
"Ah!, tolong hentikan rasa sakit ini!, siapapun tolong!," teriak Raja Vinix sembari memegangi perut nya yang seakan akan terasa tersayat sayat dari dalam.
Berbeda dengan penyihir hitam yang masih berusaha tenang dan berusaha keras memulihkan kondisi nya.
"Itulah karma untuk mu Raja biadab!, rasakan rasa sakit yang telah ibu ku rasakan selama hidup dalam kekangan mu!," teriak Satan sembari berjalan mendekati mereka.
Mendengar itu, Raja Vinix berusaha semakin keras untuk merangkak dan mencari perlindungan.
"Cepatlah lakukan sesuatu!," seru Raja Vinix mencoba berlindung di belakang tubuh sang penyihir hitam yang semakin terlihat lemah.
Bahkan kini ada darah segar yang menetes dari mulut nya.
Kenapa dada ku juga merasa sesak sekarang?, batin Raja Vinix begitu takut dengan malaikat maut yang seakan akan telah berada di dekat nya.
"Ibu ku sudah berjuang untuk keadilan nya, tapi ia bahkan tak melihat keadilan itu sampai ia tiada, dengan mata ku ini aku berjanji akan memperlihatkan pada nya kehancuran kalian!," sentak Satan sembari mencoba menyerang kedua musuh besar nya itu.
Namun kehebatan sang penyihir juga tak bisa ia remehkan.
Di kondisi nya yang seperti itu, rupa nya dia juga sudah mempersiapkan sebuah mantra pelindung untuk melindungi nya dari amukan Satan.
Syukurlah aku berlindung di belakang nya, batin Raja Vinix sembari menahan rasa sakit yang kian menjalar ke seluruh bagian tubuh nya.
__ADS_1
"Kurang aj*r!, kenapa kalian susah sekali di musnahkan!," seru Satan semakin geram.
Terlebih setelah melihat Pura ikut bergabung di sekitar medan panas antara Satan dan kedua musuh besar nya itu.
"Kau?," seru Raja Vinix begitu tak percaya, pasal nya sang putri kandung yang pasti nya tidak memiliki ilmu bela diri sedikitpun masih memiliki nyali di hadapan Satan yang begitu perkasa itu.
"Aku datang bukan untuk membantu mu ayah, aku datang untuk menolong nasib umat manusia," ucap Pura begitu membuat Raja Vinix tercengang saat itu juga.
"Kau putri ku satu satu nya yang tersisa, apa kau tidak bisa menghargai ayah mu yang sedang sekarat ini?," keluh Raja Vinix tuk pertama kali nya merasa tidak memiliki seorang pun di dunia ini.
Diri nya mulai merasa kesepian terlebih saat merasakan rasa sakit yang terus menggerogoti tubuh nya kini tanpa ada dukungan dari seorang pun yang mencintai nya.
"Apa yang kau tanam, itulah yang akan kau tuai ayah, dan tidak adil jika orang lain juga harus terkena imbas dari perbuatan mu itu," seru Pura sembari menodongkan pedang nya ke arah Satan.
Yang sewaktu waktu api itu siap melesat menyerang Raja Vinix dan penyihir hitam dengan cepat nya.
"Tidak!, aku tak mau menunggu!, aku menantang kau bertarung Satan, aku sudah muak dengan tingkah semena mena mu serta pasukan api mu yang membantai semua orang orang lemah seperti kami," seru Pura dengan begitu lantang nya.
"Orang lemah seperti mu mau menantang ku?, cih!, lalu di mana calon suami mu yang lemah gemulai itu?, kenapa ia tak menantang ku juga?," seru Satan sembari tertawa dengan kencang nya.
"Kau tidak perlu tahu di mana dia, lebih baik kau lawan aku sekarang," seru Pura masih tak gentar untuk menantang sang monster Satan.
__ADS_1
Sombong sekali dia, saat dia melihat wujud terbesarku, nyali nya juga akan hilang saat itu juga, batin Satan mulai bersiap merubah wujud nya kembali.
Tak butuh waktu yang lama, Satan telah berhasil merubah diri nya semakin tinggi besar jauh melampaui ukuran manusia normal seperti Pura.
Namun Pura tetap tak mundur dan malah mempererat genggaman pedang nya demi mengakhiri semua itu.
"Kenapa kau diam?, apa kau takut?, sudah ku bilang jangan ikut campur dengan urusan ku," seru Satan sembari kembali tertawa dengan kencang nya hingga membuat bumi bergetar.
"Jangan sombong dulu adik ku," ucap Pura sembari dengan begitu nekat nya menggores tangan nya sendiri dan melumuri pedang nya dengan darah milik nya.
Apa yang dia lakukan?, batin Satan begitu heran saat Pura mencoba melukai diri nya sendiri.
Dan nampak terlihat, Pura juga mulai melumuri pedang nya dengan darah segar yang mengalir dari luka di tangan nya.
Sesaat kemudian, Pura mengambil kuda kuda dan dengan cepat melemparkan pedang nya hingga tepat menancap di kaki kiri Satan.
*Ar**rrrgh*!.
Teriak Satan seketika saat pedang itu tepat mengenai kaki nya, membuat nya banyak kehilangan tenaga serta kekuatan nya.
"A- apa ini?," keluh Satan sembari mencoba mengingat pertarungan nya di masa silam bersama dengan Drupa.
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia bisa membuatku terluka dan lemah seperti ini?, terlebih dia bukan lah sang lawan seperti Drupa, batin Satan begitu bingung dengan apa yang tengah terjadi.