Lord Devil _Satan_

Lord Devil _Satan_
Medan pertempuran mulai memanas.


__ADS_3

"Aku harus menolong Raja ku!," seru penasehat Yun dengan sekuat tenaga mencoba bangkit dengan bantuan pedang nya.


Namun ia terus saja terjatuh dan semakin memperparah keadaan nya.


"Tenanglah Tuan, aku yang akan maju melindungi Raja Inggit," ucap Pura mencoba memapah Penasehat Yun kembali duduk dan segera bergegas mengambil sebuah pedang dan masuk ke medan perang.


"Tapi!," seru penasehat Yun tapi tetap tak bisa menghentikan niat Pura saat itu.


Dengan menatap Pura yang tanpa gentar menuju ke medan peperangan.


Penasehat Yun begitu merasa bersalah pada saat itu.


Pilihan Raja memang tak pernah salah, batin penasehat Yun menyesali sikap kasar nya selama ini pada Pura.


"Jangan ganggu calon suami ku!," seru Pura sembari mengacungkan pedang nya ke arah Satan.


"Pura!, apa yang kau lakukan?," seru Raja Inggit begitu terkejut menatap Pura yang kini sudah berdiri di samping nya sembari mengangkat pedang nya tanpa gentar.


"Izinkan aku membantu Raja ku," ucap Pura masih terus menatap tajam ke arah Satan.


Bersamaan dengan itu, Satan kembali tertawa dengan kencang nya menatap sosok Pura di hadapan nya.

__ADS_1


Yang tak lain adalah putri Kinan, saudara perempuan nya.


"Putri Kinan, apa kau tak takut kulit mu itu tergores?," seru Satan sembari terus tertawa lebih kencang nya.


Suara tawa dan jeritan semua orang yang pasukan api bantai beradu menjadi satu.


Menjadi sebuah suara yang paling buruk di sepanjang sejarah.


"Nama ku Pura, dan aku akan menghabisi mu kali ini," seru Pura dengan mantap nya.


Membuat Raja Inggit semakin takut akan keselamatan wanita yang ia cintai itu.


"Hentikan Pura!, sebaik nya kau kembali!," titah raja Inggit.


Sementara Rubby kini sudah berdiri tepat di hadapan Raja Vinix dan penyihir hitam.


Dalam beberapa saat, mereka bertiga saling berpandangan satu sama lain.


Ingatan di masa lalu sama sama terulang dalam ingatan mereka.


"Cih!, kalau bukan karna diri mu, dunia pasti akan baik baik saja," seru Raja Vinix tanpa rasa bersalah sedikit pun.

__ADS_1


"Bahkan beratus ratus tahun pun tak membuat kesombongan mu itu hancur," sahut Rubby tak menyesal dengan apa yang telah ia lakukan.


Ia malah semakin yakin, bahwa manusia di seluruh dunia harus mati di tangan nya, walaupun itu juga akan membinasakan diri nya sendiri.


"Lebih baik kita lupakan masa lalu Rubby, biarkan dunia kembali baik seperti dulu," ucap penyihir hitam yang merasa jalan perundingan adalah jalan terbaik untuk saat itu.


"Dunia kembali baik kata mu!, dunia ini akan hancur selama kalian masih hidup!, bahkan jika Satan tak tercipta pun, dunia ini akan tetap hancur di tangan kalian," sentak Rubby merasa muak dengan kedua manusia di hadapan nya.


"Jaga ucapan mu!," sentak Raja Vinix sembari menodongkan pedang nya ke arah Rubby.


Bahkan penyihir hitam ikut mengeluarkan pedang api nya untuk menyerang Rubby saat itu.


"Keluarkan semua kemampuan kalian, aku pastikan kalian akan mati di tangan ku hari ini!," seru Rubby sembari memulai serangan nya ke arah Raja Vinix dan penyihir hitam.


Kini, medan pertempuran semakin memanas.


Pertarungan sengit antara kubu Rubby serta Raja Vinix dan penyihir hitam.


Serta pertarungan brutal antara Raja Inggit dan Pura yang mencoba membinasakan Satan terus menggelegar di tengah tengah bantaian pasukan api di seluruh penjuru kerajaan.


Hidup atau mati ku hari ini, aku pastikan Raja Inggit tak akan mati selama aku masih bernafas. Kematian Drupa tak akan terulang lagi di masa kini. Drupa bantu aku untuk mengakhiri semua ini, batin Pura terus berusaha mengimbangi serangan Satan yang begitu dahsyat nya.

__ADS_1


Walaupun ia tahu, kemampuan bertarung nya sungguh jauh dari kata sempurna.


__ADS_2