Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 20. Pemujaan besar.


__ADS_3

Setelah membantai habis kaum sang ibu.


Satan tak berhenti sampai di sana.


Ia meneruskan langkah nya mengitari dunia.


Setiap wilayah yang ia lewati akan musnah tak tersisa.


Setiap kerajaan akan lebur dengan tanah.


Ribuan orang mati sia sia di tangan Satan dan para pasukan nya.


Segelintir orang yang berhasil selamat bersembunyi di gua gua pedalaman hutan dan di rongga rongga air terjun yang tak bisa di jangkau oleh Pasukan api Satan.


Mereka bertahan hidup dari alam dan memanfaatkan apa yang alam sediakan di sekeliling mereka.


Tak ada baju bagus, perhiasan, makanan enak dan tempat tinggal yang bersih.


Kini mereka harus hidup kembali seperti jaman purba di masa nenek moyang.


Mereka berburu di malam hari dan bersembunyi di siang hari.


Meskipun Satan dan pasukan nya tak pernah menetap setelah pembantaian yang mereka lakukan.


Tapi ada beberapa pasukan yang sengaja ditugaskan untuk menetap, untuk menandai wilayah kekuasaan mereka.


Perjalanan Satan sudah berjalan berbulan bulan lama nya.


Hingga tak terasa setengah dari belahan bumi telah ia taklukkan.


Dan tak dapat di elak kan, sudah berpuluh puluh kerajaan ia telah musnahkan.


Satan dan pasukan nya tak pernah istirahat dan tidur, mereka terus bergerak memburu bangsa manusia.

__ADS_1


Di mata Satan, semua manusia itu sama, dan harus di musnahkan.


Hingga suatu ketika.


Satan melihat pasukan api nya mulai melemah.


Satan harus merapal mantra nya kembali agar pasukan api nya menjadi lebih kuat dari sebelum nya.


"Kita menetap sejenak di kaki gunung ini, sampai aku selesai dengan keperluan ku..!!", seru Satan menormalkan kembali ukuran tubuh nya dan segera membentuk gua di dasar gunung dengan sekali kedipan mata, untuk tempat sempurna nya merapal mantra.


Di belahan bumi lain.


Rubby terus melanjutkan pertapaan nya tanpa bergeming sedikit pun.


Tetapi, pantauan Rubby terhadap Satan tak pernah ia hentikan.


Hanya anak nya lah yang ia harap kan untuk memberi pelajaran pada dunia.


Setiap hari nya mereka selalu melakukan pemujaan untuk mengharapkan berkah dari dewa keadilan.


Mereka bersujud dan menangis, para Raja dan Ratu ikut bersimpuh di tanah bersama rakyat nya untuk mendapatkan simpati dari dewa keadilan.


"Wahai dewa...!!, dewa keadilan...!!, kami memohon kepadamu..!!, demi ras terakhir manusia, demi keseimbangan dunia...!!, demi keberlangsungan hidup keturunan keturunan kami, tolonglah kami dari ancaman kepunahan kami ini...!!", seru seorang pendeta memimpin pemujaan besar mereka.


Berhari hari bahkan ber minggu minggu lama nya.


Mereka tetap teguh demi keberlangsungan kehidupan anak cucu mereka.


Hingga keteguhan mereka membuat para dewa khusus nya dewa keadilan terketuk hati nya.


Dewa keadilan juga tak punya pilihan lain.


Satan terlahir dari berkah dewa yang ikut merasakan akan kekejaman dunia terhadap Rubby bahkan para kaum wanita.

__ADS_1


Tapi Dewa juga tak mau dunia hancur begitu saja, dan kehilangan keseimbangan nya.


Hari itu, akhir nya dewa sudi turun menemui para pemuja nya.


Membuat secercah harapan hadir bagi bangsa manusia.


"Salam sembah untuk mu wahai dewa...!!, kami tak ada apa apa nya di depan diri mu", seru pendeta dengan berderai air mata kebahagiaan.


"Aku datang untuk menjaga keseimbangan dunia", ucap sang dewa keadilan.


"Hanya engkaulah yang bisa menghentikan nya dewa, kami adalah yang terakhir dari wilayah yang belum di bumi hanguskan oleh Satan", ucap pendeta memohon di iringi dengan tangisan dari yang lain nya.


"Aku tak bisa melakukan nya, aku tak bisa menghentikan nya", ucap dewa keadilan membuat semua yang mengikuti pemujaan besar itu menjadi putus asa.


"Izinkan kami untuk hidup", ucap pendeta bersimpuh di tanah.


"Tapi para dewa juga tak bisa membiarkan bangsa manusia musnah, kami akan mengirimkan lawan yang sebanding dengan Satan, ia akan lahir dari bangsa manusia, kelak ia akan menjadi tameng untuk bangsa manusia yang terakhir, bersabarlah menunggu hari itu tiba", ucap dewa keadilan.


"Bagaimana kami bisa mengenalinya wahai dewa..??", tanya pendeta.


"Bunga krisan akan menjadi tanda nya", ucap dewa keadilan menghilang dari hadapan semua orang.


Di kejauhan, Rubby merasa gelisah akan sesuatu.


Seakan ucapan dewa keadilan bisa ia rasakan.


"Berhati hati lah anak ku...!!, akan ada tandingan yang sepadan untuk mu", ucap Rubby masih tetap memejamkan mata di dalam semedi nya.


Peringatan Rubby segera menggema di telinga Satan.


Satan mengangguk tanda mengerti akan peringatan dari sang ibu.


Tetapi mata nya masih terpejam dan terus merapal mantra yang lebih kuat untuk menghadapi lawan nya kelak.

__ADS_1


__ADS_2