
Kekacauan yang di sebabkan oleh Satan sudah terdengar di segala penjuru.
Para Raja dan Ratu dari seluruh kerajaan di berbagai belahan bumi pun sudah membentuk pertahanan terkuat mereka jikalau nanti Satan menyerang kerajaan mereka.
Mendengar kabar tentang tubuh nya yang berbalut kobaran api, serta wujud yang mengerikan, dan tentang kekuatan nya yang dahsyat, membuat seluruh dunia amat ketakutan dan di landa kecemasan yang luar biasa.
Terlebih lagi, kabar nya.
Satan masih berambisi mencari keberadaan Raja Vinix yang merupakan musuh utama nya.
Sama hal nya dengan kekacauan dan kegelisahan di seluruh kerajaan tetangga.
Di tempat tinggal kaum penyihir putih pun di landa kepanikan yang tak terkendali.
Bagaimana pun usaha mereka untuk mengelak dari kesalahan yang menyebabkan semua itu terjadi.
Mereka tetap lah memiliki andil besar terhadap kekacauan itu.
Saat semua tengah bersiap siaga dan mempererat penjagaan mulai dari persiapan senjata bahkan perlindungan menggunakan ilmu sihir.
__ADS_1
Nampak seorang lelaki paruh baya duduk termenung di dalam rumah nya, yang tak lain ialah ayah dari Rubby yaitu lidra.
Ia seakan tak terusik dengan kabar yang tengah beredar.
Brukkk....(Pintu rumah di buka paksa dari luar).
"Apa kamu sudah tak waras...!!, kekacauan besar sedang mengancam dunia ini...!!, kau masih bisa duduk santai seperti itu...??", seru seorang penyihir putih bernama Say marah sembari berjalan mendekat ke arah Lidra.
"Kenapa aku harus cemas, jika memang dia datang kemari, berarti dia datang ke rumah kakek nya bukan...!!", seru Lidra dengan santai nya.
Say menatap Lidra dengan perasaan kesal.
Segera Lidra berdiri dari tempat duduk nya dengan menggebrak meja di hadapan nya.
"Kalian lah yang menciptakan nya...!!, tak malu kah kalian...!!, anak ku dan cucu ku hanya korban di sini...!!, mungkin jika kalian mau membela nya waktu itu, Satan mungkin akan terlahir di tengah tengah kegembiraan dan menjadi cucu tertampan ku, ia bahkan mungkin akan menjadi kebanggaan ku di masa depan", ucap Lidra sembari menangis tersedu sedu.
Ucapan Lidra membuat Say seketika bungkam.
Ia tak menyangka, keputusan kaum mereka waktu itu akan berakibat seburuk ini.
__ADS_1
"Terserah kau saja..!!", ketus Say pergi meninggalkan Lidra sendirian sembari mencoba menutupi rasa bersalah nya.
Sementara di kerajaan Laxzamor, istana baru telah tercipta di atas reruntuhan istana yang sudah hangus terbakar menjadi abu.
Nampak Satan sedang bersemedi dan tak sengaja mendengar kegundahan hati sang kakek.
"Aku akan datang dan mengakhiri duka mu kakek...!!, kaum itu harus hancur secepat nya, itu juga merupakan bagian tugas akan kelahiran ku ke dunia ini", ucap Satan bersiap memanggil para pasukan api nya.
Satan segera memerintahkan mereka untuk bersiap menuju ke bagian belahan bumi utara.
Yang merupakan tempat tinggal para kaum penyihir putih.
"Bersiaplah kalian...!!, pertajam pedang kalian..!!, kobarkan lagi api di diri kalian..!!, karna esok hari kita akan menuju ke tempat kaum pendosa lain nya", seru Satan membuat para prajurit nya menyerukan nama nya berulang ulang kali.
Keadaan di tempat tinggal kaum penyihir putih semakin kacau setelah para burung burung terbang berhamburan ke arah utara.
Dimana itu menandakan bahwa ada sekelompok makhluk atau apapun itu dalam jumlah besar telah bersiap menuju ke arah mereka.
"Siap kan semua pertahanan kita...!!, mantrai semua wilayah dan senjata kalian...!!, amankan para wanita dan anak anak..!!", teriak penjaga gerbang wilayah kaum penyihir putih segera mengibarkan bendera merah sebagai isyarat bahwa keadaan sedang dalam situasi darurat.
__ADS_1