat yang kembali naik ke kuda nya masing masing.


Para prajurit masih sibuk mengemasi barang belanjaan dari Raja dan sang penasehat.


"Lama sekali kalian!, ayo jalan!," sentak penasehat Yun merasa kesal karna di buat menunggu.


"Tapi ini terlalu berat penasehat, kuda kita tidak cukup untuk membawa semua nya," sahut sang prajurit membuat Raja Inggit dan penasehat Yun tercengang dan seketika menoleh ke arah belakang.


"A-apa ini?," seru penasehat Yun begitu syok saat melihat perkakas yang mereka beli tanpa sadar.


"Mustahil!, apa kami yang membeli nya?," tanya Raja Inggit membuat para prajurit saling bertatapan.


"Kami tidak punya banyak uang untuk membeli barang barang mahal ini Raja," sahut sang prajurit membuat Raja dan sang penasehat segera memeriksa kantong uang mereka.


"Kurang aj*r!," seru Penasehat Yun seketika saat mendapati kantong uang nya yang kosong.


"Benar benar kosong," keluh Raja Inggit masih lemas tak percaya.


"Apa ini semacam hipnotis dan tipuan Raja?," seru penasehat Yun merasa di permainkan.


"Mungkin, dan itu terjadi tanpa kita sadari sedikit pun," seru Raja Inggit sembari menatap para rakyat nya yang telah di tipu daya oleh penjual curang itu.


"Kasihan sekali mereka," ucap Raja Inggit menyayangkan hilang nya kehidupan rakyat nya yang dulu.

__ADS_1


"Lalu bagaimana baik nya Raja ku?, menurut ku kita seret saja mereka ke penjara," usul sang penasehat.


"Ide bagus!, semua ulah mereka tak bisa diampuni. Kalian dengar semua!, cepat tangkap dan gelandang mereka ke istana segera!, dan sebagian prajurit pulanglah ke istana dan ambil beberapa makanan di dapur untuk rakyat di desa ini. Sementara kami harus menyelesaikan misteri mayat itu sebelum matahari tenggelam," seru Raja Inggit langsung membuat para prajurit bergegas dengan tugas nya masing masing.


__ADS_2