
Malam itu hujan begitu deras mengguyur bumi.
Petir dan guntur terus berulang setiap menit nya.
Banyak pepohonan yang tidak luput dari amukan petir yang menyambar.
Dyarr !
Sebuah pohon terbelah menjadi dua dan tumbang seketika.
Pohon berusia lebih dari 1000 tahun, yang di pilih penyihir hitam abdi setia Raja Vinix untuk melindungi diri mereka dari Satan.
Seketika dua tubuh yang tak berdaya terkapar ke tanah bersamaan dengan terbelah nya pohon itu.
Dengan raga yang masih lemas sang penyihir mencoba bangkit di tengah guyuran hujan.
"Ra, Raja !", ucap lirih penyihir hitam mencoba meraih tangan Raja Vinix yang masih tak sadarkan diri di samping nya.
Lalu seketika, penyihir hitam pun kembali kehilangan kesadaran nya.
----------
Cuitan burung dan sinar mentari pagi membuat Penyihir hitam kembali tersadar.
"Ahh !", rintih penyihir hitam mencoba bangkit dengan tubuh nya yang sudah tak ia gerakkan selama 1000 tahun lebih.
"Uhuk uhuk !", Raja Vinix juga mulai kembali sadar dari tidur panjang nya.
"Raja ku !", seru penyihir hitam mencoba menotok sendi sendi nya agar lebih kuasa mengatur gerak tubuh nya yang sudah lama ia tak lakukan.
"Badan ku seakan remuk", rintih Raja Vinix mencoba bangkit lalu kembali terjatuh ke tanah berulang ulang kali.
"Pelan pelan Raja !, tubuh kita masih sangat lemah", seru penyihir hitam mencoba menyalurkan kekuatan nya pada Raja Vinix agar setidak nya ia bisa duduk dengan tegap.
Saat tubuh nya mulai terasa hidup, Raja Vinix segera tercengang dan nampak memandang kesekeliling nya.
"Di mana Satan !, apa kita berhasil selamat !", seru Raja Vinix gelisah.
"Tenang Raja !, seperti nya upaya kita berhasil kali ini", ucap penyihir hitam membuat Raja Vinix menghela nafas panjang nya.
"Letakkan tangan mu pada ku !", pinta penyihir hitam membuat Raja Vinix mengeryitkan kening.
"Kau mau merayu ku di saat saat seperti ini ?", keluh Raja Vinix membuat penyihir hitam berdecak.
"Kalau Raja ingin mati lemas silahkan, aku akan memulihkan tenaga ku sendiri", timpal penyihir hitam membuat Raja Vinix langsung mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
"Awas kalau aku sudah memiliki kerajaan ku sendiri, kau tak akan ku biarkan istirahat", keluh Raja Vinix bersiap memulihkan tenaga dalam nya bersama dengan penyihir hitam.
Setelah hari mulai kembali menjelang malam.
Semedi mereka pun telah usai.
Mereka bekerja sama membuat api unggun dan menangkap ikan serta mencari buah buahan untuk sekedar memuaskan rasa lapar mereka setelah tidur panjang mereka selama ini.
"Hem !, ikan ini sangat lezat sekali !", seru Raja Vinix makan dengan lahap nya tanpa memperdulikan adab makan yang biasa ia lakukan di kerajaan.
"Benar !, sudah lama sekali rasa nya lidah ku tak merasakan makanan senikmat ini Raja !", seru penyihir hitam melahap semua jenis makanan yang ada di depan nya.
"Ngomong ngomong, apa kau bisa meramal kita sudah tidur berapa hari ?", seru Raja Vinix.
"Tepat nya berapa tahun Raja", sahut penyihir hitam dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Tahun ?, mana mungkin tubuh kita bisa tahan selama itu !", seru Raja Vinix tertawa.
"Apa Raja tak melihat hutan ini ?, hutan ini sudah berubah drastis dari terakhir kali kita melihat nya", seru penyihir hitam kesal.
"Benarkah ?", seru Raja Vinix mengamati sekeliling nya.
"Lihat lah pohon pohon nya !, lebih besar 4 kali lipat dari yang terakhir kita lihat", seru penyihir hitam lagi.
"Entahlah, mungkin 500 tahun !", seru penyihir hitam membuat Raja Vinix kembali tertawa terpingkal pingkal.
"Kau bergurau ?, seru Raja Vinix terus saja tertawa.
"Selalu saja meremehkan ku !", ketus penyihir hitam mengucap mantra yang membuat ikan di tangan Raja Vinix terlempar jauh ke semak semak.
Melihat raut wajah Raja Vinix, seketika penyihir merasa puas dengan kejahilan nya.
"Sudahlah Raja !, jangan marah, kita sebaik nya lekas tidur, esok kita cari pemukiman terdekat", seru sang penyihir menyandarkan tubuh nya di sebuah pohon dan segera memejam kan mata nya.
"Beruntung kalau kita menemukan pemukiman besok, apa kau yakin manusia masih ada di jaman ini selain kita ?", keluh Raja Vinix bergegas tidur di sisi lain api unggun.
Sementara di dalam kerajaan Safar.
Greci dan Pura sudah di kurung di dalam kamar kerajaan selama 2 hari lama nya.
Aneh nya, makanan serta kebutuhan mereka lain nya amat tercukupi selama ia masuk ke dalam kerajaan.
"Pura, apa kita kabur saja dari sini ?", ucap Greci memberi usul.
__ADS_1
"Kita tunggu dulu bu, seperti nya mereka semua baik, nyata nya tanpa tahu kita siapa mereka menerima kita dengan baik di sini", sahut Pura.
"Tapi Pura, sudah berhari hari kita di kurung di kamar ini", keluh Greci khawatir.
"Begini saja bu, kita tunggu sampai besok, jika mereka tetap tak menjelaskan kenapa kita di tahan di sini, kita akan kabur saat malam tiba", ucap Pura mencoba menenangkan Greci.
-----------
Keesokan hari nya.
Raja Vinix dan Penyihir hitam bergegas menyusuri aliran sungai untuk mencari pemukiman terdekat.
"Dengarlah !", seru penyihir hitam menghentikan langkah kaki nya.
"Ada apa lagi penyihir ?", timpal Raja Vinix.
"Kau dengar itu ?, ada suara ramai di depan sana !", seru penyihir hitam kegirangan dan kembali bergegas mempercepat langkah nya.
"Benarkah ?, ternyata manusia belum punah !", seru Raja Vinix ikut bergegas menyusul penyihir hitam.
Tak berselang lama, mereka telah sampai di sebuah pemukiman warga di ujung wilayah kerajaan Safar.
Mereka begitu bahagia melihat banyak orang berlalu lalang di depan mereka.
Seakan mereka merasa tak sendirian di bumi ini.
"Ternyata masih ada yang selamat !", seru penyihir hitam berusaha mendekati salah seorang warga.
"Permisi tuan, kalau boleh tahu ini wilayah kerajaan apa ya ?", tanya Penyihir hitam membuat lelaki itu menatap heran Raja Vinix serta penyihir hitam.
"Ini wilayah kerajaan Safar, kalian memang pengembara dari mana ?, pakaian kalian nampak aneh", seru lelaki itu heran.
"Kami dari kerajaan tetangga, kami kesini cuma untuk beristirahat sejenak dan mengisi perbekalan kami", sahut penyihir hitam.
"Kenapa dari kemarin desa ini kedatangan orang asing terus !, pakaian nya juga aneh", ucap lirih lelaki itu sembari membereskan perkakas rumah nya.
"Permisi tuan, apa kata tuan barusan ?, ada orang seperti kami yang telah datang kemari ?", seru penyihir hitam penasaran.
"Ya, beberapa hari yang lalu ada dua wanita yang datang kemari dengan pakaian aneh dan membawa uang logam emas dengan lambang kerajaan Laxzamor, entahlah itu kerajaan mana !", seru lelaki itu membuat Raja Vinix dan penyihir hitam terkejut.
"La, lalu !, kemana dua wanita itu pergi tuan ?", tanya Raja Vinix membuat lelaki itu menatap nya dengan curiga.
"Tenanglah tuan, kami hanya memastikan kalau itu bukan kelompok kami yang beberapa hari lalu telah terpisah dari kami", ucap penyihir hitam mencoba menghilangkan keraguan lelaki di hadapan nya.
"Mereka di bawa ke kerajaan Safar", seru lelaki itu menunjuk jauh ke depan.
__ADS_1
Betapa terkejut nya mereka saat melihat sebuah istana nampak berdiri kokok jauh di depan mereka.
"Luar biasa megah !", seru Raja Vinix tercengang dengan kemegahan Kerajaan Safar yang lebih besar 2 kali lipat dari kerajaan nya dahulu.