
🌱🌱🌱
Ketika hendak mematikan data seluler, tiba-tiba handphone ku bergetar tanda ada pesan masuk.
"Tidak ada bosan-bosannya ya dia, apa dia tak ada teman untuk chattingan ya? ah sudah lah, lihat saja," batinku.
Aku sedikit terkejut karena pesan masuk dari nomornya orang yang telah membuat ku kacau tadi pagi.
[P] pesan seseorang yaitu Bagas.
[Maafkan atas ucapanku tadi, karena tidak bisa mengendalikan emosiku, aku khilaf] lanjutnya.
Seenaknya saja dia bilang khilaf, dasar manusia nggak ada akhlak.
Aku tidak membalas pesan darinya hanya melihat saja.
[Rani ku mohon maafkan aku] lanjutnya lagi ditambah emoticon meminta maaf.
Aku tak membalas pesan darinya.
Segera kubaringkan tubuh ini ke kasur yang empuk, kemudian mematikan data seluler dilayar pipihku itu dan meletakkannya diatas nakas.
Mataku sulit untuk dipejamkan, dibenakku masih ada bagas dan Fakur si laki-laki misterius itu. Fakur kesingkatan dari Farhan Kurniawan, hehe.
Sudah hampir pukul 03.00 pagi mataku masih sulit untuk dipejamkan. Tak lama kemudian ku ambil handphone diatas nakas. Lalu kuhidupkan data selulernya.
"tring tring" bunyi pesan masuk di aplikasi hijau itu. Ternyata dari laki-laki yang ada dalam pikiranku.
[Katanya tidur, ini masih online juga] dari Fakur yang berada diseberang sana.
Ini anak kok bisa tahu aku belum tidur, indigo kali ya? atau dia selalu mantau dinding profil WhatsAppku?
[Nggak bisa tidur] jawabku.
Kemudian kubuka pesan dari Bagas.
[Belum tidur ya Rani?] katanya.
[Maaf] lanjutnya
[Maaf untuk apa?] jawabku.
[Untuk kekhilafanku kemarin] jawabnya.
[Ku mohon!] lanjutnya dengan menambahkan emoticon nangis dan memohon.
__ADS_1
[Sudah, lupakan saja!] jawabku.
[Serius? jadi kamu gak marahan lagi sama aku?] tanyanya.
[Sudah aku bilang lupakan saja] jawabku ketus.
[Terima kasih Raniku, sekarang pikiranku sudah tenang, karena memikirkan ini duniaku sempat kacau tadi, aku tidur dulu ya, selamat tidur my honey] balasnya ditambah emoticon bahagia yang matanya berbentuk hati.
[Oke Oke, tidurlah] jawabku.
Hubungan macam apa ini? padahal aku tidak pacaran kok sama Bagas tapi kenapa dia bilang aku my honey, dasar orang aneh.
Pesanku tidak di balas oleh Bagas.
Kemudian ku beralih ke pesannya Fakur.
[Sama] balasnya.
[Berarti jodoh dong] lanjutnya.
Aku tertawa kecil melihat gombalannya untuk sekian kali.
[Tidur sana, besok terlambat sekolah, ini perintah dari senior] jawabku.
[Idihh, senior yang satu ini galak dan cantik, siap komandan perintahmu akan saya laksanakan] balasnya.
[Itu baru adik kelas yang teladan] lanjutku.
[Iya deh iya , seniorku yang cantik] balasnya.
Tak lama kemudian, aku tertidur sambil memegang handphone yang masih di tangan.
[ Tring-tring ]
Aku terkejut mendengar bunyi handphoneku tanda ada pesan masuk.
Masih dari dua manusia yang menghubungiku semalam.
[Bangun, sudah pagi] dari Fakur.
[Nanti sarapannya dimakan ayam] lanjutnya.
[Ini udah bangun] jawabku
Kemudian kulihat pesan dari Bagas.
__ADS_1
[Honey, aku tunggu di kelas ya, kuharap kamu dandan yang cantik hari ini] dari Bagas.
"Dasar! emang aku ini mau pergi kondanga apa? pakai dandan-dandan segala," gerutuku dalam hati.
[Aku ini pergi sekolah bukan pergi acara party] balasku ketus.
Sarapan pun sudah siap. Saatnya untuk berangkat ke sekolah.
"Yassalam, aku lupa ibu. motornya tertinggal disekolahku," kataku kepada ibu sambil menepuk jidatku.
"Ibu sudah tau kok, itu sudah di jemput sama Qiran kemarin sebelum hujan," jawab ibu sedikit cemberut.
"Makanya jangan bolos," lanjut ibu.
"I-iya ibu," jawabku terbata-bata.
"Cepat berangkat nanti terlambat loh!" perintah ibu.
"Siap komandan!" jawabku.
"Kami pergi dulu Bu, assalamualaikum," pamitku.
"Waalaikumssalam" jawab ibu.
(Diperjalanan)
"Qiran, kamu yang jemput motor ke sekolah kakak kemarin?" tanyaku.
"Iya ada apa kak?" jawabnya.
"Kuncinya dapat darimana?" tanyaku
"Pakai kunci cadangan yang ada di rumah, makanya kakak jangan bolos, apalagi bolosnya dengan pelatih Pramuka Qiran," jawab Qiran.
"Apa? dimana kamu tahu?" tanyaku.
"Namanya juga QIRAN RAMADHANI, apa sih yang nggak tahu," jawabnya dengan penekanan kata terakhir.
"Oh ya, ni udah sampai, turun gih kamu, berat nih," jawabku.
"Oke deh kak," jawab Qiran kemudian turun dari motor, "Qiran pergi dulu As ...," perkataan Qiran terputus.
"Eh tunggu, yang pergi dengan kakak itu pelatih Pramuka kamu ya?" tanyaku memotong perkataan Qiran.
"Iya kakak, namanya kak Farhan Kurniawan, dia satu sekolah sama kakak," jawabnya.
__ADS_1
"Ya udah, aku pergi, assalamualaikum," lanjut Qiran.
" Waalaikumssalam" jawabku.