
"Jangan mendekat...!!, atau kau akan merasakan pedang ku...!!!", gertak sang Raja menghunus pedang yang terselip di pinggang nya ke arah Satan.
"Hahahaha, manusia lemah..!!!, kenapa ibu ku tak memakai kekuatan nya sendiri untuk melenyapkan mu, apakah rasa sakit hati nya pada kerajaan dan juga terhadap mu itu sangat besar..??", gumam Satan perlahan berjalan ke arah Raja Vinix.
"Serang dia prajurit...!!", titah Hang Sepuh di tengah ketakutan nya.
Seperti hal nya dengan yang lain.
Para prajurit hanya gemetar ketakutan di tempat nya berdiri, terlebih saat Satan memalingkan pandangan nya tepat ke arah mereka.
Sebagian dari mereka berlari tunggang langgang dan sebagian pula pingsan, tapi ada segelintir prajurit yang memberanikan diri menyerang Satan.
Tapi belum sempat pedang mereka di hunuskan, api tubuh Satan malah lebih dulu menyambar mereka hingga tubuh para prajurit hangus menjadi debu.
Membuat Tabib semakin ketakutan, dan segera berlari keluar dari ruangan itu, yang akhirnya hanya menyisakan Hang Sepuh dan juga Raja beserta Satan yang perkasa di ruangan itu.
Tubuh Raja seakan melunak, karna rasa takut nya ia bahkan tak kuat mengangkat pedang nya.
"Pedang ku jauh lebih perkasa dari pedang rongsokan itu ayah, apa kamu ingin melihat nya..??", seru Satan memunculkan sebuah pedang berkobar api dari telapak tangan nya.
"Hentikan langkah mu...!!", ucap Raja Vinix dengan nada bergetar.
__ADS_1
"Bukankah ayah sangat menginginkan kelahiran ku...??", ucap Satan tersenyum licik.
"Menjauh dari Raja ku..!!", teriak Hang Sepuh mencoba melindungi Raja nya dari monster di hadapan nya.
"Enyah lah kau...!!", teriak Satan menyemburkan api ke arah Hang Sepuh, membuat tubuhnya terbakar secara perlahan.
Di detik detik kematian nya ia masih sempat memikirkan keselamatan sang Raja.
"Pergilah Raja ku, selamatkan diri mu..!!", ucap Hang Sepuh terbata bata dan kemudian lenyap di dalam kobaran api.
Raja Vinix segera bergegas berlari dari ruangan itu dengan sekuat tenaganya.
Saat diri nya ingin mengejar sang Raja.
Pandangan nya tertuju pada seorang Tabib yang mencoba menghadangnya di luar kediaman Permaisuri sembari membawa air persembahan.
"Enyah lah kamu...!!, siapapun nama mu, kamu tak seharusnya di ciptakan, jangan porak porandakan dunia ini hanya karna rasa sakit hati ibu mu", seru Tabib berusaha melawan rasa takut nya demi menghentikan ketidakbenaran itu.
"Dalam kandungan, aku sudah mengenal mu Tabib, dan kurasa kamu juga sudah mengenal ku, jika kamu tak mendukung ibu, kenapa kamu biarkan diri ku berkembang..??", ucap Satan menatap tajam ke arah Tabib.
Tabib hanya terdiam dan mencoba memercikkan air persembahan ke hadapan Satan.
__ADS_1
"Dewa sendiri yang mengizinkan ku turun ke dunia ini, jadi sebelum tugas ku selesai, ia tak akan menarik ku kembali", ucap Satan mulai mendekat ke arah Tabib.
Membuat Tabib sangat gugup dan ketakutan.
Sampai dirinya terjatuh dan tersungkur ke lantai.
"Maafkan aku jika aku memiliki sebuah kesalahan", ucap Tabib memohon.
"Sebenarnya kamu orang baik Tabib, tapi sayang, kamu juga hanya diam saat kaum lemah seperti ibu ku di tindas oleh Raja mu sendiri, kamu sama saja dengan diri nya", ucap Satan mengeluarkan kobaran api di kedua tangan nya.
"Aku tak berdaya, tolong biarkan aku hidup", seru Tabib tersedu sedu.
Tapi seperti nya Satan tak terpengaruh dengan ucapan Tabib.
Tujuan nya kini hanya satu, memusnahkan manusia manusia serakah dan egois di kerajaan itu, bahkan di seluruh dunia ini.
Satan segera mendekap Tabib dan membiarkannya meronta kesakitan di dekapan nya.
Membuat Raga manusia sang Tabib meleleh seperti lilin yang terbakar.
"Setidak nya itu akan mempercepat proses maut mu Tabib", ucap Satan melanjutkan langkah nya lagi demi menyelesaikan tugas nya di kerajaan Laxzamor.
__ADS_1