Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Darah untuk Satan ~1~


__ADS_3

Seorang wanita tua dengan rambut beruban dan kulit yang keriput nampak terus mempertahankan kesempurnaan semedi nya.


Di hadapan nya tergeletak sebuah kendi kecil yang sesekali ia raba.


Bersamaan dengan itu, air mata nya terus menetes membasahi pipi keriput nya.


Jika di lihat dari kondisi nya, ia nampak sudah berusia ratusan tahun.


Umur yang panjang ialah anugrah dari semedi yang ia jaga kesempurnaan nya selalu.


"Ibu?," seru sebuah suara sedikit mengusik telinga wanita tua itu.


"Siapa itu?," keluh wanita tua dengan mata yang masih terpejam.


"Ibu?," seru suara itu kembali.


"Hentikan!, hanya putra ku saja yang boleh memanggil ku ibu!, berani nya kau mengusik ibu dari Satan yang melegenda ini!," teriak wanita tua itu yang ternyata ialah Rubby Tandellion.


"Aku putra mu ibu!," seru suara itu membuat Rubby seketika membuka mata nya yang sudah tak sempurna lagi.


Mata nya sudah sepenuh nya berwarna putih karna telah lama tidak terbuka dan tak terkena sinar dunia luar sama sekali, ia juga terus menangis semenjak kematian Satan 1000 tahun yang lalu.


"Jangan berani mempermainkan ku!," teriak Rubby tak terima, terlebih jika itu menyinggung tentang sang anak yang sudah meninggal.


"Aku Satan mu ibu!," seru suara itu lagi membuat Rubby tercengang dan menangis.


"Anak ku!, Satan!, benarkah itu kau?," seru Rubby menatap buram bahkan nyaris tak terlihat sebuah kendi yang berisi abu Satan.


"Tidak!, aku sendiri yang memungut abu putra ku!, jangan mengada ngada!," sentak Rubby tak terima.


"Apa kau lupa bu?, aku adalah anugrah dewa terkuat yang turun ke bumi dengan identitas ku sebagai anak mu!, aku punya banyak nyawa hingga aku berhasil membalaskan rasa sakit hati mu suatu hari nanti!" seru suara itu membuat Rubby amat bahagia.


Penjelasan dari suara misterius yang mengaku adalah Satan, sudah cukup untuk membuat nya percaya bahwa sang putra memiliki kemungkinan untuk bangkit dan hidup kembali.


"Satan!, kau tak tahu betapa bahagia nya hati ibu saat ini," rintih Rubby menangis bahagia.


"Tolong bangkitkan aku bu!, hanya ibu harapan ku!, 1000 tahun aku menunggu hanya untuk mengatakan ini pada mu," seru suara itu perlahan terdengar memudar.


"Apa yang harus ibu lakukan?," seru Rubby berharap memiliki cukup waktu untuk berkomunikasi dengan sang putra lebih lama lagi.


"Sebelum itu, pulihkan dulu raga dan jiwa mu bu, telan lah sedikit abu ku," seru suara itu membuat Rubby bergegas melakukan perintah nya.


"Lalu, Satan?," tanya Rubby sembari menelan bulat bulat sejumput abu Satan di mulut nya.


"Tunggulah sampai abu ku bekerja ibu," sahut suara tanpa wujud itu.


"Lalu aku harus lakukan apa untuk mu?," seru Rubby takut pembicaraan mereka akan segera terputus.


"Da, darah....," seru Satan tak terdengar lagi, Bahkan sebelum Satan sempat selesai memberi instruksi selanjutnya pada sang ibu.

__ADS_1


"Anak ku!, nak!, darah?, darah apa maksud mu?," seru Rubby begitu kebingungan saat suara Satan sudah benar benar menghilang dari pendengaran nya.


Beberapa saat kemudian.


Abu Satan mulai bekerja.


Rubby nampak mengerang kesakitan dan kepanasan pada sekujur tubuh nya, ia mencoba menggosok keras kulit tubuh nya dan menarik narik rambut kepala nya sampai rontok.


Perlahan kulit lama nampak berganti baru.


Rambut yang putih kini tumbuh kembali dengan panjang dan hitam pekat.


Mata nya yang sudah tak berfungsi baik, kini sudah kembali lentik dan dapat melihat kembali dengan sempurna.


Karna begitu bahagia nya, Rubby langsung tertawa kencang bak orang gila.


"Terima kasih anak ku, dengan tubuh ku yang kembali muda ini, aku akan siap membantu kebangkitan mu!" seru Rubby bangkit dari semedi nya dan segera bergegas keluar dari dalam gua.


Angin luar gua membuat semangat Rubby semakin menggebu gebu.


Ia serasa terlahir kembali, dan memiliki kesempatan lagi untuk membalaskan dendam nya yang belum terselesaikan, terutama pada Raja Vinix.


"Kita lihat!, kali ini siapa yang akan menang dalam pertarungan kita Raja Vinix!," seru Rubby bergegas melesat bak angin dengan bebas nya.


 


Sepanjang perjalanan, Rubby mencoba berusaha menghindari penduduk setempat.


Rubby begitu takjub dengan perubahan jaman saat itu.


"Dalam kurun waktu 1000 tahun cukup untuk membuat peradaban kembali normal, sungguh luar biasa!," ujar Rubby tak henti henti nya mengamati dunia baru di sekeliling nya.


Rubby lalu berhenti di sebuah tempat yang merupakan tujuan pertama yang ingin ia kunjungi.


Mata nya langsung basah menatap wilayah yang kini adalah sebuah hutan lebat tanpa penghuni itu.


Ia berjalan mengelilingi tempat itu dengan senyum dan tangis di setiap langkah nya.


Ia kemudian berhenti di sebuah rawa yang cukup luas.


Ia bersimpuh di samping rawa dan menghirup aroma tempat itu dengan penuh perasaan.


Dalam pandangan nya, tercipta sebuah memori masa lalu saat ia masih tinggal di sana.


Hidup riang tanpa gangguan dari ras dan bangsa lain.


Bahkan sebelum Raja Vinix datang kesana dan mengambil nya secara paksa dari sang ayah.


"Kini tempat ini sudah binasa ayah, seperti hati ku yang telah membatu hingga hanya menyisakan sebuah ambisi untuk memusnahkan semua manusia biadab di bumi ini," ucap Rubby menggenggam erat segenggam tanah tempat ia di besarkan dulu.

__ADS_1


"Doakan aku ayah, semoga aku bisa membangkitkan putra ku lagi," seru Rubby kembali bangkit dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan nya.


Aku harus fokus mencari darah yang di minta Satan, jika Satan sudah benar benar bangkit, baru aku akan cari Raja Vinix sampai ke ujung dunia sekalipun, batin Rubby kembali melesat sekencang angin.


Rubby terus melesat menuju tempat pertarungan Satan dan Drupa di masa lalu.


"Mungkin aku akan mendapatkan petunjuk di tempat itu," seru Rubby terus melesat melewati beberapa kerajaan baru.


Saat ia hampir sampai di tempat tujuan nya.


Pandangan nya sedikit tertarik dengan wilayah kerajaan di depan nya.


Seketika ia berhenti dan mengintip sebuah istana yang begitu megah dan nampak berbeda dari semua istana yang sudah ia lalui dalam perjalanan.


"Bahkan jika kerajaan Laxzamor masih ada, ia hanya sebuah bagian dapur kalau dibandingkan dengan istana ini," ucap Rubby terus berjalan sembari mengamati kemegahan kerajaan itu.


Tak berselang lama, ia telah sampai di sebuah pemukiman warga.


Rubby begitu takjub dengan kerukunan dan kesejahteraan rakyat kerajaan itu.


Hingga membuat Rubby semakin penasaran dan mencoba keluar dari tempat persembunyian nya dan mencoba berbaur dengan warga desa.


Rubby sekilas sangat menikmati sepanjang perjalanan nya menyusuri desa itu.


Hingga tujuan utama nya ke Gua San pun sedikit teralihkan dari pikiran nya.


"Menakjubkan!, bahkan tidak ada kerja paksa disini," takjub Rubby tiada henti.


Bahkan para prajurit nampak bersahabat dengan rakyat kecil, batin Rubby dalam hati.


"Tusuk konde nya nyai?," seru seorang wanita mencoba menawarkan barang dagangan nya.


Seruan nya sontak membuat Rubby terkejut.


"Tidak!, aku tidak membutuhkan nya," ketus Rubby tak suka jika ada seseorang yang berusaha mendekati nya.


Karna bagi nya semua manusia itu sama saja, tak bisa di percaya.


"Ya sudah!," sahut warga itu tak kalah ketus dari Rubby.


"Tunggu!, kerajaan apa ini?," seru Rubby tak bisa membendung rasa penasaran nya.


"Kerajaan paling tersohor di dunia, nyai tak tahu nama nya?," keluh wanita itu.


"Kau hanya perlu menjawab nya, apa begitu sulit bagi mu?," keluh Rubby kesal.


"Ini nama nya kerajaan Safar!, kerajaan terbaik di dunia, nyai puas!," seru wanita itu bergegas pergi dari tempat itu sembari terus mengomel di sepanjang jalan.


Safar!, batin Rubby tak bisa mengelak bahwa ia nampak kagum dengan struktural dan tatanan strata sosial nya di sana.

__ADS_1


"Namun semua itu sudah hukum alam, nampak nya Raja mereka baik dan bijaksana, tapi seperti nya rakyat disini memiliki tempramental yang buruk, mungkin karna terlalu di bebas kan dari beban dan tuntutan kerajaan, aku tak terkejut kalau judi dan tempat pelacur*n di sini mungkin berkembang dengan pesat nya", ucap Rubby meneruskan kembali langkah nya menuju ke gua San.


__ADS_2