Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 8. Sebuah kutukan 2.


__ADS_3

Perlahan Rubby mulai melepas dekapan tangan sang Raja di tubuhnya.


Ia tatap wajah yang terdiam di sampingnya.


Mungkinkah Raja takut akan peringatan ku...??, gumam Rubby bertanya tanya.


Tiba tiba tubuhnya kembali tersentak.


Ia begitu terkejut mendengar tawa Raja yang begitu tiba tiba.


"Hahaha, penyihir tolol..!!, apakah aku harus takut hanya dengan ucapan sampah mu itu...!!", seru Raja Vinix menggema di telinga Rubby.


Bodohnya aku...!!, tidak mungkin Raja jahat sepertinya mengerti akan ucapan ku, gumam Rubby dalam hati mencoba mundur sejauh mungkin dari sang Raja.


"Sudah cukup main main nya, kamu sudah terlalu lama membuatku menunggu", ucap Raja dengan cepat menarik tangan Rubby, membuat tubuh Rubby terpental ke arah tubuh Raja.


"Lepaskan aku", rintih Rubby sambil menangis tersedu sedu.


"Enak saja..!!", seru Raja Vinix melempar tubuh Rubby ke atas ranjang pengantin mereka.


Raja segera memegang erat kedua tangan Rubby.


Tubuhnya menindih badan Rubby yang kini telah tak berdaya di bawahnya.

__ADS_1


Dengan sigap Raja ******* bibir serta leher Rubby.


Rubby mencoba memberontak dan berteriak sekuat tenaga, tapi sepertinya itu sia sia saja.


Kini Raja mulai bermain ke bawah.


Ia jamah tubuh perawan milik Rubby, tubuh yang bahkan tak pernah tersentuh oleh tangan seorang lelaki.


"Enyah dari ku...!!", teriak Rubby berhasil melepas tangannya dari pegangan Raja.


Dengan sigap ia berlari melepaskan diri dari sang Raja.


"Keterlaluan...!!", teriak Raja Vinix kembali mengejarnya dan mendekapnya erat erat.


Ia menindihnya lagi dan mencoba bermain lebih cepat dan kasar dari pada yang sebelumnya.


"Bersiaplah penyihir angkuh ....!!", seru Raja mulai menyeruak kesucian milik Rubby.


"Tidak....!!!", teriak Rubby kesakitan.


"Berteriaklah...!!, itu membuatnya semakin terasa nikmat...!!", seru Raja mulai bergerak dengan cepat menuju ******* nya.


Seketika muka Rubby terlihat penuh akan amarah.

__ADS_1


Ia tatap wajah sang Raja yang kini tengah asyik terbuai akan nikmat syahwat di atas tubuhnya.


"Terkutuklah kamu orang biadab...!!", seru Rubby menatap tajam ke arah wajah sang Raja.


"Terserah kamu mau bilang apa..!!, tapi ini sungguh nikmat...!!", teriak Raja terus bergerak naik turun dengan begitu cepatnya.


"Aku kutuk kamu dan putra keturunanmu...!!, jika memang sang dewa memberimu seorang putra mahkota itu juga akan menjadi alasan kehancuran mu dan kerajaanmu..!!, bahkan untuk dunia ini..!!", ucap Rubby penuh dengan rasa dendam.


Tapi mungkin, Raja tak berniat mendengarnya bahkan ia mengacuhkannya dan hanya menganggapnya sebagai angin lalu.


Ia terus saja menjamah tubuh Rubby dengan liarnya.


Bahkan kali ini Rubby hanya terdiam tanpa perlawanan sedikitpun.


Ia bahkan tak menangis atau bahkan hanya sekedar meneteskan air matanya.


"Akhirnya kamu mencoba menikmatinya", ucap Raja mencoba terus ******* bibir ranum di hadapannya.


"Akhirnya aku sampai pada puncaknya...!!", seru Raja mencoba mempercepat irama tubuhnya dan tak berapa lama tubuhnya bergetar dan terdiam melemas di atas tubuh Rubby.


Rubby memalingkan wajahnya dan memandang ke arah langit malam.


Aku memang sudah kehilangan kekuatan ku, bahkan malam ini aku juga telah benar benar terhapus dari anggota kaum ku, tapi aku tak akan main main dengan kutukan yang aku ucapkan...!!, gumam Rubby dalam hati.

__ADS_1


"Sudah lama aku tak merasa sebegitu nikmat seperti ini, aku akan tidur cepat, nanti kita ulangi ini semua, bersiaplah permaisuri ku..!!", ucap Raja Vinix mencoba merebahkan tubuhnya ke samping tubuh Rubby yang ia biarkan tetap polos tanpa sehelai benang pun.


__ADS_2