Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Legenda yang kembali terulang


__ADS_3

"Beri jalan!, Raja Inggit telah datang!," seru seorang prajurit menyibak gerombolan warga yang masih berkerumun menghadang jalan rombongan kerajaan.


"Itu Raja Inggit!," seru seorang warga seakan mendapatkan secercah harapan untuk permasalahan mereka.


Semua warga segera memberi hormat pada Raja kebanggaan mereka.


Raja yang terkenal kebijaksanaan nya dan terkenal pintar menyelesaikan semua permasalahan warga nya walaupun ia terbilang masih sangat muda.


Namun ada kerisauan di hati Raja Inggit kala itu.


Ia sadar bahwa masalah itu di luar kemampuan nya.


Bahkan memecahkan misteri kedua mayat yang terbakar itu begitu tak masuk akal bagi nya.


Melihat warga nya yang begitu percaya bahwa ia bisa menyelesaikan masalah itu membuat nya begitu takut mengecewakan mereka.


"Raja tak apa?," tanya penasehat Yun membuyarkan lamunan Raja Inggit.


"Aku tak apa, lebih baik kita segera selesaikan masalah ini," sahut Raja Inggit perlahan mulai mendekati kedua tulang belulang yang hangus terbakar itu.


Mereka begitu terkejut dengan apa yang tengah mereka lihat.


Kondisi mayat itu lebih mengerikan dari bayangan mereka.


"Siapa yang bisa membunuh sekeji ini?," ucap Raja Inggit perlahan turun dari kuda nya dan memeriksa langsung kedua mayat itu.


"Apa tidak ada yang bisa menjawab teka teki ini?," seru penasehat Yun menatap ke semua orang di sekitar nya.


"Baru kali ini ada kejadian pembunuhan seperti ini," ucap Raja Inggit menerka nerka sebenar nya apa yang sedang terjadi di kerajaan nya.


"Hamba tau Raja ku," seru sebuah suara membuat semua orang mencari asal suara itu.


Saat ia muncul dari arah kerumunan warga, kekesalan penasehat Yun kembali muncul.


"Kau!, lancang sekali kau pergi dari istana tanpa izin Raja kita!," sentak penasehat Yun membuat Raja Inggit merasa kesal.


"Turunkan nada bicara mu pada calon istri ku penasehat!," sentak Raja Inggit membuat penasehat Yun kembali merasa di hina.

__ADS_1


"Raja membentak ku?, demi perempuan ini?," ucap penasehat Yun merasa kecewa.


"Maaf penasehat, tapi aku tak suka perlakuan kasar mu pada seorang wanita, meskipun dia bukan calon istri ku aku akan tetap melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan saat ini ," seru Raja Inggit kembali mencubit hati Pura.


Melihat reaksi semua orang yang seakan lebih bersimpati pada Pura, penasehat Yun memilih diam dan menerima kekalahan itu sekali lagi.


"Apa yang kau tahu tentang misteri ini Pura?," tanya Raja Inggit langsung ke pokok persoalan.


"Hamba tidak tahu ini benar atau salah Raja," ucap Pura membuat penasehat Yun mendengus pelan.


"Coba beritahu aku apa itu?," seru Raja Inggit penasaran.


"Semua orang di sini pasti sudah tahu akan legenda Satan di masa silam bukan?," ucap Pura.


"Langsung ke inti nya, jangan berbelit belit," ketus penasehat Yun.


"Hanya dia yang bisa mengobarkan api dan membunuh semua yang ia sentuh," seru Pura membuat semua orang bergemuruh.


"Kau bergurau atau hanya membual saja, setelah ini, apa kau akan bilang bahwa Satan telah bangkit!," seru penasehat Yun tak sadar telah menciptakan keresahan di hati semua orang saat mendengar ucapan nya.


"Apakah bukti keberadaan ku belum cukup untuk memperkuat kemungkinan itu penasehat?," seru Pura dengan serius nya.


"Apakah legenda itu akan terulang?," ucap Raja Inggit membuat semua warga nya bergetar ketakutan.


"Bagaimana ini Raja?, kami tak mau mati terbakar seperti itu," seru seorang warga menangis dan bersujud di kaki Raja Inggit.


"Kita harus segera berlindung!, ya kan!, itu satu satu nya cara agar kita bisa selamat," seru seorang warga lain nya berbondong bondong membawa keluarga nya untuk bersembunyi.


"Tak ada guna nya, bahkan di celah batu pun Satan bisa menemukan dan menghanguskan kalian," seru Pura membuat semua warga lain menangis dengan histeris nya.


"Lalu apa solusi untuk masalah ini Pura?, apa kau tahu?," tanya Raja Inggit semakin risau.


"Kita harus menemukan Satan terlebih dulu Raja ku, dan kita pikirkan cara terbaik untuk melenyapkan nya," ucap Pura membuat penasehat Yun tak ada pilihan lain selain mengikuti rencana nya.


"Baik, aku ikut, aku juga tak mau legenda itu terulang lagi," seru penasehat Yun dengan lantang nya.


"Kami juga mendukung mu putri," seru beberapa warga mulai percaya dengan calon Ratu mereka itu.

__ADS_1


"Hebat Pura, kau bisa mengambil hati semua orang dalam sekejap saja," ucap Raja Inggit bangga.


"Hamba hanya ingin membantu Raja," sahut Pura.


Bersamaan dengan itu, rombongan prajurit yang ditugaskan untuk menangkap kedua saudagar kaya nampak telah kembali.


"Salam Raja, kami sudah berhasil meringkus kedua orang ini," seru seorang prajurit menyeret kedua orang tersebut ke hadapan Raja Inggit.


"Itu bukan kami Raja, percayalah!, ini semua hanya ilusi," rintih seseorang yang telah di tangkap oleh para prajurit.


"Diam kalian!, sudah salah masih mengelak!, katakan padaku, sihir apa yang telah kalian gunakan selama ini!," sentak penasehat Yun sembari menodongkan pedang nya ke arah kedua orang itu.


"Percayalah penasehat, kami bukan lah yang terlihat, mereka telah membuat ilusi untuk mengelabuhi kalian," seru kedua orang itu membuat Pura merasa bahwa mereka telah berkata jujur saat itu.


"Bolehkah Raja?," tanya Pura langsung mendapatkan izin dari Raja Inggit.


"Tapi..," seru penasehat Yun merasa keberatan.


"Tenanglah Penasehat, biar Pura mencoba membantu kita," sahut Raja Inggit.


Sial!, bahkan tugas ku kini semua di ambil alih oleh nya!, batin penasehat Yun kesal.


"Kalian sebenar nya siapa?," tanya Pura perlahan mendekati mereka.


"Putri percaya pada kami?," seru seorang dari mereka merasa ada harapan untuk mereka berdua untuk bebas.


"Aku percaya pada kalian, siapa kalian dan katakan siapa yang membuat ilusi ini jika semua ini memang sebuah ilusi," tanya Pura membuat kedua orang itu nampak siap untuk menceritakan segala nya.


"Saudagar kaya itu, dia...," ucap seorang dari mereka, namun belum sempat mereka mengatakan yang terjadi, tubuh mereka seketika terbakar dan hangus menjadi tulang belulang dalam sekejap saja.


Membuat semua rakyat berlari tunggang langgang dan hanya menyisakan rombongan kerajaan yang masih tercengang dan terpaku dengan apa yang tengah terjadi.


"Ada apa ini?, mereka meninggal dengan kondisi sama persis seperti kedua mayat itu," seru Raja Inggit seakan kehilangan kekuatan kaki nya untuk berpijak saat itu.


Apakah firasat ku ini benar?, batin Pura ketakutan.


"Benar!, ketakutan kalian akan segera terwujud," ucap Satan mengatur segala nya dari balik semak semak.

__ADS_1


Pandangan Satan juga tak berpaling dari sosok wanita bercadar di samping Raja Inggit.


Siapa dia?, seperti nya dia tak asing bagi ku," batin Satan terus mengingat siapa gerangan gadis bercadar calon permaisuri Raja Inggit itu.


__ADS_2