
🌱🌱🌱
Senior - senior itu sangat kuat, aku tidak bisa menghajarnya satu - persatu.
"Eh lu anak maba jangan sok di kampus ini," ucap seseorang dari senior itu.
"Karna lu king tahun ini? lu bisa seenaknya? hah?" gertaknya kemudian mereka semua tertawa.
Aku yang mendengar ocehan mereka hanya bisa diam sambil memegangi pergelangan tanganku yang ngilu karena di keroyok oleh mereka.
Aku menatap ke arah dimana Rani masih tergeletak di kursi depan kelas.
Tetapi malang bagiku, Rani tidak berada disana lagi.
"Rani," bergegas ku berlari ke arah kursi tadi tempat dimana Rani ku baringkan.
"Kemana Rani?" ujarku.
"Hahaha ...." tawa mereka meledak.
"Elu tidak akan menemukannya, karena dia sudah di bawa oleh bos kami," gertak senior itu.
__ADS_1
"Bos? siapa dia?" tanyaku.
"Victori," ujar mereka.
Aku terdiam sejenak.
"Dan gue tegasin ama lu, jangan jenguk Rani ke klinik, kalau tidak lu akan kami hajar lagi! dan tidak akan melihat Rani lagi, dengar lu?" ancam mereka.
Aku mengangguk
Kecewa akan tindakan ku kali ini, aku sangat tidak berdaya sekarang, aku tidak mau jauh dari Rani, dan aku juga tidak mau Rani menahan sakit, untuk sekarang biarlah Rani dibawa ke klinik oleh Victori, asalkan dia segera ditangani, karena aku tidak akan kuat melihat dia menahan sakit sama yang dirasakannya ketika masih SMA.
flashback on
Ketika ujian berakhir, aku keluar dari kelas dan sempat mendengar percakapan dua orang teman yang sangat mencemaskan keadaan temannya, yaitu Salsa dan Nita.
"Nit, Rani, Rani," ucap Salsa.
"Dia pucat gitu dan begitu tegang," lanjut Salsa.
"Iya Sal, ayo kita hampiri dia!" ajak Nita.
__ADS_1
Mendengar itu, segera ku ikuti mereka berdua ke ruangan ujian Rani, dan benar dia sangat pucat, dan sangat tegang, aku sangat kasihan melihat keadaannya seperti itu.
flashback off
Kemudian aku memilih untuk ke mesjid kampus, meluahkan semuanya disana.
Sholat Sunnah sudah ku kerjakan dan kemudian membaca Al Qur'an, tanpa kusadari Salsa melihatku sekilas, aku tidak mengacuhkan nya, dan dia tidak mengacuhkanku juga, mungkin Salsa benci kepada karena aku tidak bisa menjaga temannya dengan baik.
Aku sempat berfikir keras, kenapa Victori melakukan semua ini kepadaku?
Pertama dia bilang akan menjadikan ku ketua BEM, tapi dengan syarat aku harus melanjutkan hubunganku dengan Nadya dan meninggalkan Rani, aku tidak mau menurutinya karena untuk menjadi seorang pemimpin tidak butuh bantuan orang lain terutama orang dalam.
Kedua, dia akan merebut Rani dariku, dan saat ini dia telah membuat teman Rani membenciku, apa dia suka kepada Rani? atau dia mau mencelakai Rani?
Setelah itu, ku datangi tempat Rani di rawat yaitu klinik kampus, kemungkinan Victori membawa Rani kesana.
Tetapi malang bagiku, senior yang tadi mengeroyokiku telah berdiri tegap di depan klinik.
Aku sempat melirik ke dalam ruangan, tak sengaja kulihat seseorang memandangiku dengan sinis, apa itu Rani?
Dengan cepat dia memalingkan wajahnya, mungkin dia benci kepadaku. Karena aku tidak bisa menjaganya saat dia membutuhkan seseorang, dan saat ini hanya Victori yang berada di sampingnya. Rani, maafkan aku ....
__ADS_1
Teman ketua BEM itu melirik ke arahku, dengan bergegas aku berlari secepat mungkin, karena aku tidak mau membuat keributan di tengah mahasiswa yang sudah ramai saat ini.
POV FIYAN OFF