Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Bab 22. Keturunan yang masih tersisa.


__ADS_3

Saat putri Kinan hanyut ke sungai.


Seakan restu dewa masih bersama nya saat itu.


Terjatuh dari ketinggian dan hanyut di sungai dengan aliran air yang begitu deras.


Tak membuat putri Kinan kehilangan nyawa nya seperti yang telah di perkirakan Satan sebelum nya.


Tubuh nya terseret air sungai, membawa nya ke sebuah desa kerajaan tetangga yang telah di bantai oleh Satan.


Saat seorang penduduk desa melintas, ia begitu terkejut melihat sosok gadis yang tergeletak di bibir sungai.


"A, a, ada......!!", sontak teriakan nya ia urung kan, ia takut pasukan api Satan mendengar dan menemukan nya.


Itu bisa membahayakan diri nya bahkan penduduk desa nya yang saat itu telah berhasil bersembunyi dari pembantaian Satan.


Ia segera berlari kembali ke gua nya.


Dengan nafas tersengal sengal ia segera menemui sesepuh desa.


Dengan sikap nya yang ketakutan dan gugup membuat semua orang mengira bahwa pasukan api Satan telah menemukan tempat persembunyian mereka.


"Ada apa dengan mu...??", seru sesepuh desa mencoba menenangkan lelaki itu.


Melihat semua itu, para penduduk desa menjadi gelisah dan segera bergerombol di sisi nya.


"Apakah pasukan api menuju kemari...???", tanya seorang wanita dalam kelompok mereka.


"Jika itu benar, kemana lagi kita harus berlari...??", seru seorang wanita lain nya.

__ADS_1


"Benarkah itu Sark...??", seru seorang lelaki mengguncang tubuh Sark yang masih ngos ngosan setelah berlari cukup jauh.


"Kita dengarkan dulu, biarkan Sark bernafas", ucap sesepuh desa menenangkan warga nya.


"A, ada mayat wanita...!!!", seru Sark terbata bata.


Sontak ucapan nya membuat semua orang terkejut.


"Apakah ada kelompok lain di sini selain kita...??", seru seorang wanita.


"Lebih baik kita periksa Hang tua", ucap seorang warga yang lain.


Segera mereka bergegas menuju tempat yang di maksud Sark.


Dan saat melihat putri Kinan, mereka segera memeriksa kondisi nya secara diam diam, dengan tetap memeriksa kondisi sekitar, kalau kalau pasukan api berada di dekat mereka.


Sontak ia terkejut saat mengetahui bahwa gadis di hadapan nya masih hidup dengan kondisi yang lemah.


"Pak..!!, tolong pak...!!, Hang tua..!!, dia masih hidup...!!", seru wanita itu.


Mereka segera membawa putri Kinan ke gua mereka.


Para wanita yang coba mengobati nya dan menganti pakaian nya merasa heran dengan pakaian yang ia gunakan.


"Kenapa dia bisa punya pakaian seperti itu ya..??, kayak bangsawan Laxzamor...??", ucap wanita itu terheran heran.


"Mungkin dia pelarian dari kerajaan itu", ucap wanita lain nya.


"Tapi pakaian ini mewah sekali", ucap yang lain.

__ADS_1


"Ia, kayak keluarga inti kerajaan", ucap yang lain.


"Ah, mungkin dia cuma gadis sirkus yang berakting menjadi seorang putri, keturunan Raja Vinix kan sudah habis", ucap seorang wanita yang coba melepas tusuk konde khas dari putri Kinan.


"Benar juga kamu", ucap seorang wanita membersikan wajah putri Kinan yang terkena lumpur sungai.


Tak lama, Putri Kinan tersadar.


Ia mengeluh sakit di kepala dan sekujur tubuh nya.


"Tenang, kamu aman di sini", ucap seorang wanita memberi segelas ramuan pada putri Kinan.


"Kalau boleh tau, kelompok mu bersembunyi di mana..??, kenapa kamu bisa hanyut sampai ke mari..??", tanya wanita itu.


Putri Kinan nampak bingung dengan tatapan penuh tanda tanya.


"A, a, aku, siapa aku...??, kelompok...??", seru putri Kinan memegangi kepala nya yang sakit.


"Tabib, kenapa dengan nya..??", gumam seorang wanita.


Tabib memeriksa putri Kinan dan di akhiri dengan sebuah senyuman kepada sang Putri.


"Tak perlu risau, istirahatlah putri ku Paya", ucap nya mengecup tangan sang putri dan membaringkan nya di tempat tidur.


Membuat yang lain saling berpandangan.


"Tabib...??", seru seorang wanita dari kelompok mereka merasa bingung dengan ucapan tabib pada gadis yang baru saja mereka temukan itu.


"Itulah dia sekarang, putri ku Paya, biarkan dia tenang", ucap Tabib itu berjalan keluar dari Gua bersama yang lain.

__ADS_1


__ADS_2