Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 9. Penyempurna kutukan.


__ADS_3

Setelah hari pernikahan.


Rubby terlihat lebih pendiam dan tanpa ekspresi.


Ia lebih sering menghabiskan waktu di kamarnya sembari menatap langit dan luasnya kerajaan Laxzamor.


Ia sangat iba menyaksikan kekerasaan yang setiap hari di alami oleh rakyat, tetapi ia juga tak melupakan sikap acuh rakyat dengan nasib yang telah menimpanya kali ini.


Rubby yang dulu periang, sekarang menjadi Rubby yang acuh dengan semua hal.


Ia sekarang bahkan acuh terhadap sentuhan Raja Vinix yang awalnya ia tolak mentah mentah.


Sekarang ia tak membantah, mengelak, bahkan marah sedikitpun saat Raja menginginkannya di atas ranjang.


Ia layani nafsu syahwat Raja tanpa berkata apapun.


Muka datar yang ditunjukkan Rubby pada Raja pun tak pernah Raja anggap.


Yang terpenting bagi nya ialah, kepuasan dirinya dalam menikmati tubuh Rubby setiap waktu dan berharap Rubby segera hamil calon putra mahkota sesuai ramalan sang penyihir hitam.


"Baguslah jika kamu sudah menepis sikap angkuh mu itu, bersikaplah lembut padaku, dan layani aku setiap aku menginginkan mu, dan akan aku jamin..!!, kamu akan hidup enak tanpa kekurangan sesuatu apapun di sini", ucap Raja Vinix sembari melucuti pakaian yang membalut tubuh putih bersih sang permaisuri di hadapannya.


Bak harimau yang telah menemukan mangsanya.

__ADS_1


Raja Vinix dengan buas ******* tubuh Rubby.


Tak ada bagian yang tak membuat nafsu Raja memuncak.


"Entah kenapa, aku selalu bernafsu setiap melihat mu", seru Raja Vinix meraba tubuh polos Rubby dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Dan saat itu.


Entah sudah berapa kali Rubby di paksa untuk melayani nafsu Raja yang tiada habisnya itu.


Setelah puas dengan tubuh Rubby.


Malam itu, Raja Vinix tertidur amat pulas nya, sampai sampai ia tak menyadari bahwa Rubby telah turun dari ranjang dan meninggalkannya hanya untuk duduk termenung di bawah rembulan balkon kamarnya.


Masih dengan wajah datarnya.


Rubby segera menengadahkan tangannya ke atas.


Ia mengarahkan cahaya bulan merah tepat pada dirinya.


"Wahai bulan merah, sempurnakanlah kutukan ku...!!, agar mereka semua merasakan apa yang telah aku rasakan", ucap Rubby membuat cahaya bulan semakin terang menerpa dirinya.


Seakan bulan pun mendukung akan niat pembalasan dendam Rubby pada dunia yang telah mempermainkan kesucian perempuan.

__ADS_1


"Ahhh..!!", seru Rubby tersentak dari tempat duduknya.


Bersamaan dengan itu, cahaya bulan semakin menjauh darinya.


Menandakan bahwa tugas bulan telah selesai sesuai permintaan Rubby.


Rubby segera meraba perutnya.


Bibirnya tersenyum, senyuman yang telah lama tak terukir di bibirnya sejak peristiwa pembawaan paksa dirinya masuk ke dalam kerajaan itu.


"Dunia lah yang meminta semua ini, jangan kira hati baik akan selamanya baik saat ketidakadilan telah merusaknya, iblis tercipta karna ulah manusia sendiri, dan tunggulah saat dimana ciptaan kalian akan membumi hanguskan semuanya", ucap Rubby memandang tajam ke arah Raja Vinix yang masih tertidur pulas di ranjangnya.


Ia kemudian mengambil baju nya yang telah berserakan di lantai.


Ia memakainya dan kembali tertidur di sisi Raja Vinix.


Putra yang kamu idam idam kan akan hadir Raja, aku tak sabar menunggunya seperti dirimu, gumam Rubby dalam hati sambil memejamkan matanya untuk kembali tidur malam itu.


Saat cahaya fajar mulai menyinari bumi.


Sang Raja nampak gelisah di dalam tidurnya.


Ia seakan ketakutan, bahkan keringat dingin mulai berkucuran di tubuhnya.

__ADS_1


Dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu sejenis makhluk besar menyeramkan dan bisa mengobarkan api di sekujur tubuhnya.


"Aku akan datang....!!!", teriak mahkluk itu seketika membuat Raja Vinix terkejut dan terbangun dari tidurnya.


__ADS_2