Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 25. Tipu daya Drupa.


__ADS_3

Setelah bertahun tahun lama nya, Rubby akhirnya membuka mata nya lagi.


Kekuatan sihirnya mulai kembali pulih setelah hilang saat pernikahan paksa nya dengan Raja Vinix.


"Hidup lah....!!", ucap Rubby melukai tangan nya dan mengucurkan darah segar ke kolam tempat nya bersemedi.


Tiba tiba muncul lah sebuah makhluk dari air yang kemudian menjelma sebagai seorang monster.


"Mort siap melaksanakan tugas", seru nya menggema di sekeliling gua.


"Bagus...!!, sekarang kau pergi dan temukan lawan anak ku yang telah beranjak dewasa, ingatlah satu hal...!!, bunga Krisan akan menunjukkan tanda nya padamu", ucap Rubby melepas kepergian Mort mencari sang lawan.


Kemunculan Mort tak berbeda jauh dengan ketakutan yang di sebarkan oleh Satan.


Kegemparan muncul bersamaan dengan nya.


Ia merusak apapun yang ia temui.


Bahkan pemukiman warga yang baru saja berdiri pun menjadi sasaran amukan nya.


"Sampaikan pada dunia...!!, jangan berani berani menyembunyikan orang yang ku cari..!!", teriak Mort meluluh lantahkan semua perkebunan warga.


Kabar angin tentang kemunculan Mort cepat terdengar ke telinga San.


Ia segera turun dari gunung dan mencoba menyelamatkan nyawa cucu nya Drupa beserta anak dan para penduduk desa.


"Drupa masih sangat kecil untuk semua itu...!!, apa yang bisa dia lakukan...??, oh dewa...", ucap San jatuh bangun berlari menuju ke gua nya di lereng gunung.

__ADS_1


Saat ia sampai di pemukiman nya, para warga sudah berbondong bondong ingin kembali bersembunyi dari dunia luar.


Kali ini mereka berfikir keras, karna musuh mereka kali ini tidak seperti pasukan api yang takut akan air.


Mereka tak mungkin bersembunyi di tempat lama mereka yang dekat dengan air terjun dan rawa.


Pilihan mereka saat itu hanya lari atau mati.


Saat San telah sampai di depan gua nya, pandangan nya langsung tertuju pada Drupa yang tak terlihat cemas sama sekali.


"Ayah...!!, ayah sudah dengar desas desus itu...??", seru Greci berlari mendekati ayah nya yang baru tiba dari atas gunung.


"Karna itu ayah segera turun, kamu sudah berkemas...??", tanya San dengan nafas yang masih tak beraturan.


"Sudah ayah, tapi....", ucap Greci nampak gelisah.


"Kenapa...??, ayo kita pergi dari sini, ayah dengar makhluk kali ini tercipta dari air, kita akan bersembunyi di area dalam gunung", titah sang ayah.


"Ayolah nak, jika keadaan sudah aman, kita akan kembali", ucap sang kakek memberi pengertian pada Drupa.


Gemuruh tiba tiba terdengar tak jauh dari sisi hutan.


"Tak ada pilihan lain", ucap San menggendong Drupa dan menarik tangan Greci masuk ke dalam gua.


"Tapi yah, apakah ini bukan bunuh diri nama nya...??", seru Greci panik.


"Kita malah akan diterkam langsung oleh nya jika nekat lari", ucap San mengganjal pintu gua dengan beberapa batu besar.

__ADS_1


Terdengar dari dalam gua, suara Mort sudah memekik keras meluluh lantahkan semua yang ada di luar.


Sementara Greci terus saja memeluk erat Drupa.


Karna ia tahu siapa yang diincar sang monster saat itu.


"Tak ada apapun di sini...!, lebih baik aku teruskan pencarian ku..!", pekik Mort membuat San dan Greci merasa lega dan juga heran.


"Apakah dewa sengaja menyamarkan gua kita dari pandangan nya ayah...??, kenapa dia seakan tak melihat ada gua di sini..??", seru Greci mengintip dari celah kecil bebatuan.


Saat Mort sudah tak terlihat lagi, mereka memutuskan untuk keluar dari dalam gua.


Dengan mata kepala mereka sendiri, mereka melihat semua nya telah porak poranda kecuali area depan dan sekeliling gua.


Banyak penduduk yang mati sia sia karna amukan Mort.


San mencoba menyelamatkan para penduduk yang masih bisa di selamatkan.


Saat Drupa berjalan keluar gua dengan santai nya sambil terus memainkan bunga krisan nya, membuat perhatian San tertuju pada sang cucu.


"Lihatlah Greci..!!, lihat..!, kenapa kita tak menyadari nya sedari tadi", ucap San memungut sebuah bunga krisan di pinggiran pintu gua.


"Maksud ayah...??", tanya Greci tak mengerti sambil terus meramu obat untuk para penduduk.


"Anak mu melindungi kita dengan cara nya, lihatlah...!, bukan tanpa alasan dia menata bunga itu di sana, dan bukan kebetulan monster itu tak melihat gua kita", seru San merasa bersyukur.


Greci hanya memandang Drupa dan mencerna apa yang coba sang ayah jelaskan pada nya.

__ADS_1


Lalu dengan cepat Greci memeluk sang anak dan menciumi nya.


"Dia tetap gadis kecil ku ayah, tidak lebih, jangan kaitkan apapun pada nya", ucap Greci masih mengelak akan takdir besar yang di bawa oleh Drupa.


__ADS_2