Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Kehidupan kedua.


__ADS_3

"Ibu!," teriak anak sang pengemis sembari menangis kesakitan saat Rubby menggoreskan ujung belati nya hingga membuat tangan nya terluka.


"Ayo Satan!, bangkit anak ku!," teriak Rubby menumpahkan abu Satan hingga bercampur dengan darah segar yang terus mengucur dari tangan anak sang pengemis.


Tangisan anak itu semakin kencang saat sebuah wujud baru terbentuk di depan nya.


Dengan kobaran api yang sangat menakutkan.


Rubby langsung tersenyum saat menatap sang putra yang mulai bangkit dari kematian.


Ia begitu senang karna usaha nya tidak lah sia sia.


"Ibuuuu," seru sosok kobaran api yang nampak samar tersenyum menatap Rubby.


"Ibu sudah bawakan kehidupan baru untuk mu putra ku," seru Rubby mendorong sang anak pengemis hingga masuk ke dalam kobaran api Satan.


"Argggggh!," teriak anak lelaki itu terdengar menjerit tuk yang terakhir kali nya sebelum kobaran api di hadapan Rubby kian membesar dan mengundang angin kencang dan topan.


"Bangkitlah putra ku!," seru Rubby tertawa bak orang gila.


Tak berselang lama.


Badai berangsur angsur menghilang dan


Api Satan mulai nampak meredup.


Nampak raga anak pengemis itu mulai muncul kembali.


Berjalan pelan kian mendekati Rubby yang saat itu masih penasaran dengan hasil dari kerja keras nya.


"Satan?," ucap Rubby berharap apa yang dia inginkan benar benar terjadi.


Perlahan, anak sang pengemis mulai mengangkat pandangan nya.


Ia menatap tajam ke arah Rubby dan tersenyum pada nya.


"Salam ibu," seru anak sang pengemis seketika membuat Rubby menangis haru.


"Anak ku!, itu benar kamu!," seru Rubby langsung memeluk Satan yang kini telah berhasil hidup kembali dalam raga baru nya.


"Kita berhasil ibu," ucap Satan menatap raga baru nya.


"Kali ini jangan sampai ceroboh lagi!, ibu tak mau kehilangan kamu lagi," ucap Rubby mengusap kepala sang anak.


"Tapi kenapa ibu memilih raga ini?," tanya Satan.


"Memang nya kenapa?, kamu hanya bicara kata darah waktu itu, tidak menjelaskan apapun lagi," seru Rubby.

__ADS_1


"Tapi raga ini, bukan kah malah membuat ku terlihat lemah?," keluh Satan menatap tubuh baru nya.


"Ini adalah penyamaran mu yang terbaik Satan!, percayalah, dengan tubuh seorang anak, kamu bisa menghancurkan dunia dengan cara menggerogoti mereka dengan cara halus," seru Rubby sembari tersenyum licik.


"Maksud ibu?," tanya Satan masih belum paham rencana dari sang ibu.


"Kita sudah lakukan dengan cara brutal di masa lalu, tapi akhir nya semua nya sia sia.


Dan sekarang, ibu mau kamu memakai cara halus kali ini, buat perseteruan antara mereka, buat mereka menghancurkan satu sama lain, kamu mengerti!," seru Rubby menjelaskan rencana baru nya.


"Luar biasa!, ibu sangat brilian!," seru Satan tertawa dengan kencang nya.


"Kamu tidak tahu betapa bahagia nya ibu melihat mu kembali hidup nak," seru Rubby sekali lagi memeluk sang putra.


"Aku juga berterima kasih untuk itu ibu, aku berjanji akan membalaskan dendam itu secepat nya," sahut Satan.


"Bagaimana pun wujud mu, kamu tetap Satan yang di takuti dunia, ini hanya kedok kita untuk meraih kemenangan," ucap Rubby menggandeng tangan sang anak dan mengajak nya berkeliling dunia baru di jaman itu.


 


Selang beberapa hari.


Sang anak pengemis sudah terlihat bugar dan lebih terawat di banding beberapa hari yang lalu, saat Rubby pertama kali melihat nya.


"Ini jauh lebih baik ibu, aku sudah merasa bugar dan benar benar hidup," seru Satan menyukai penampilan baru nya.


"Wajar saja, ibu anak ini adalah seorang pengemis, makan sehari sekali pun sudah beruntung," sahut Rubby.


"Ibu tidak menyuruh mu untuk hidup seperti itu, tapi ubahlah si pengemis itu menjadi kebalikan nya yang sekarang, dan mulai lah pengaruhi dunia dari sana, kamu mengerti kan Satan," seru Rubby menjelaskan rencana nya.


"Sungguh!, aku tak habis pikir dengan rencana rencana brilian ibu itu, baiklah bu!, aku akan menurut," sahut Satan mulai berjalan bersama Rubby kembali ke desa asal sang pengemis.


----


Saat mereka telah sampai di sana.


Rubby dengan mudah menemukan sang wanita pengemis itu dengan mudah.


Ia tak bergerak dan tak berpindah dari tempat nya yang dulu.


Saat ia melihat kedatangan Rubby.


Ia segera bangkit dan bergegas menghampiri Rubby.


Ia nampak clingukan dan sesekali menatap binar ke arah Rubby.


"Apa yang kamu cari?," tanya Rubby penasaran.

__ADS_1


"Di, di, dimana putra ku?, kenapa kamu hanya datang dengan putra mu saja?," tanya wanita pengemis itu sudah mulai terlihat khawatir.


"Anak ku?," seru Rubby lalu menatap sang anak yang ada di samping nya.


"Tolong kembalikan anak ku!," rintih wanita itu memohon.


"Dia adalah anak mu!, apa kamu tak bisa mengenali anak mu sendiri?," keluh Rubby heran.


Lalu sekali lagi, wanita pengemis itu menatap anak lelaki yang ada di samping Rubby.


Ia kembali menangis dan segera memeluk sang anak.


Apa apa an ini!, batin Satan kesal.


Wanita pengemis itu begitu terkejut dengan perubahan penampilan sang anak yang begitu besar.


Ia sedikit nampak berisi dan sangat tampan dengan sebuah baju layak pakai yang kini melekat di tubuh nya.


"Hanya beberapa hari dia bersama mu, tapi bahkan itu bisa membuat ku tak bisa mengenali nya lagi, kamu begitu hebat!, pasti kamu telah merawat nya dengan baik," seru wanita pengemis itu menciumi tangan Rubby sebagai ucapan terima kasih.


"Sudahlah!, aku juga berterima kasih pada mu, kamu tak akan menduga, kebahagiaan apa yang anak mu hadirkan saat ia mau ikut bersama ku dalam beberapa hari ini," ucap Rubby berjalan pergi meninggalkan mereka.


"Ayo nak, kita ke sana," seru wanita pengemis itu mencoba mengajak sang anak ke tempat biasa mereka mengemis.


Yang benar saja!, batin Satan saat melihat di mana ia harus duduk.


"Bodoh nya ibu!, pakaian bagus mu tidak layak digunakan untuk duduk di sini!," seru wanita pengemis itu mengambil sehelai kain untuk menjadi alas duduk sang anak.


Jika tidak demi ibu, aku tak terima di hina seperti ini!, batin Satan mencoba menahan amarah nya.


Wanita pengemis itu lalu kembali ke aktivitas nya.


Mengacungkan tangan dan menunggu seorang dermawan yang rela memberikan sedikit uang kepada mereka.


Tak berselang lama, Satan mengingat tentang ucapan sang ibu.


Bahwa ia harus menghancurkan manusia dari dalam.


Baiklah, ayo kita mulai!, batin Satan sembari mencoba memantrai orang orang yang berlalu lalang agar sudi memberi sang wanita pengemis itu sebagian uang mereka.


Dalam sekejap saja, semua orang berbondong bondong memberikan uang nya kepada sang pengemis.


Membuat wanita pengemis itu menganga tak percaya.


"Anak ku!, akhir nya kita punya uang banyak!," seru wanita pengemis itu kegirangan.


"Aku ikut senang ibu, ku harap kita bisa pergunakan uang ini untuk berdagang nanti nya," ucap Satan membuat sang wanita pengemis itu merasa terheran heran.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu pandai bicara nak?," tanya wanita itu penasaran dengan perubahan drastis dari sang anak.


"Anggaplah aku sudah di rawat dengan baik oleh nyai Rubby sehingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini ibu," sahut Satan membuat wanita pengemis itu merasa bahagia berkali kali lipat di hari itu.


__ADS_2