Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 40. Hari pertarungan ~3~(Tamat season 1)


__ADS_3

Drupa begitu marah melihat sang kakek binasa di tangan Satan.


Ia lebih marah lagi karna Satan malah tertawa dengan kencang atas dosa yang telah ia buat dan atas tumpah nya air mata nya serta air mata sang ibunda.


"Satan !", teriak Drupa berubah menjadi raksasa kembali dan nampak lebih kuat dari sebelum nya, bahkan aura kekuatan nya membuat angin semakin tak karuan dan semakin memporak porandakan hutan.


"Sayang !, ibunda tak mau kehilangan kamu juga nak !", seru Greci sembari bersujud di kaki sang anak.


"Dia sudah keterlaluan bunda, aku harus balas rasa kehilangan kita dan rasa sakit semua manusia yang telah ia bantai tanpa rasa kasihan sedikitpun, walaupun aku harus mengorbankan nyawa ku ini", gema suara Drupa terdengar di setiap penjuru tempat.


Bahkan di telinga semua rombongan tabib San dan di telinga Rubby, serta di telinga Raja Vinix beserta penyihir hitam yang saat itu juga sudah sampai di tempat itu.


"Pertarungan semakin sengit saja, kita harus berlindung, jangan sampai Satan malah melihat kita dan membinasakan kita", seru penyihir hitam memantrai sebuah pohon dan membuat tubuh mereka masuk ke dalam pohon itu, membuat tubuh mereka seakan masuk ke sebuah mesin pengawet yang langsung membuat mereka tak bergerak dan tak hidup bagai patung.


Sementara sisa manusia di dunia yang tengah mendengar gema suara Drupa seketika berdoa di hati masing masing untuk kemenangan Drupa sang lawan.


Dalam hati mereka kini benar benar menghargai dan mengakui bahwa sang lawan yang di ciptakan dewa adalah wujud seorang gadis kecil bernama Drupa, tanpa meragukan nya lagi sedikitpun.


Melihat Greci yang terus memohon di kaki nya, Drupa dengan terpaksa memasukkan sang ibunda ke dalam gua bersama Pura.


"Ini demi kebaikan mu ibunda", ucap Drupa bergegas menuju ke arah Satan.


"Drupa !, jangan lakukan ini pada ibunda mu !, ibunda akan sangat sedih dengan apa yang kamu lakukan ini !", teriak Greci mencoba keluar dari dalam gua itu.


"Sudahlah, kita doakan saja yang terbaik untuk Drupa", ucap Pura mencoba menenangkan Greci yang terus saja menangis dengan histeris nya.


"Jangan diam saja dengan memasang wajah seperti itu anak kecil !, aku bahkan tak takut melihat nya, serang aku kalau kamu bisa !", teriak Satan dengan tawa nya yang menggema.


"Andai saja aku bisa berpindah tempat memakai sihir ku seperti penyihir normal pada umum nya !", keluh Rubby terus berusaha secepat mungkin sampai di tempat pertarungan Satan dan Drupa.


Sementara Satan dan Drupa terus saja saling serang, tapi nampak nya mereka selalu imbang dalam kekuatan maupun tenaga.


Aku harus cari kelemahan nya !, seru Drupa dalam hati.


Di saat Drupa lengah dan sibuk mencari letak kelemahan Satan..


Tiba tiba dengan kecepatan kilat, Satan menyerang bagian samping tubuh Drupa.


Membuat Drupa berteriak kesakitan karna lengan nya berhasil di lukai cukup dalam oleh Satan.


"Drupa !", teriak sang ibunda seketika itu juga terduduk lemas di tanah dan menangis mendoakan keselamatan sang anak.


Namun ada yang aneh, saat Drupa merintih kesakitan, Satan pun seakan merasakan hal yang sama.


Satan nampak kebingungan dan meraba bagian tubuh nya yang terasa sakit.


"Kenapa dengan tubuh ku ?", tanya Satan kebingungan.


Dia punya kelemahan, aku tahu itu !, gumam Drupa dalam hati merasa memiliki kesempatan untuk mengalahkan Satan.


Drupa kemudian berbalik menyerang Satan dengan tujuan mengulang penyerangan Satan yang lalu, kenapa Satan bisa merasa kesakitan ?, itulah yang Drupa berusaha mencari tahu alasan nya.


Saat Drupa menyerang Satan sesuai yang Satan lakukan pada nya.

__ADS_1


Satan terlihat tak kesakitan seperti sebelum nya.


Tapi begitu terkejut nya Drupa saat melihat ada darah di bagian dada nya.


."Tapi tangan ku lah yang terluka, kenapa bisa darah ini ada di dada ku ?", keluh Drupa mencoba memecahkan teka teki itu.


Bersamaan dengan itu, pandangan nya tertuju pada Satan yang tertawa sembari menyembuhkan sebuah luka yang ternyata berhasil di goreskan Drupa di tangan Satan.


"Aku tidak akan mati hanya karna luka seperti ini !", seru Satan sembari tertawa dengan kencang nya.


Sementara di kejauhan, Rubby merasa kembali khawatir dengan kondisi Satan.


"Kenapa kau selalu meremehkan lawan mu Satan !", seru Rubby amat takut terjadi sesuatu pada sang anak.


Melihat Satan menyembuhkan luka tangan nya, Drupa pun seakan mendapat sebuah jawaban.


Darah !, ya !, darah dari luka Satan tak berpengaruh saat mengenai tubuh ku, tapi sebaliknya, darah ku akan langsung menjadi serangan di tubuh Satan, sehingga membuat Satan kesakitan tadi, gumam Drupa dalam hati segera melancarkan rencana nya yang baru.


"Aku akan mengakhiri semua nya Satan !", seru Drupa mengeluarkan sebuah busur lengkap dengan anak panah nya.


Tanpa basa basi Drupa segera melepaskan satu anak panah yang melesat menjadi ribuan saat panah itu terlepas dari busur nya.


Tanpa meleset sedikitpun, ribuan anak panah itu berhasil menembus tubuh Satan.


Membuat tubuh Satan saat itu langsung di penuhi anak panah dari busur milik Drupa.


Satan terdiam sebentar.


Lalu tiba tiba ia tertawa menatap ribuan anak panah yang menembus tubuhnya yang berkobar api.


"Aku sang lawan, telah melakukan tugas ku dengan baik, semoga dewa segera pulih kan bumi ini setelah kau benar benar aku binasakan !", ucap Drupa sembari berlari sekuat tenaga menuju ke arah Satan.


Crassh....!!


Satan yang tak sempat mengelak kini telah berhasil bertubrukan dengan tubuh Drupa sesuai dengan apa yang Drupa inginkan.


Alhasil, tubuh Drupa pun tertancap anak panah nya sendiri yang masih bersarang di tubuh Satan.


"Pura !, tolong anak ku !, bisa kau keluarkan aku dari sini !", seru Greci mencoba mencari jalan keluar dari gua itu sembari terus saja menangis.


"Tak ada yang bisa kita perbuat sejauh ini", keluh Pura menangis menatap tubuh Drupa yang tersungkur di tanah.


"Kau !", seru Satan ambruk ke tanah bersamaan dengan tubuh Drupa di atas nya.


"Tamatlah riwayat mu !", seru Drupa tersenyum ke arah ibu nya tuk yang terakhir kali.


"A, apa maksud mu ?", tanya Satan terkejut dengan ucapan Drupa.


Belum sempat mendapat jawaban dari Drupa.


Seketika Satan merasakan aneh di sekujur tubuh nya.


Ia melihat darah Drupa mengalir di tubuh nya dan membuat api di tubuh nya kini mulai meredup.

__ADS_1


"Kau apakan aku ?", seru Satan mencoba melepaskan diri dari dekapan Drupa.


Aku baru sadar, bahwa darah ku lah kelemahan mu, gumam Drupa dalam hati sembari pasrah dengan maut yang akan menjemput nya juga.


"Ahh !, sakit !, kenapa dengan tubuh ku ini !", teriak Satan bertepatan dengan sampai nya Rubby di sana.


"Anak ku !, Satan !, kenapa dengan mu !, kekuatan mu adalah anugrah dewa, lawan dia Satan !", teriak Rubby tak ingin anak nya musnah.


Namun semua nya telah terlambat.


Kini api di tubuh Satan kembali membara.


Namun api itu juga menyala di tubuh Drupa.


Api itu juga berangsur angsur membakar tubuh Satan dan Drupa bersama sama.


Satan mencoba lepas dari tubuh Drupa di saat saat terakhir nya.


Sebelum akhir nya ia melebur menjadi debu di hadapan sang ibu.


Nasib Drupa pun tak jauh berbeda dengan Satan.


Drupa perlahan melebur menjadi debu seperti Satan.


Dan itulah yang memang direncanakan oleh Drupa.


Memusnahkan Satan dengan mengorbankan dirinya sendiri.


Membuat Greci dan Pura histeris saat melihat kejadian itu.


"Jangan tinggalkan ibunda !, jangan !", teriak Greci memukul mukul dinding gua dengan brutal nya, ia nampak syok dan tak terima jika Drupa telah tiada.


Seketika itu juga langit kembali cerah dan tenang, badai pun juga berakhir bersamaan dengan tamat nya riwayat Satan serta sang lawan yang rela mengorbankan diri nya demi bumi dan ras terakhir manusia.


Sedangkan Rubby masih terpaku di tempat nya berdiri menatap debu Satan yang berada di hadapan nya.


Tiba tiba bunga krisan yang di tinggalkan Drupa di dalam gua seketika menyala.


Nyala nya membuat Greci dan Pura seketika kehilangan kesadaran nya.


Bunga itu membuat Greci dan Pura tidur di dalam gua dalam waktu yang cukup lama.


Sedangkan Rubby, perlahan mencoba menguatkan dirinya yang telah hancur bersamaan dengan musnah nya Satan.


Ia mencoba berjalan tertatih tatih menuju debu sang anak.


Ia mengambil segenggam debu itu dan membawanya pergi jauh dari tempat itu.


...Tamat......


Alhamdulillah, cerita kali ini sampai di sini dulu ya🤗.


Insyaallah akan aku lanjut untuk season 2 nya💃.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan ceritanya ya ?🤔.


Stay terus ya kak ☺️☺️☺️


__ADS_2