
"Sampai mana percakapan kita tadi?," seru Raja Vinix memecah keheningan setelah kepergian Greci dari istana.
"Memang kau berharap apa?," sahut penasehat Yun tak suka.
"Ku saran kan, kita selesaikan masalah lamaran ini, seperti yang seharusnya," seru Raja Vinix tersenyum licik.
"Baiklah, apa lagi yang diperlukan untuk persyaratan pernikahan?, aku menurut saja", seru Raja Inggit membuat Raja Vinix menatap penyihir hitam.
"Mungkin yang di maksud Raja Vinix ialah, masalah mahar pernikahan," seru penyihir hitam membuat Penasehat Yun beserta Pura langsung terkejut.
"Lancang!, sudah untung putri mu di lamar oleh Raja tertinggi kami!," sentak penasehat Yun menunjuk ke arah Raja Vinix.
"Jangan lupa, aku juga seorang Raja, bahkan sebelum kalian lahir bahkan sebelum kerajaan ini berdiri", seru Raja Vinix dengan mencoba mempertahankan wibawa nya.
"Jangan bertindak semakin keterlaluan ayah!," seru Pura memperingatkan.
"Sudah, sudah!, aku tak keberatan dengan sebuah mahar, yang terpenting bagiku, tak ada halangan di pernikahan ku," sahut Raja Inggit membuat Pura semakin khawatir.
"Bagus!, begitulah calon menantu idaman ku!," seru Raja Vinix membuat penasehat Yun mendengus tak suka.
"Katakan!, aku harus memberi apa untuk mahar pernikahan ku dengan putri mu?," seru Raja Inggit langsung ke pokok persoalan nya.
"Kau kan tahu Raja, aku ini adalah Raja Vinix," seru Raja Vinix.
"Lalu ?," sahut Raja Inggit.
"Bagaimana aku bisa di panggil Raja kembali sementara aku tak memiliki sebuah kerajaan ku sendiri," ucap Raja Vinix mulai mengutarakan keinginan nya.
Ucapan nya sontak membuat Pura nampak syok dibuat nya.
Jangan lakukan itu ayah, batin Puja.
Orang ini begitu berani, keluh penasehat Yun dalam hati.
"Dan aku harus?," tanya Raja Inggit kembali.
__ADS_1
"Aku meminta sebuah kerajaan ku sendiri untuk membangkitkan nama ku, aku tak mau hanya hidup di gubuk kecil sementara putri ku hidup di dalam istana megah ini", seru Raja Vinix membuat Pura terbelalak tak percaya.
Ucapan Raja Vinix berhasil membuat Pura sangat malu di hadapan calon suami nya.
"Jangan kabulkan semua itu Raja ku!, dia telah menghina kita dengan permintaan nya itu!, masih banyak wanita yang lebih segala gala nya di banding kan dia!", seru penasehat Yun dengan nada memohon.
"Benar Raja, hamba siap mundur dari pernikahan ini," ucap Pura mengusap air mata nya.
Ia tak sanggup menahan malu karna ulah ayahanda nya sendiri.
"Tidak usah merendah Pura, aku akan kabulkan apapun mahar yang di minta ayahanda mu demi bisa menikah dengan gadis tercantik seperti mu," seru Raja Inggit membuat Pura merasa di hargai keberadaan nya di sana.
"Baiklah jika kau setuju, aku tunggu janji mu Raja," ucap Raja Vinix sembari memberi hormat dan berjalan meninggalkan istana.
"Sungguh hamba terkejut dengan diri Raja ku hari ini, hanya demi seorang wanita seperti dia" keluh penasehat Yun pamit dari hadapan Raja Inggit dengan kecewa.
Bersamaan dengan itu, Raja Inggit malah merasa iba menatap calon istri nya.
"Tenanglah Pura, aku akan menepati semua ucapan ku pada mu, sekarang kau istirahat lah," ucap Raja Inggit mengantar Pura menuju ke kamar tamu istana.
----------
Keesokan hari.
Proyek pembangunan kerajaan baru Raja Vinix di mulai.
Ia berkacak pinggang sembari menatap luas tanah yang telah resmi di serahkan oleh Raja Inggit pada nya.
"Lihat lah Penyihir!, akhir nya impian kita selama ini akan terwujud," seru Raja Vinix begitu bahagia.
"Benar Raja ku, kali ini keagungan kita akan kembali bersinar," sahut Penyihir hitam tak sabar waktu itu tiba.
"Menurut mu, apa aku sudah maksimal memanfaatkan calon menantu ku yang lemah itu?," tanya Raja Vinix.
"Berpikirlah seperti Raja Vinix ku yang dulu, kau pasti akan mengerti," ujar Penyihir hitam membuat Raja Vinix kembali berfikir.
__ADS_1
"Ahh!, aku suka ucapan mu," seru Raja Vinix tertawa dengan kencang nya.
"Aku memang sedikit kesal dengan sifat kerakusan mu pada para wanita, namun aku suka cara mu mengatasi setiap keadaan demi meraih keuntungan yang besar untuk kita," seru Penyihir hitam membuat Raja Vinix kembali tertawa.
"Namun maaf Penyihir, sifat yang tak kau sukai itu mustahil aku hilangkan," sahut Raja Vinix.
"Sudahlah, ayo kita lihat persiapan kerajaan kita Raja ku," seru penyihir hitam berjalan mendekati tempat pembangunan kerajaan mereka yang mulai di bangun oleh para pekerja Raja Inggit.
Sementara di istana.
Para kerabat Raja Inggit merasa keberatan dengan pernikahan Raja Inggit dengan seorang gadis yang mereka anggap tidak jelas asal usul nya.
"Raja Inggit!, apa kau sungguh sungguh dengan keputusan mu ini?," tanya sang paman meragukan keputusan keponakan nya.
"Benar Raja, Raja masih muda, dan aku yakin pasti banyak para putri Raja sebrang yang mau menjadi istri Raja," seru sang bibi.
"Kau bagaimana penasehat!, baru kali ini aku melihat mu teledor seperti ini dalam mendampingi Raja mengambil keputusan," keluh Raja Purba yang merupakan paman dari Raja Inggit.
Nampak penasehat Yun memilih tak berkomentar apapun tentang tuduhan dan amarah Raja Purba pada nya.
"Jangan salahkan penasehat Yun paman, dia sudah berulang kali mengingatkan ku, tapi ini sudah keputusan ku, aku merasa dia wanita yang tepat untuk menjadi permaisuri ku," sahut Raja Inggit mantap dengan keputusan awal nya.
"Cinta atau sihir ini Raja?, bahkan bibi mu ini tak habis pikir, kau menyetujui mahar sebuah kerajaan baru hanya untuk meminang nya?," keluh sang bibi.
"Kerajaan itu masih di dalam wilayah kerajaan Safar bi, jadi aku masih bisa mengawasi pergerakan nya," sahut Raja Inggit.
"Jika seseorang sudah berani meminta kerajaan seperti itu, bukan tidak mungkin ia akan minta kemerdekaan kerajaan nya sendiri di masa depan," seru Raja Purba memperingatkan.
"Jika itu benar, dia tidak akan memusuhi kerajaan yang merupakan rumah dari putri dan cucu cucu nya kelak kan paman?, aku yakin seorang manusia tidak akan tega melakukan itu," seru Raja Inggit masih berfikiran positif tentang Raja Vinix.
"Terserah kau Raja, kami sudah memperingatkan," seru Raja Purba segera pamit dari hadapan Raja Inggit.
Sementara tanpa mereka ketahui.
Pura mendengar semua percakapan mereka saat diri nya melintas di depan pintu aula.
__ADS_1
Ku harap kepercayaan mu pada ayahanda ku tidak akan pernah dilanggar oleh nya, karna ia adalah manusia berhati iblis, batin Pura meneruskan kembali langkah kaki nya.