Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 24. Drupa.


__ADS_3

Seorang gadis kecil tengah berlari dengan riang nya di tengah perkebunan bersama teman teman sepermainan nya.


Tak terasa sudah 5 tahun sejak Satan memutuskan untuk bertapa.


Entah apa yang membuat nya lama sekali menghabiskan masa pertapaan nya.


Apakah ia sengaja menunggu kekuatan sang lawan membangunkan nya....??.


Sementara itu, bangsa manusia mulai kembali memberanikan diri beraktifitas seperti dulu.


Mereka mulai mendirikan beberapa pemukiman kecil dan lahan lahan perkebunan untuk mulai bercocok tanam kembali.


Para wanita mulai kembali sibuk menenun dan menjualnya ke pemukiman pemukiman terdekat.


Para anak anak kembali menemukan tempat dan dunia bermain nya.


"Awh...!!!", seru seorang gadis kecil tak sengaja tergores dahan pohon saat ia tengah asyik bermain dengan teman teman nya.


"Kamu tak apa Drupa...??", seru seorang anak mencoba menolong Drupa untuk kembali berdiri.

__ADS_1


Salah seorang wanita yang melihat anak nya itu terluka, langsung terkejut dan segera berlari menuju sang anak.


"Drupa...???, kamu gak apa apa nak...??", seru wanita itu lebih syok lagi ketika melihat penutup lengan sang anak hampir ikut terlepas akhibat goresan dahan pohon.


Wanita itu segera menutupi lengan dan luka Drupa dan membawa nya kembali ke dalam gua.


"Ceroboh sekali kamu...!!, sudah ibunda bilang...!!, jangan sampai kain ini lepas...!!", seru wanita itu memarahi anak nya sembari mengobati luka goresan di lengan Drupa.


"Aku gak apa apa ibunda...??", ucap Drupa meringis kesakitan.


"Kamu gak tau kan bahaya yang mengancam kamu kalau kamu gak dengerin ibunda...??", seru wanita itu terus memarahi sang anak.


"Kenapa lagi sih Greci...??, tak puas kah kamu marahi dia setiap hari...??", ucap lelaki itu yang tak lain ialah San, ayah dari Greci.


"Lihatlah tingkah cucu mu ini ayah...!!!, hari ini lengan nya sampai terluka dan hampir membuka jati diri nya pada dunia...!!", ucap Greci menyiapkan kain penutup lengan yang baru untuk sang anak.


"Dia itu masih anak anak Greci, jangan lah terlalu kamu tekan dia", ucap sang ayah menasehati putri nya.


"Ayah...!!, musuh nya bahkan bisa memusnahkan dunia ini...!!, aku tak mau dunia tau dan mengambil putri ku..!!", seru Greci memotong sisa kain penutup lengan yang lama pada lengan Drupa.

__ADS_1


Yang membuat lambang bunga krisan di tangan nya terlihat jelas, sebuah lambang sang lawan yang sedang di nanti nanti kemunculan nya oleh dunia.


Dengan cepat, Greci menutup kembali lengan Drupa dengan rapi hingga lambang bunga krisan maupun luka gores di lengan nya tertutup sempurna.


"Kenapa dengan lambang di lengan ku bunda...??, apakah itu buruk...??, sampai lengan ku harus di balut kain setiap hari nya", tanya Drupa tak bosan bosan nya menanyakan hal itu setiap hari nya.


Greci menarik nafas dan mencoba memegang kedua tangan putri semata wayang nya itu.


"Dengarlah sayang...!!, entah itu berarti buruk ataupun baik, percayalah.., ibunda cuma berusaha melakukan yang terbaik untuk melindungi kamu, selama kamu percaya pada ibunda, dan kamu menutup lambang itu untuk siapapun, kamu akan aman dimana pun kamu berada", ucap Greci berjalan keluar dari gua sembari membawa ember kosong untuk di isi.


"Aku masih tak mengerti kek...??, sebenarnya ada apa dengan ku...??", tanya Drupa heran dengan sikap sang ibunda yang selalu sensitif saat berurusan dengan lambang yanga ada di tangan nya.


"Suatu saat kamu akan mengerti cucu ku, kakek cuma berharap, kamu jangan kecewakan hati ibunda mu, dan ingat selalu pesan nya, kau mengerti...!!", ucap sang kakek tak tega jika harus berterus terang pada Drupa bahwa nasib dunia ini ada di pundak kecil nya.


Bahkan Sang kakek pun sempat syok di hari di mana ia tahu bahwa cucu nya lah yang memiliki lambang bunga krisan itu, terlebih lagi dia adalah seorang perempuan, yang pasti nya di luar prediksi semua orang.


Drupa hanya mengangguk tanpa mau membuat suasana semakin keruh.


Walau dalam hati nya sebenarnya penuh dengan tanda tanya.

__ADS_1


__ADS_2