Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Tantangan dari Pura 2.


__ADS_3

Melihat Satan yang merintih kesakitan.


Raja Vinix berusaha bangkit dan melawan rasa sakit di sekujur tubuh nya.


"Ayo penyihir!, kau tak mau mati sia sia di sini bukan?," ucap Raja Vinix mencoba memapah sang penyihir yang terlihat lemas dengan sisa tenaga nya.


Jika bukan karna nyawa ku terhubung dengan nyawa mu, aku tak akan bersusah payah memapah mu seperti ini di keadaan ku yang juga dalam keadaan sekarat, batin Raja Vinix mencoba menepuk nepuk pipi penyihir hitam agar tak pingsan atau mati saat itu.


Sementara Satan terus mencerna apa yang tengah menimpa diri nya.


Pasti bukan karna pedang kecil itu, bagaimana mungkin pedang itu bisa membuat ku kesakitan seperti ini, batin Satan mencoba berhati hati jikalau Pura tiba tiba melakukan serangan lanjutan pada nya.


Ternyata benar, belum sempat ia menghindar.


Pura sudah kembali melempar sebuah belati yang kali ini juga tepat mengenai kaki kanan Satan.


*Ar**rrrgh*!


Teriak Satan sekali lagi terdengar melengking di telinga, hingga membangunkan Raja Inggit yang tengah pingsan.

__ADS_1


Perlahan kesadaran nya mulai kembali, ia begitu bingung dengan diri nya sendiri saat kesadaran nya mulai kembali seutuh nya.


Terakhir yang dia ingat, ia tengah bertarung dengan Satan beberapa saat lalu.


Namun saat Satan pergi meninggalkan area pertempuran, Pura mengajak nya menemui penasehat Yun untuk mendapatkan saran akan situasi itu.


Tapi di tengah perjalanan, Raja Inggit merasa ada yang memukul nya dari belakang, dan setelah kejadian itu ia tak mampu mengingat apapun lagi.


"Penasehat!," seru Raja Inggit seketika mencoba bangkit saat ia mengingat semua nya.


Namun, nyata nya ia lebih di kejutkan lagi karna pada saat itu tangan nya telah di ikat di sebuah pohon besar di sisi hutan.


Ia terus berfikiran bahwa Pura telah di tangkap oleh Satan saat itu.


"Tenanglah Raja", ucap penasehat Yun perlahan berjalan muncul dari semak semak, ia nampak mulai pulih kembali meskipun masih harus berjalan menggunakan tongkat.


"Syukurlah kau ada di sini Yun!, cepat tolong aku!, mungkin saat ini Pura sedang dalam bahaya," seru Raja Inggit mencoba terus mengoyak tali pengikat di tangan nya.


"Maaf Raja, hamba tidak bisa melakukan itu," ucap penasehat Yun membuat Raja Inggit begitu tercengang di buat nya.

__ADS_1


Sementara di sisi lain.


Satan tak bisa lagi menggerakkan kedua kaki nya lagi.


Karna kedua serangan Pura telah membuat nya merasa begitu kesakitan di sekujur tubuh terutama di bagian kaki, hingga kaki nya tak bisa di gerakkan seperti orang lumpuh.


"Kini akulah Lawan mu Satan!, apa kau mengerti ucapan ku!," seru Pura membuat Satan kembali terbelalak tak percaya.


"Mustahil!, bagaimana mungkin?," ucap Satan tak mengerti akan semua itu.


"Berkat ibu mu lah aku mengerti, bahwa darah bisa melakukan segala nya," seru Pura kembali mulai membidik Satan dengan sebuah busur panah yang telah ia olesi darah nya.


Kenapa dia malah mencari maut nya sendiri?, bodoh!, aku harus lebih berhati hati dengan wanita licik itu, terlebih sekarang darah nya lah yang bisa menjadi maut ku, batin Satan mencoba kembali bangkit dan menghadapi Pura kembali.


"Aku sudah menantang mu Satan!, dan tantangan itu tak akan pernah berakhir jika kau belum mati di tangan ku," seru Pura sembari melepas sebuah busur panah.


Namun kali ini, serangan Pura berhasil di hadang oleh Satan.


Gawat!, aku harus mencari kelemahan nya, batin Satan sembari mencoba melepas pedang dan belati yang menancap di kaki nya.

__ADS_1


__ADS_2