
"Wahai pasukan ku!, lanjutkan apa yang belum kita selesaikan!, mulai lah mengitari bumi ini dan bantai habis kaum manusia!, sementara aku akan tetap di sini untuk membantai musuh musuh utama ku," seruan Satan begitu menggema di seluruh penjuru hingga bumi berguncang kembali seperti dahulu.
Rubby yang melihat sang putra berhasil bangkit dengan sempurna segera tersenyum bahagia.
Lalu, pandangan nya seketika tertuju pada Raja Vinix serta penyihir hitam yang masih terus mencoba lari dari lingkup jerat Satan.
"Kenapa kau menatap ku begitu?, apa kau merindukan ku?," seru Raja Vinix tanpa takut sedikitpun dengan tatapan wanita yang sudah pernah ia menjadi permaisuri nya itu.
Ia terus saja memandang remeh setiap wanita seperti sifat nya dahulu.
"Omong kosong!, aku malah ingin meremukkan tulang tulang mu segera!," sentak Rubby merasa jijik saat menatap Raja Vinix saat itu.
Bayangan masa kelam nya seakan terasa begitu hidup sampai di masa kini.
"Sudahlah ibu, kita binasakan mereka sekarang juga, sebelum orang orang licik ini kabur lagi dari ajal nya," seru Satan menggema di seluruh penjuru.
"Hentikan!," seru Raja Inggit dengan berani nya menghentikan niat Satan untuk menyerang Raja Vinix.
__ADS_1
"Siapa kau berani mengaturku!," sentak Satan sembari mencoba menyerang Raja Inggit dengan api nya.
Namun dengan mudah nya, api itu bisa di hindari oleh Raja Inggit.
Hingga serangan kedua nya berhasil membakar dan menyibak kain yang coba Pura ikatkan di lengan sang Raja demi menutupi identitas sang lawan seperti yang dilakukan Greci kepada Drupa dahulu.
Satan serta Rubby begitu terkejut saat menatap lambang bunga itu sekali lagi.
Ketakutan dalam diri Rubby kembali muncul.
Ia takut kali ini ia akan kehilangan putra nya lagi.
"Jadi aku memiliki lawan juga di kehidupan ini, baiklah, akan ku hancurkan dia hari ini juga," ucap Satan menatap penuh percaya diri ke arah Raja Inggit yang berkali kali lipat lebih kecil dari pada diri nya.
"Jangan remehkan sang lawan kali ini Satan, ingatlah juga akan darah nya, darah sang lawan lah penyebab kekalahan mu di masa lalu," ucap lirih Rubby memperingatkan sang putra.
"Tenanglah bu, ibu urus saja Raja Vinix dan abdi nya itu, biar dia jadi urusan ku," ucap Satan mencoba mengobarkan api yang lebih besar di tubuh nya.
__ADS_1
Sedangkan pasukan api Satan mulai bergerak membuat jeritan dan tangisan di setiap wilayah.
Teriakan mereka begitu terdengar hingga ke telinga semua orang yang ada di medan pertempuran Satan kali ini.
Raja Inggit yang mendengar itu begitu tersayat hati nya, terlebih penasehat Yun.
Ia sampai menangis meratapi nasib warga setempat.
Rakyat yang coba mereka lindungi dengan penuh perjuangan selama ini malah dengan mudah nya menjadi sasaran empuk para pasukan api Satan.
Mereka di bantai habis tanpa ampun sedikitpun.
"Kenapa?, kau sudah takut hanya dengan mendengar jeritan mereka?," seru Satan tertawa dengan kencang nya.
"Aku bukan takut pada mu, malah kini aku semakin ingin menghabisi mu demi membalaskan rasa sakit mereka," seru Raja Inggit tak gemetar sedikitpun.
"Manusia lemah!, cepatlah bungkam mulut nya itu putra ku," seru Rubby sembari bergegas meninggalkan Satan dan mencoba lebih dekat ke arah Raja Vinix demi memulai pembalasan dendam nya yang telah lama tertunda.
__ADS_1
Hari ini, jangan panggil aku Rubby jika aku tak bisa menghabisi mu Raja Vinix, batin Rubby membuat penyihir hitam segera menjadi tameng hidup di depan tubuh Raja Vinix tanpa gentar sedikit pun.