
Hari itu gua kediaman tabib Yagya nampak terlihat sepi dari biasa nya.
Orang orang yang sengaja datang dari jauh untuk berobat harus rela pulang dengan tangan kosong.
Pasal nya, tak ada tanda tanda adanya tabib Yagya dan sang suami di sana.
Bahkan pintu gua tertutup rapat tak seperti biasa nya.
"Sttt..!!, kau bisa membuat orang orang menemukan kita", bisik penyihir hitam pada Raja Vinix.
"Aku tak mengerti, kenapa kau tak temui mereka, makanan kita jadi hilang kan..", timpal Pratap alias Raja Vinix.
"Itu urusan nanti, ada pekerjaan yang harus kita lakukan, cepat sisihkan barang barang berharga kita", perintah Tabib Yagya.
"Barang apa yang kita punya ...??, emas tidak ada, berlian apa lagi, jika kita masih di kerajaan ku, kau akan kebingungan menyisihkan barang berharga", ketus Pratap.
"Owh, jadi Raja ingin kembali ke kerajaan hancur itu, silahkan...!!, jangan cari aku jika tiba tiba Satan membuka mata nya dan ******* Raja", seru Tabib Yagya kesal.
"Tumben kau memanggil ku dengan sebutan Raja, biasa nya dikit dikit Pratap, lakukan ini Pratap, tumbuk ini Pratap, membosankan..!!", keluh Pratap merasa tak dihargai.
"Menyesal aku memanggil mu Raja..!!", ketus Tabib Yagya mencoba meredam emosi nya.
"Jika aku masih punya kuasa, sudah ku penjarakan kau dari dulu penyihir", seru Pratap dengan tangan yang sibuk mengumpulkan perbekalan di selembar kain.
"Jika kau berbicara sepatah kata lagi, aku pastikan akan meninggalkan mu di sini", ancam Tabib Yagya sibuk membereskan barang barang nya.
Semenjak itu Pratap hanya diam.
Ia harus menekan harga diri nya demi mendapat perlindungan dari sang penyihir hitam.
Jika ia tahu nyawa nya terikat dengan penyihir hitam, pastinya Raja Vinix tak akan mendengarkan ocehan apapun dari penyihir hitam, bahkan keadaan mungkin akan menjadi sebaliknya, mungkin saja Raja Vinix akan memperbudak penyihir hitam dengan semena mena dengan alasan ikatan jiwa mereka.
Saat semua orang telah pergi dari depan mulut gua.
__ADS_1
Kini saat nya mereka keluar dan melancarkan aksi nya.
"Jika mereka tahu kita pergi, mereka tak akan membiarkan nya", ucap Tabib Yagya mengelus dada.
"Mereka akan kembali lagi besok, kemana lagi mereka akan berobat jika tidak kepada kita", ucap Pratap memandang ke sekitar gua.
"Kita tak akan kembali lagi, ada hal yang harus kita lakukan", ucap Tabib Yagya mulai berjalan meninggalkan gua nya.
"Kau yakin..??, selama ini tempat inilah tempat teraman bagi kita, aku rela mengobati orang orang lemah itu demi persembunyian ini, tapi kau....", keluh Pratap lagi.
"Apa ada yang tidak bisa kau keluhkan...??, mana wibawa dan pemikiran mu sebagai Raja, kenapa kau sangat lemah sekarang..??", seru Tabib Yagya merasa muak dengan sikap sang Raja Vinix yang sekarang.
"Aku begini karna aku memakai otak ku, jika aku memakai otak Raja ku sudah pasti Satan sudah menemukan ku sejak dulu", seru Pratap membuat Tabib Yagya tak menimpali ucapan nya lagi.
Benar juga, cerdas juga dia, ku kira status Raja nya hilang, hilang pula kepintaran nya, gumam Tabib Yagya dalam hati.
"Kenapa kau diam..??, lalu, siapa identitas ku kali ini..??", tanya Pratap sembari terus berjalan menebas lebat nya hutan.
"Identitas kita tetap, aku Tabib Yagya dan kau suami ku Pratap", ucap Tabib Yagya berjalan mencari arah menuju tempat tujuan nya.
"Sang lawan telah lahir, dan para monster mulai bermunculan untuk memburu nya, kita harus lindungi dia sampai tiba saat nya ia melawan Satan", ucap Tabib Yagya.
"Dan aku akan menjadi Raja kembali, benar begitu..?, sudah lama aku ingin duduk di singgah sana dan memeras keringat rakyat ku beserta wanita nya", tawa Pratap menggema.
"Sudah selesai berkhayal nya..!!, tidak puas kah kau menjebak kita dalam situasi ini, seharus nya Raja berhati hati dengan sumpah serapah seorang penyihir, kenapa sang permaisuri sampai mengutuk keturunan nya sendiri..??", ucap Tabib Yagya mengeluh atas ketledoran Raja.
"Aku hanya menikmati apa yang di suguhkan di hadapan ku, aku juga tak tahu sumpah itu telah terucap dari mulut nya", keluh Pratap tak mau mengakui kesalahan nya.
"Sudah lupakan..!, kita harus secepat nya menemukan anak berlambang bunga Krisan", ucap Tabib Yagya terus melanjutkan langkah nya.
"Seberapa kuat anak lelaki itu, sampai ia ditakdirkan untuk bisa menjadi lawan Satan..??", singgung Pratap.
"Orang hebat tak selama nya lelaki, dan aku punya filing kuat akan hal itu", ucap Tabib Yagya.
__ADS_1
"Kau bergurau..??, kehebatan selalu di pundak lelaki..!!", seru Pratap membuat Tabib Yagya menghentikan langkah nya.
"Jangan sekali lagi remehkan perempuan..!!, aku bukan wanita seperti para pemuas ranjang mu itu Raja..!", ancam Tabib Yagya.
"Hem..!!, persetan dengan perempuan", keluh Pratap berjalan mendahului Tabib Yagya yang masih kesal dengan ucapan nya.
Sementara jauh di bagian bumi lain.
Drupa bersenandung sebuah lagu yang akhir akhir ini ia ciptakan sendiri.
"Pembuat masalah keluar dari gua nya...., siapkan makanan mereka akan datang".🎶🎶
Senandung Drupa sepanjang hari membuat sang ibunda merasa akan ada suatu hal yang akan datang.
"Ayah, kenapa Drupa bernyanyi lagu itu sepanjang hari..??, apakah lagu itu ada arti nya..?", tanya Greci merasa khawatir.
Sementara sang kakek hanya tersenyum sembari mengobati luka para penduduk yang masih terbaring tak berdaya akhibat serangan Mort beberapa hari yang lalu.
"Dia hanya anak anak, kamu sendiri kan yang berucap begitu, wajar jika anak anak menyanyi dan menciptakan lagu khayalan nya sendiri", ucap San mencoba membuang kekhawatiran di hati Greci anak nya.
Namun, sejak kejadian kejadian aneh yang menimpa mereka.
Greci lebih banyak memusatkan perhatian nya pada Drupa.
Ia tak mau ada hal buruk yang menimpa putri semata wayang nya itu.
"Kenapa anak ku harus lahir di kondisi dunia yang kacau balau seperti ini..??, jika dia tahu masa kecil ibu nya ia pasti akan iri, bebas berlari kesana kemari, naik gunung, berendam di danau, mencari ikan", keluh Greci sembari memperhatikan anak nya dari jauh.
Belum selesai angan angan nya tentang masa kecil nya.
Drupa segera berlari memeluk sang ibunda.
"Pasti asyik ya ibunda..?, apa boleh Drupa lakukan itu sekarang..?", seru Drupa membuat Greci merasa heran.
__ADS_1
"Apa yang asyik sayang..?, lakukan apa..?, jangan berbicara ngelantur..?, ayo kita masuk..!, hari sudah mulai gelap", seru Greci tercengang dengan ucapan Drupa.
Apa mungkin dia mendengar kata hati ku..??, tidak..!, anak ku cuma gadis biasa, tidak lebih, gumam Greci kembali menepis kelebihan sang anak.