
"Apa yang salah dengan ucapan ku?, jika kalian berani membatalkan pernikahan, Pura juga harus mau jika aku ajak pulang bersama ku," seru Raja Vinix langsung menarik kasar tangan sang putri.
"Tidak!, Pura harus tetap di sini!," seru Raja Inggit berusaha meraih satu tangan Pura yang lain.
Sementara Pura hanya terdiam bingung harus ikut dengan siapa.
Jika aku tetap di sini, Raja akan di cemooh rakyat nya sendiri. Tapi jika aku ikut ayahanda, bagaimana aku bisa tahu kalau dia akan memperlakukan ku selayak nya putri nya, dan apakah aku bisa kembali ke sini nanti nya?, batin Pura bimbang.
"Kenapa kamu diam saja Pura?, jelaskan pada ayah mu jika kamu akan baik baik saja di sini," seru Raja Inggit tetap berusaha mempertahan kan calon istri nya.
"Itu yang terucap dari mulut mu Raja, bukan tak mungkin kau nanti mengendap ngendap ke kamar anak ku malam malam," seru Raja Vinix membuat sebuah tamparan segera mendarat di pipi nya.
"Jaga ucapan mu!, kau tak sadar sedang di mana, hah!, jika kami mau, ucapan mu itu bisa menjadi alasan bagi mu untuk keluar dari istana ini tanpa nyawa," sentak penasehat Yun murka.
"Jika bukan karna menghormati Pura, aku sudah menjatuhkan hukuman pada lelaki seperti mu," keluh Raja Inggit merasa di rendahkan.
"Lebih baik aku pergi dari sini, dari pada ayah ku terus membuat masalah di sini," seru Pura membuat genggaman tangan Raja Inggit semakin erat di tangan nya.
"Tidak!, aku sudah cukup tahu watak ayah mu, jika kamu keluar dari sini, bukan tak mungkin dia akan mengingkari janji janji nya," seru Raja Inggit menatap tajam ke arah Raja Vinix dan penyihir nya yang terlihat begitu marah.
"Ingat Raja!, semua ini akan kau bayar di masa depan," ancam penyihir hitam.
"Anak ingusan mau menantang Raja besar seperti ku!, sentak Raja Vinix kesal.
__ADS_1
"Raja Vinix!, ingat!, kami bisa membangun kerajaan untuk mu, dan kami juga bisa merobohkan nya sekarang juga!," sentak Raja Inggit murka.
Bahkan para prajurit ikut takut melihat amarah Raja Inggit yang tak pernah mereka lihat sebelum nya.
"Oh ya!, silahkan kalau kalian mau merobohkan kerajaan kami," seru penyihir hitam membuat Raja Vinix menatap tajam ke arah nya.
Bicara apa dia!, batin Raja Vinix merasa sedikit takut dengan gertakan Raja Inggit.
"Tapi kami pastikan, Pura tak akan menjadi calon istri mu lagi, dan jangan harap Raja bisa menikahi nya," ancam penyihir hitam membuat Raja Vinix kembali tersenyum lega.
Dia memang penyihir ku yang paling cerdas, batin Raja Vinix puas melihat raut wajah Raja Inggit yang pucat pasi menatap ke arah Pura.
"Cukup ayah!," sentak Pura tak kuasa lagi membendung amarah nya.
"Kau berani membentak ayah mu?," seru Raja Vinix berkacak pinggang.
Tanpa menunggu lagi, Raja Vinix kembali menarik tangan sang putri untuk pergi dari sana.
Meninggalkan Raja Inggit yang masih berdiri terpaku di tempat nya berdiri.
"Sudahlah Raja, masih banyak wanita lain si luar sana," ucap penasehat Yun.
"Tapi apa kau pernah menemukan gadis yang memiliki tindak tanduk seperti nya Yun?," ucap Raja Inggit membuat penasehat Yun segera pergi dari kamar itu dengan perasaan kesal.
__ADS_1
Entah apa yang telah merasuki nya, aku bicara sampai berbusa pun Raja tidak akan mendengarkan ku jika itu sudah menyangkut wanita pembawa sial itu, batin penasehat Yun.
------
Sepanjang perjalanan, Pura hanya terdiam melamun di tandu nya.
"Kenapa kau memilih bercadar seperti itu putri?, lepas cadar itu dan berdandanlah, pasti banyak para Raja yang menginginkan mu," seru penyihir hitam menatap aneh cadar yang menutupi sebagian wajah Pura.
"Lalu katakan pada ku, apa yang terjadi pada mu yang sudah bersolek dan bahkan tak memakai cadar?, berapa lelaki yang sudah melamar mu?," sahut Pura membuat penyihir hitam begitu kesal.
Sementara Raja Vinix nampak menahan tawa nya saat mendengar ucapan Pura yang sengaja meledek penyihir nya.
"Berani Raja menertawakan ku!," keluh penyihir hitam.
"Aku tak tertawa, mata mu saja yang salah lihat," sahut Raja Inggit fokus kepada laju kuda nya.
"Kenapa dengan kalian?, kenapa kalian tak menikah saja?, agar tak mengganggu kehidupan orang lain lagi," seru Pura membuat kedua pasang mata di samping ya menatap tajam ke arah nya.
"Sudah cukup omong kosong mu hari ini Kinan, diam lah!, itu lebih baik untuk mu," seru Raja Vinix dengan kasar nya.
"Nama ku Pura!, bukan Kinan!," sentak Pura begitu marah.
"Sudahlah Raja, biarkan dia, kita kembali ke istana dan memikirkan langkah selanjut nya," seru penyihir hitam meredam amarah Raja Vinix yang hampir meledak saat itu.
__ADS_1
"Langkah apa yang kalian maksud?, rencana licik apa yang sedang kalian rencanakan?," tanya Pura mulai kembali merasa khawatir.
Namun Raja Vinix maupun penyihir hitam tak ada yang menjawab pertanyaan Pura, bahkan mereka acuh terhadap nya sampai mereka benar benar tiba di kerajaan baru Raja Vinix.