Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 39. Hari ke 2 pertarungan.


__ADS_3

Pertarungan antara Satan dan Drupa terus berlangsung hingga malam kembali menjadi siang.


Cahaya matahari sudah menerpa kedua nya yang masih terlihat dalam keadaan yang sama sama imbang.


Bahkan Drupa yang pada dasar nya hanya seorang anak kecil bisa menangkis dan menyerang Satan dengan lincah nya, seakan pengalaman bertarung nya sudah ada dalam diri nya.


"Menyerahlah anak kecil !", teriak Satan terus dengan serangan serangan nya.


"Anak kecil ?, apa kau tak ingat hari kelahiran mu sendiri !, aku masih menikmati masa kecil ku, tapi kau ?, apa aku harus memanggil mu seorang bayi !", seru Drupa membuat Satan amat murka.


"Tutup mulut mu itu !", sentak Satan tak terima kalau diri nya yang luar biasa hebat dan ditakuti semua orang dengan enteng nya di panggil bayi oleh Drupa.


Satan segera mengerang dan mengeluarkan semua kekuatan nya.


Api yang membara di tubuh nya kini semakin berkobar, dan sulut api nya bisa bermeter meter jauh nya.


Kulit nya bahkan mengelupas dan mata nya mengeluarkan cahaya merah yang menakutkan.


Badai yang menyelimuti mereka juga semakin menjadi jadi, kabut hitam menyelimuti dunia hingga menutupi cahaya matahari siang itu.


Merasakan itu semua.


Rubby segera membuka mata nya dan mengakhiri semedi panjang nya.


"Gawat !, dia bisa mencelakai diri nya sendiri dengan kemarahan nya itu !", seru Rubby mencoba berlari keluar dari tempat semedi nya untuk pertama kali nya sejak bertahun tahun lama nya.


Ia segera mencoba berbicara dengan Satan.


Tapi Satan terlalu marah untuk mendengar panggilan sang ibu.


"Satan, apa kau tidak takut dengan kekuatan mu sendiri ?", seru Drupa.


Ucapan Drupa membuat Satan tertawa dengan kencang nya.


Membuat Greci semakin gusar dan terus berlari menuju tempat putri nya berada.


"Tunggu ibunda sayang", ucap Greci berulang ulang kali terjatuh tapi dengan cepat ia segera bangkit lagi dan berlari dengan cepat nya.


"Greci !", seru tabib San amat khawatir dengan kondisi sang anak.


"Oh dewa !, lindungi cucu dan anak ku !", seru tabib San terus mengejar Greci yang berlari tanpa kenal lelah meskipun kaki nya sudah berdarah saat itu.


Sementara di tempat lain.


Rubby mencoba terbang dengan kuda terbang ciptaan nya demi menyelamat kan sang anak.


Tiba tiba ia di kejutkan dengan kemunculan penyihir hitam dan Raja Vinix yang seketika menghadang jalan nya.


Membuat Rubby tak sempat mengontrol laju kuda terbang nya dan membuat nya jatuh tersungkur ke tanah.

__ADS_1


"Kalian !", sontak Rubby tak menyangka bisa bertemu dengan penyihir dan Raja Vinix lagi.


Orang yang memiliki andil besar atas semua yang terjadi pada nya dan hidup nya.


"Rupa nya kau masih mengenali ku wanita jala*g !", sentak Raja Vinix tertawa begitu kencang nya.


"Kenapa kalian tak mati saja waktu itu", seru Rubby.


"Mati ?, hahahaha !, memang kami orang lemah seperti mu !", sentak Raja Vinix tak pernah berubah, persis seperti yang Rubby ingat di masa lalu, sombong, angkuh dan brutal.


"Kami masih memiliki urusan dengan mu Permaisuri", ucap penyihir hitam.


"Cih !, jangan pernah sebut aku dengan sebutan itu, aku tak pernah sudi !", sentak Rubby membuat Raja Vinix menatap tajam ke arah nya.


"Walau begitu, tubuh mu itu sudah ku jamah berpuluh puluh kali bukan", seru Raja Vinix malah memancing emosi Rubby.


"Diam !", sentak Rubby kehilangan kontrol diri nya.


Berhasil Raja ku, kau memang hebat, gumam penyihir hitam segera mencari titik lemah dari Rubby.


"Wow !, kau bisa marah rupa nya", seru Raja Vinix mencoba mendekati Rubby.


"Jangan coba coba !", sentak Rubby tak segan segan menyerang Raja Vinix.


"Ahh !, sial !", keluh Raja Vinix saat terkena serangan Rubby yang berhasil membuat lengan nya tergores cukup dalam.


"Pergi kalian sebelum aku marah !", seru Rubby memperingatkan.


Sial !, seru Raja Vinix dalam hati mencoba kembali mempermainkan emosi Rubby.


"Tega sekali kau dengan suami mu ini", keluh Raja Vinix meringis kesakitan.


"Aku bukan istri mu !, cukup omong kosong mu tentang masa lalu, aku punya urusan lebih penting dari pada dengan mu !", seru Rubby saat kembali mendengar suara gemuruh pertarungan antara Satan dan Drupa yang semakin sengit saja.


"Ku dengar ayah mu mati di tangan anak mu itu ya, dan bisa ku sebut monster Satan !, kasihan sekali ayah mu, karna sumpah serapah mu dan kutukan mu kau menjadi alasan kematian ayah mu sendiri", seru Raja Vinix terus mengulur waktu bagi penyihir hitam.


Ucapan Raja Vinix berhasil membuat fokus Rubby kembali teralihkan.


Ia begitu marah dengan ucapan yang keluar dari mulut sang Raja.


Melihat raut wajah Rubby, Raja Vinix tersenyum dengan licik nya.


"Apa kau pikir aku mau ayah ku dan kaum ku mati !, hah !, kemana otak mu itu !", teriak Rubby mencoba menyerang Raja Vinix lagi dan lagi.


Membuat Raja Vinix mulai kewalahan tanpa adanya kekuatan apapun yang ia miliki.


Bisa mati aku, penyihir bodoh !, sentak Raja Vinix dalam hati sembari terus menghindar dari serangan Rubby.


Berani nya dia sebut aku bodoh !, bukan aku yang bodoh !, tapi memang tak ada kelemahan di tubuh Rubby, sentak penyihir hitam dalam hati mencoba menolong Raja Vinix dari amukan Rubby.

__ADS_1


"Dulu maupun sekarang sama saja !, kau hanya bisa bersembunyi di belakang penyihir mu itu", seru Rubby dengan tak henti henti nya menyerang Raja Vinix.


"Terus lawan dia penyihir !", seru Raja Vinix mulai khawatir, ia sangat takut saat membayangkan kematian tanpa merasakan masa kejayaan nya lagi.


"Diam !, tak kau perintah aku juga akan terus lawan dia, jika kau mati aku pun mati ", seru penyihir hitam membuat Raja Vinix tercengang.


Apa maksud perkataan nya ?, apa nyawa ku terhubung dengan nya ?, gumam Raja Vinix dalam hati.


Sementara di lain tempat, Satan mulai kewalahan dengan serangan serangan dari Drupa.


Saat ia terlihat lengah, Drupa berhasil melakukan satu serangan yang membuat nya terjerambah ke tanah.


Brukkk..


Suara ambruk nya tubuh Satan bersamaan dengan erangan nya yang dasyat membuat Rubby terkejut dan ketakutan.


"Anak ku !", seru Rubby bergegas pergi tanpa menghiraukan pertarungan nya sendiri.


"Aku belum selesai dengan kalian !, aku percaya anak ku lah yang akan mencabut nyawa kalian !", seru Rubby memperingatkan.


"Astaga, kali ini kita kalah lagi", keluh penyihir hitam merasa tak berdaya dan terduduk di tanah.


Bersamaan dengan itu.


Greci telah berhasil sampai di tempat Drupa berada.


Ia begitu bahagia melihat sang anak, namun ia juga amat terkejut saat melihat ukuran nya yang raksasa saat itu.


"Anak ku Drupa !", seru Greci membuat Drupa lengah.


"Ibunda, kenapa ibunda bisa sampai kemari ?, bahaya bunda !", seru Drupa memulihkan ukuran tubuh nya menjadi normal kembali.


"Seorang ibu akan selalu mencari anak nya walaupun bahaya mengepung nya sayang", ucap Greci membuat Drupa segera memeluk sang ibu.


"Maafkan Drupa membuat ibunda dan kakek khawatir", seru Drupa memeluk semakin erat sang ibu.


Tanpa mereka sadari, Satan kembali membuka mata nya dan mulai bangkit kembali.


"Awas Drupa !", teriak Pura dari dalam gua tanpa bisa keluar memperingatkan yang lain.


Dalam sekali kibas, Satan segera ******* tabib San dengan tangan nya hingga binasa sebelum sang tabib berhasil memeluk cucu yang nampak jelas berdiri dihadapan nya itu.


"Ayah !", teriak Greci histeris.


"Kakek !, teriak Drupa murka sembari kembali merubah ukuran tubuh nya menjadi raksasa kembali.


Sementara di tempat lain.


Rubby merasa lega saat merasakan anak nya telah pulih kembali.

__ADS_1


"Bagus Satan !, selesaikan urusan mu dengan nya lalu binasakan kedua orang yang amat ibu benci itu", seru Rubby terus bergegas menuju ke tempat Satan berada.


__ADS_2