Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 13. Malam pesta.


__ADS_3

Permaisuri Rubby berjalan dengan anggun nya di belakang Raja menuju ke altar tertinggi aula kerajaan.


Ribuan pasang mata kini tertuju pada pasangan itu.


Mereka begitu takjub, karna dalam waktu singkat, Raja Vinix berhasil meluluhkan hati sang permaisuri nya.


Bahkan kini dalam pandangan mereka, Raja Vinix dan permaisuri Rubby tengah berbahagia menanti calon putra mereka lahir.


Hanya Selir Vivian lah yang tak terpengaruh dengan pemandangan di hadapan nya.


Apa yang ia lihat malah membuatnya semakin jengkel dan kesal.


Aku jamin kau akan menyesal menyianyiakan aku dan anak anak Raja ku, gumam Selir Vivian beranjak dari tempat duduk nya.


"Mau kemana yang mulia...??", tanya Hang Sepuh menghadang jalan selir Vivian.


"Kau tidak melihat putri slavina menangis...??", ketus selir Vivian.


"Apa yang lebih penting dari kesenangan Raja yang mulia..??", ucap Hang Sepuh bersikeras.


"Aku seorang ibu...!!, bagi ku anak anak ku lah yang utama..!!, tak peduli Raja, diri mu ataupun siapapun tak menganggap mereka, aku akan tetap pergi dari tempat ini untuk sekedar memberi asi untuk anak ku...!!, meskipun kamu akan memenggal kepala ku disini...!!", seru selir Vivian meninggalkan Hang Sepuh yang tak bisa berkata kata di buatnya.


Tak lama kemudian.


Bunyi terompet dan kembang api terdengar di penjuru kerajaan.


"Mari kita berpesta...!!, kita rayakan kebahagian terbesar ku ini..!!", teriak Raja Vinix memulai acara pesta.


Gemuruh pun terdengar dari seluruh para tamu yang hadir.

__ADS_1


Mereka berpesta dan menari, tak lupa mereka meneguk arak dan anggur yang tersajikan di acara pesta.


Para penari wanita pun di giring untuk memeriahkan pesta yang ada.


Mirisnya, mereka bagian dari rakyat yang di paksa untuk menari bugil di tengah tengah para tamu.


Permaisuri Rubby dan para selir hanya bisa memalingkan wajah dari penampilan tari di hadapan mereka.


Sebagai perempuan mereka ikut merasa malu dengan apa yang tengah mereka lihat.


"Pilihlah gadis yang kalian inginkan..!!!", teriak Raja Vinix ikut bergerumbul dengan para tamu yang berusaha mendekati para penari nya.


Terlebih lagi, Raja Vinix dengan santainya memilih satu penari untuk menari dengannya dan berakhir di dalam kamar Raja.


Permaisuri Rubby hanya menggelengkan kepala di buat nya.


"Terbiasa lah kamu dengan semua ini permaisuri, ini sudah takdir mu, dunia mu di takdir kan di sini, kamu akan menua dan mati di sini, dan terbiasa lah dengan semua ini", ucap Hang Sepuh berjalan berlalu meninggalkan permaisuri Rubby.


"Apa hak mu mengatur hidup ku...!!, justru kamu yang harus berhati hati Hang Sepuh, kalian yang menyeret ku masuk ke neraka ini, dan bersiaplah untuk membayarnya...!!, ucap permaisuri kesal.


Apa ada seorang ibu yang lebih laknat dariku...??, aku menjadikan anakku sendiri monster dunia, menjadikannya alat pelebur dosa kalian, gumam Permaisuri Rubby dalam hati sembari mengelus perutnya yang mulai buncit.


Bersamaan dengan itu, tendangan pertama sang bayi tiba tiba dirasakan oleh permaisuri Rubby.


Ia seketika berteriak kesakitan, membuat para selir bergerumbul menolongnya.


"Ayo kita bawa ke tabib..!!", seru seorang selir Raja.


"Tapi bagaimana jika Hang Sepuh mencari permaisuri..??", tanya seorang selir lainnya.

__ADS_1


"Para lelaki tak akan mendengar atau mengerti kesusahan wanita, lihat lah mereka...!!, asik dengan pesta dan para gadis mereka" ucap seorang selir lain.


Mereka pun membawa permaisuri Rubby menuju tabib.


Di sepanjang perjalanan, permaisuri terus merintih rintih kesakitan, lalu pingsan di tengah perjalanan.


Sesampai di tempat tabib.


Tabib segera membaringkan permaisuri di ranjang pengobatannya.


Begitu terkejutnya ia saat memeriksa perut sang permaisuri.


"Kenapa kau diam ibu ..??", seru seorang selir merasa heran dengan sikap tabib yang sudah biasa mereka panggil ibu.


"Bayi macam apa ini...??", seru tabib itu membuat para selir dibuat penasaran.


Begitu mereka melihatnya sendiri, begitu terkejutnya mereka dengan kondisi perut sang permaisuri.


Di perutnya terdapat bentuk cap kaki yang sudah berwarna ungu akhibat kerasnya tendangan si jabang bayi.


Mereka pun berpendapat, rasa sakit yang di alami permaisuri ialah karna tendangan bayi nya sendiri.


"Ke, ke, kenapa bisa membiru seperti itu ibu...??", ucap seorang selir dengan terbata bata.


"Iya..., selama kita hamil, tidak pernah ada janin yang menendang sampai membekas kaki membiru seperti itu", seru seorang selir lain.


"Janin apa yang bisa sekuat itu ibu...??", ucap seorang selir masih nampak kebingungan dengan semua itu.


"Aku pun tak tahu, ini hal baru bagi ku, kita doakan saja yang baik baik, pembicaraa ini biarlah sampai di sini saja jangan ada yang tahu", ucap tabib itu memandang wajah Permaisuri yang masih pingsan.

__ADS_1


__ADS_2