Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 30. Upaya melindungi kerahasiaan identitas asli.


__ADS_3

"Tidak mungkin aku salah mengenali orang, tidak ada yang bisa mengenali Raja Vinix sebaik aku", seru lelaki itu terus bersikeras.


"Dia adalah sepasang tabib dari jauh tuan", ucap Greci mencoba menenangkan lelaki itu.


"Bagaimana kamu bisa berbicara seperti itu...?, seluruh dunia juga sudah tahu kalau kerajaan Laxzamor sudah musnah, termasuk Raja dan keturunan nya", ucap tabib Yagya mencoba meyakinkan lelaki itu bahwa tebakan nya itu salah.


"Tidak mungkin !, aku sudah bekerja menjadi pelayan Raja sejak aku masih kecil, bahkan aku lah yang menggosok punggung nya setiap ia mandi", seru lelaki itu semakin bersikeras.


Membuat tabib Yagya dan Pratap sangat ketakutan identitas nya akan terbongkar.


Bisa bisa semua orang menyerang mereka karna mereka lah alasan Satan mengamuk.


Lalu Pratap mengingat sesuatu tentang lelaki itu, bahwa lelaki di hadapan nya memang berucap benar.


Dialah anak yang pernah ia ambil sebagai budak dan besar di istana menjadi pelayan pribadi nya.


Kenapa dia bisa ada dia di sini ?, mati lah aku !, keluh Raja Vinix dalam hati.


"Maaf tuan, tapi aku sudah mengenal suami ku sejak lama, aku pastikan dia bukan berasal dari kerajaan Laxzamor, terlebih lagi seperti yang aku katakan, Raja Vinix telah binasa di malam pembantaian kerajaan Laxzamor", ucap tabib Yagya berusaha mengarang cerita bohong.


"Aku yakin sekali melihat Raja Vinix berhasil lolos dengan seorang wanita, seperti nya sang penyihir, tapi sayang nya aku tak pernah melihat wajah nya selama aku berada di kerajaan, ia selalu muncul dan menghilang secara tiba tiba", ucap lelaki itu menjelaskan.


"Jika cerita mu benar, kenapa kamu bisa lolos dari pembantaian malam itu tuan ?", tanya Greci semakin penasaran dengan siapa sebenarnya yang sedang berkata jujur.


"Aku saat itu sedang bepergian ke kerajaan sebrang mencari bahan bahan dapur kerajaan yang saat itu sedang kosong, dan di malam itu tepat aku pulang dan menyaksikan kejadian itu", ucap lelaki itu memberi alasan yang cukup menguatkan cerita nya.


"Gawat tabib !, apa kau punya ide ?", ucap lirih Pratap pada tabib Yagya.


Tabib Yagya hanya mengangguk, mengisyaratkan bahwa dia memiliki jalan keluar untuk masalah mereka.


Setelah mendengar semua penuturan lelaki itu, Greci berjalan mendekati Pratap dan tabib Yagya.


"Apakah kamu betul betul bukan Raja Vinix ?, kalau iya, kau juga bertanggung jawab atas nasib anak ku yang telah menjadi yatim sejak lahir", seru Greci menatap Pratap dengan mata yang mulai basah.


"A, a, aku benar tak tahu apa yang ia bicarakan ?, bagaimana mungkin aku merupakan Raja Vinix penguasa Laxzamor yang terkenal kejam itu", seru Pratap terus mengelak.


Saat Greci masih terdiam menatap Pratap dengan serius.


Tabib Yagya mencoba membaca sebuah mantra dan mengarahkan nya pada lelaki di samping nya dengan diam diam.


Tak berselang lama.


Lelaki itu merasa panas di sekujur tubuh nya.

__ADS_1


"Nak Greci !, kenapa tubuh ku sangat panas ?", keluh lelaki itu mulai mengusap usap kulit nya.


"Panas ?, cuaca sedang mendung, bahkan sinar matahari tak terlihat sama sekali tuan", seru Greci memandang aneh lelaki itu yang mulai bertingkah tak karuan.


"Tapi aku tak bohong !, tubuh ku semakin merasa panas", keluh lelaki itu mulai kebingungan dan membuka baju nya satu demi satu.


Greci mendekat dan mengecek kondisi nya.


Ia begitu terkejut saat tangan nya menyentuh kulit lelaki itu yang begitu terasa panas seperti kata nya.


"Astaga !, ayah !", seru Greci bergegas mencari sang ayah sebelum ada hal yang tidak di inginkan kembali terjadi.


"Apa ini perbuatan mu ?", ucap lirih Pratap.


"Tentu, siapa lagi", ucap lirih tabib Yagya dengan senyum licik nya.


Kini lelaki itu semakin bertingkah tak karuan.


Ia berlari kesana kemari mencari air dan menceburkan diri di sana.


"Lihat lah yah !, kenapa dengan dia ?", seru Greci berlari mendekati lelaki itu bersama dengan sang ayah.


San juga nampak terkejut dengan penampakan di hadapan nya.


"Tidak !, aku lebih baik di dalam air, tubuh ku sangat kesakitan", keluh lelaki itu terus membasuh muka nya dengan air.


Sedangkan Pratap dan tabib Yagya hanya tersenyum sinis melihat itu semua.


"Ternyata sihir mu masih bagus seperti dulu", sanjung Pratap.


"Masa boleh berubah, tapi penyihir paling kuat tetaplah aku", ucap tabib Yagya dengan sombong nya.


Tiba tiba, tanpa mereka sadari, Drupa berjalan ke arah mereka.


"Kalian tabib tersohor, kenapa kalian diam saja ?", seru Drupa membuat mereka terkejut.


"Itu bukan urusan kamu !", seru tabib Yagya tak suka.


Sementara Greci sesekali mengarahkan pandangan nya ke arah tabib Yagya dan Pratap.


Ia juga merasa curiga kalau keadaan lelaki itu semua ada kaitan nya dengan tabib Yagya dan Pratap.


Bersamaan dengan itu, Drupa pun berlari menuju ke pelukan sang ibunda.

__ADS_1


"Bisa kamu bungkam juga anak itu, dia terlalu banyak bicara", bisik Pratap.


"Aku juga tak suka dengan ucapan nya", keluh tabib Yagya mulai membaca mantra nya lagi.


Kali ini ia mengarahkan mantra itu ke arah Drupa yang sedang berada di pelukan sang ibunda.


Tapi tak di sangka.


Mantra itu berbalik arah saat akan mengenai tubuh Drupa.


"Astaga !", seru tabib Yagya menarik tangan Pratap secepat mungkin menghindar dari serangan nya sendiri.


Mereka kemudian jatuh tersungkur ke tanah, membuat yang lain memusatkan pandangan nya ke arah mereka.


"Dan apa lagi ini ?", seru San semakin bingung dengan semua kejadian yang sedang terjadi di sana.


"Ka, kami tak apa", ucap tabib Yagya mencoba bangkit dengan perasaan malu.


"Kau gila !", ucap lirih Pratap membersihkan tubuh nya dari lumpur yang mengenai baju nya.


"Sudah diam !", sentak tabib Yagya berjalan menuju ke tempat istirahat mereka yang telah di siapkan San dan Greci sebelum nya.


Sejak saat itu, pandangan tabib Yagya terus saja menatap ke arah Drupa.


"Sebenarnya ada apa dengan mu ?, aku suruh kamu memberi pelajaran anak itu, bukan malah membuat kita tersungkur ke tanah", keluh Pratap.


"Aku penasaran dengan dia, apa mungkin dia yang kita cari ?", ucap tabib Yagya menebak.


"Kau bercanda !, gadis kecil lemah itu", seru Pratap tertawa.


"Jangan remehkan dia, bukti nya mantra ku tak bisa mengenai tubuh nya", ucap tabib Yagya terus mengamati pergerakan Drupa.


"Ya, ya, ya, kau selesaikan urusan kita dengan lelaki itu terlebih dulu, jangan sampai ia kembali mengungkit identitas kita", ucap lirih Pratap.


Seketika tabib Yagya mengibaskan tangan nya.


Bersamaan dengan itu, lelaki itu langsung kejang dan terbakar di dalam wadah air.


Pratap yang menyaksikan itu langsung terbelalak dan terdiam sejenak.


"Kau begitu cepat melaksanakan apapun", ucap Pratap memuji kinerja penyihir hitam.


"Terima kasih pujian nya Raja ku", ucap tabib Yagya menatap suasana genting yang telah ia ciptakan.

__ADS_1


__ADS_2