Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Darah bisa melakukan segala nya.


__ADS_3

"Menyingkir atau ku panggang kau sekarang juga!," sentak Satan mencoba menciptakan api terbesar yang pernah ia ciptakan.


"Silahkan jika kau mau ajal ibu mu lebih cepat lagi," ucap Raja Vinix dengan enteng nya.


Raja Vinix memang sengaja mengulur ngulur waktu agar penyihir hitam lebih fokus menyelesaikan tugas nya.


Semoga perkiraan ku benar akan darah itu, batin Raja Vinix membuat penyihir hitam aman dari serangan serangan Satan.


"Jangan terkecoh dengan bualan nya Satan!, cepat hentikan penyihir itu!," teriak Rubby membuat Satan mencoba menyemburkan api nya ke arah Raja Vinix.


Pertarungan ke dua nya pun terjadi dengan sengit nya.


Tidak ada yang mau mengalah dari kedua kubu yang ada.


Gawat!, aku harus hentikan penyihir hitam, batin Rubby bergegas mendekat ke arah penyihir hitam sembari tak lupa menodongkan pedang nya ke arah jantung sang penyihir.


Namun saat ujung pedang nya hampir menyentuh kulit penyihir hitam.


Tiba tiba tubuh nya berhenti bergerak dengan sendiri nya.


Seketika pandangan Rubby menatap takut ke arah penyihir hitam yang tiba tiba tersenyum pada nya.


Itu berarti, dia sudah selesaikan mantra itu, batin Rubby tuk pertama kali nya merasa takut menatap sang penyihir.

__ADS_1


"Ibu, kenapa kau diam saja?," seru Satan sembari terus menyerang Raja Vinix yang masih belum menyerah meskipun tenaga nya sudah hampir terkuras habis.


"S- satan, tolong ibu," ucap Rubby begitu tak berdaya di buat nya.


Melihat semua itu, penyihir hitam begitu puas dan merasa begitu hebat.


"Kali ini nyawa mu ada di tangan ku Rubby," seru penyihir hitam tertawa dengan puas nya.


Mendengar ucapan penyihir hitam, Satan segera menghentikan pertarungan nya, padahal hanya tinggal beberapa serangan lagi Raja Vinix akan tumbang karna kehabisan tenaga.


"Syukurlah kau selesai tepat waktu," ucap Raja Vinix masih mencoba mengatur nafas nya.


"Aku juga tak mau mati begitu saja Raja," sahut penyihir hitam sembari menyembuhkan luka Raja Vinix yang juga membuat nya merasakan sakit nya.


"Kita buat dia menderita sebelum kematian benar benar menjemput nya," ucap penyihir hitam sembari membaca satu mantra lanjutan.


Bersamaan dengan itu, Rubby tiba tiba langsung mengerang kesakitan.


"Ahh!, hentikan!," teriak Rubby bertingkah tak karuan saat itu.


Ia bahkan seakan terbakar di sekujur tubuh, padahal tidak ada apa di tubuh nya kala itu.


Sementara Pura yang menyaksikan itu semua segera memikirkan sebuah kesempatan untuk diri nya menolong sang Raja Inggit.

__ADS_1


Darah bisa melakukan segala nya, itulah yang di katakan Rubby beberapa saat lalu, batin Pura menatap lekat lekat ke arah sang calon suami yang masih tertegun menatap pertarungan antara Rubby serta sang penyihir hitam.


Hebat, mereka bisa melukai lawan nya hanya dengan kekuatan sihir mereka, batin Raja Inggit begitu tercengang di buat nya.


Karna itu adalah hal baru untuk nya selama ia hidup.


"Lepaskan Ibu ku!," teriak Satan semakin murka saat sang ibu nampak begitu kesakitan akibat ulah sang penyihir.


Namun dengan acuh nya mereka malah tertawa dan terus menyakiti Rubby dengan media darah milik Rubby.


"Satan!," teriak Rubby seketika terkapar lemas di tanah dengan badan yang penuh memar.


"Kurang aj*r!, belum puas kalian mempermainkan hidup ibuku!," teriak Satan mencoba menyerang sang penyihir namun kembali ia urungkan saat melihat sang ibu kembali kesakitan.


"Ibu, katakan pada ku aku harus bagaimana?," tanya Satan merasa tak berdaya saat melihat sang ibu terus saja merintih kesakitan.


"Tidak ada jalan keluar Satan, percuma," seru penyihir hitam kembali tertawa bersama Raja Vinix dengan puas nya.


"Masih ada satu cara," seru Rubby dengan sisa kekuatan nya.


"Percuma, cara itu begitu mustahil dilakukan," sahut penyihir hitam begitu yakin nya.


"Tapi itu tak mustahil untuk anak ku Satan," seru Rubby membuat tawa penyihir hitam berhenti seketika.

__ADS_1


__ADS_2