Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 16. Pembantaian Saudara.


__ADS_3

Satan berjalan menyusuri lorong kerajaan.


Hentakan kaki nya membuat bangunan istana seakan bergetar.


Membuat semua penghuni kerajaan amat ketakutan dan berlari tunggang langgang berusaha berlari sejauh mungkin dari kerajaan.


"Kemana kamu pergi ayah...??", seru Satan terus mencari di setiap penjuru istana.


Badan nya yang terus mengobarkan api melahap setiap barang yang ia sentuh.


Saat ia melewati kediaman para Selir.


Langkah nya terhenti saat mendengar samar teriakan para wanita di balik pintu besar jalan masuk menuju ke kediaman para Selir.


Pintu itu nampak terhalang sebuah patung batu yang telah ambruk menghalangi jalan keluar.


Satan segera berjalan mendekat dan mengangkat patung itu dengan mudah nya.


"Syukurlah....!!, terima.......", ucap Selir Nadiv terpotong saat melihat sosok mengerikan dan menakutkan di hadapan nya.


Para Selir amat ketakutan hanya dengan melihat wujud Satan.


Mereka mencoba mundur menjauh dari Satan sembari merangkul masing masing anak mereka.


Tangis dari para putri Raja terdengar begitu kencang nya, mereka amat ketakutan melihat Satan yang sebenarnya masih saudara mereka.


"Salam ibu, salam saudara saudara ku", ucap Satan makin membuat takut para Selir.


"I, ibu....??, siapa kamu...??", tanya selir Nadiv terbata bata.


"Nama ku Satan, putra dari ibu Rubby", ucap Satan mencoba meredupkan api di badan nya.

__ADS_1


"Permaisuri...??, tidak mungkin..??", seru seorang selir lain nya.


"Apakah karna rupa ku ini, kalian tak mempercayai ku..??", tanya Satan mulai berjalan mendekati mereka.


"Jika itu benar, baiklah, salam untuk mu juga anak ku, semoga kamu panjang umur", ucap selir Nadiv mencoba membuang rasa takut nya.


"Terima kasih ibu, tapi maaf, tujuan ku lahir untuk membantai semua yang bersalah, tanpa terkecuali", ucap Satan kembali menyalakan nyala api di tubuh nya dan membuat wajah nya berubah semakin menyeramkan.


"Tolong jangan sakiti para ibu mu..!!", ucap selir Nadiv memohon sembari memeluk anak nya.


"Maafkan aku, kalian juga bungkam saat ketidak adilan itu terjadi", ucap Satan segera melesat ke satu demi satu selir raja dan para saudara perempuan nya.


Di depan mata selir Nadiv, semua teman senasib nya dan semua keturunan raja dibantai habis oleh Satan.


Mereka di bunuh satu per satu dengan cara yang berbeda beda.


Tangisan dan jeritan menggema di telinga selir Nadiv.


Tak sedikit darah yang menyembur ke tubuh dan wajah selir Nadiv.


"Tolong ampuni kami..!!", seru Selir Nadiv bersujud di lantai berkali kali.


"Terlambat ibu...!!, kehidupan ibu ku sudah hancur dan kehormatannya tak akan bisa kembali lagi, kalian juga andil atas keputusan dewa menciptakan ku", ucap Satan menarik anak selir Nadiv dari dekapan nya, membuat selir Nadiv semakin histeris.


"Tolong..!!, aku tak sanggup jika harus melihat kematian anak ku sendiri, jika kematian kami memang yang seharusnya, ijinkan aku berpelukan dengan putri ku di akhir hayat kami", seru selir Nadiv terus memohon di hadapan Satan yang bersiap menghabisi putri selir Nadiv.


"Baiklah, jika itu permintaan mu", ucap Satan melepaskan saudara perempuan nya.


Dengan segera selir Nadiv memeluk putri nya yang terus menangis dengan erat nya.


"Kita akan bertemu dewa sama sama sayang, jangan takut", ucap selir Nadiv menutup mata sang anak dan memeluk nya dengan lebih erat.

__ADS_1


Selir Nadiv lalu menatap Satan dan mengangguk tanda ia telah siap dengan eksekusi yang akan ia jalani.


Sejenak Satan terhipnotis dengan senyum tulus dan air mata yang mengalir di pipi selir Nadiv.


Senyuman murni dari orang yang berjiwa baik.


"Semoga kita bertemu lagi ibu", ucap Satan segera mengobarkan api di sekujur tubuh nya.


Dan segera memeluk selir Nadiv dan putri nya.


Cara itu ia pilih untuk mengakhiri seseorang yang cukup menarik simpati nya.


Sementara dengan wajah ketakutan.


Putri Kinan amat syok dan gemetar.


Ia segera berlari menjauh dari tempat itu.


Tapi seperti nya Satan telah lebih dahulu melihat nya.


Cukup lama mereka berkejar kejaran.


Putri Kinan dengan sekuat tenaga terus berlari menjauh dari Satan.


Hingga akhirnya langkah nya terhenti di tebing tempat dimana sungai besar mengalir di belakang istana.


"Aku lebih baik melebur dengan air dari pada harus melebur menjadi abu di tangan nya", ucap Putri Kinan menerjunkan tubuh nya di tebing curam di belakang kediaman selir.


Satan yang melihat nya berfikir bahwa putri Kinan tak akan selamat saat itu.


"Dengan begitu, habislah keturunan Raja Vinix", ucap Satan berjalan keluar istana mencari penyihir hitam dan sang Raja.

__ADS_1


__ADS_2