
Melihat Greci hanya terpaku diam di hadapan nya.
Sembari menahan sakit, penasehat Yun mencoba memohon di hadapan Greci.
Pura sudah berusaha mencegah penasehat tertinggi kerajaan Safar itu menunduk hormat, namun ia tetap melakukan nya walaupun raga nya amat sangat menahan sakit akibat serangan dari pedang Rubby beberapa saat yang lalu.
"Walaupun kau mengakhiri nyawa mu di hadapan ku, aku tak akan bisa menjawab pertanyaan mu," seru Greci memalingkan pandangan nya dari penasehat Yun.
"Tolonglah, kerajaan ini bisa hancur kalau Raja mereka tiada," ujar penasehat Yun masih terus bertahan dari luka nya yang terus saja mengalirkan darah segar.
"Menurut mu!, jika aku tahu cara nya, di pertarungan terdahulu aku sudah mengorbankan nyawa ku sendiri demi menyelamatkan putri ku!," sentak Greci mulai menangis.
Membuat penasehat Yun serta Pura tertegun melihat nya.
"Sudahlah penasehat, sebaik nya kita obati dulu luka mu," ucap Pura membujuk.
Pasal nya ia khawatir, luka itu bisa saja membawa racun dari pedang milik Rubby.
"Lepaskan!, aku tidak apa apa!," sahut penasehat Yun dengan keras kepala nya.
Ia tak pernah mau terlihat lemah di mata siapapun, terutama di mata seorang wanita.
"Apa kau pikir kau bisa menyelematkan Raja jika dirimu meninggal tuan?," seru Pura membuat penasehat Yun menatap tajam ke arah nya.
Tanpa menjawab, penasehat Yun segera duduk bersandar di sebuah pohon dan membiarkan Pura mengobati nya.
Sementara di sisi lain, Rubby dan Raja Inggit terus bertarung tanpa henti.
Mereka terlihat seimbang satu sama lain nya.
__ADS_1
"Bocah ingusan!, menyerah lah, biarlah takdir berjalan sesuai apa ada nya," seru Rubby tak henti henti nya menyerang Raja Inggit.
"Takdir?, lalu kenapa kau tak menerima takdir saat dunia menjadikan mu istri dari Raja Vinix saat itu, lalu kenapa dirimu begitu berambisi menghancurkan umat manusia sedangkan kau sendiri juga bagian dari itu," sahut Raja Inggit membuat Rubby semakin marah.
"Tutup mulut mu!, kau tidak tahu apa yang ku rasakan!, bagaimana rasa nya jika harga diri dan hidup seorang wanita di lecehkan!, kau tidak tahu itu karna kau seorang lelaki dan seorang Raja!," sentak Rubby begitu marah hingga mencoba mengeluarkan mantra sihir terkuat nya untuk menyerang Raja Inggit.
"Aku tidak pernah meminta untuk terlahir dari keluarga kerajaan dan menjadi seorang Raja Ibu, aku hanya menjalankan tugas yang memang harus aku jalankan saat di posisi ini," sahut Raja Inggit terus menghadang serangan Rubby.
Ia tak sekalipun menyerang nya, karna ia tahu, Rubby sedang dalam kondisi marah akan nasib nya di masa lalu.
"Jangan panggil aku ibu!, sekali lagi ku ucapkan, jangan panggil aku ibu!. Kau pintar sekali berbicara, akan ku buat kau tak bisa berkata kata lagi," seru Rubby membuang pedang nya dan memilih menyerang Raja Inggit dengan kekuatan sihir nya.
Namun serangan nya bisa di hindari oleh Raja Inggit walaupun itu begitu menguras tenaga nya.
Bagus, seperti nya dia mulai lemah, batin Rubby mencoba terus menyerang Raja Inggit tanpa memberi nya jeda sedikitpun.
"Raja!," teriak penasehat Yun saat melihat Raja Inggit kemungkinan besar akan terkena serangan dari Rubby saat itu.
"Matilah kau!," seru Rubby melepaskan serangan nya tepat mengarah di dada Raja Inggit.
"Raja ku!," teriak Pura histeris.
Namun siapa sangka, keselamatan masih berpihak pada Raja Inggit.
Greci tiba tiba datang dan menghadang laju serangan itu.
Hingga ialah yang akhir nya menjadi tameng hidup Raja Inggit saat itu.
"Ibu!," teriak Pura terduduk lemas di tanah.
__ADS_1
Ia begitu tak menyangka, calon suami nya bisa selamat namun seorang wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu nya malah terkena serangan brutal itu.
Tepat di dada Greci, serangan itu mendarat.
Darah segar segera mengalir keluar dari mulut nya.
"Kenapa kau begitu bodoh!," sentak Rubby tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Bersamaan dengan itu, tubuh Greci perlahan mulai lunglai dan hampir ambruk ke tanah.
Dengan sigap, Raja Inggit mencoba menangkap tubuh nya dan membawanya ke hadapan Pura.
Melihat itu semua, penasehat Yun berusaha mendekati nya walaupun dengan merangkak sekalipun.
Ia tak menyangka, wanita yang pernah ia bentak malah mengorbankan diri nya demi sang Raja.
"P- Pura," ucap lirih Greci dengan sisa tenaga nya.
Dada nya nampak kembang kempis tak karuan, membuat Pura begitu histeris di buat nya, hingga ia hanya bisa menangis dan mengucap kata maaf berulang ulang kali.
"Kau?, kenapa kau melakukan ini?," seru penasehat Yun tuk pertama kali nya nampak air mata menggenang di mata nya.
"A- aku sudah mencoba memberikan hidup ku pada Raja mu kali ini, biarkan ia berjuang untuk mengakhiri kejahatan Rubby dan Satan, aku percaya ia bisa, nyawa ku sudah tak penting lagi, dunia ini butuh sang lawan di garis depan, selanjut nya aku titipkan pada kalian," ucap Greci mencoba meraba cadar Pura yang basah akan air mata nya.
Dan sesaat kemudian, Greci pun menghembuskan nafas nya yang terakhir.
Membuat semua menangis memeluk nya.
"Terima kasih atas kehidupan yang kau berikan ibu," ucap lirih Raja Inggit sembari menutup jasad Greci dengan sehelai kain.
__ADS_1