Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 46


__ADS_3

🌱🌱🌱


"Aku nggak salah lihat nih?" tanya Salsa.


"Apa aku lagi mimpi?" tanyanya lagi.


Kemudian kucubit pergelangan tangan Salsa, dan sontak dia merintih kesakitan.


"Aww ...."


"Sakit ini, aduh ...," rintih Salsa memegang pergelangan tangan yang kucubit tersebut.


"Berarti kamu nggak mimpi," ucapku.


"Tapi enggak gitu juga kali," gerutu Salsa.


"Udah, udah, itu tuh, lihat!" ucap Nita menunjuk ke arah sejoli itu.


Ternyata Bagas yang lagi berduaan dengan seorang murid perempuan yang sepertinya dia adalah teman sekelas Bagas.


"Bagas?" ucapku.


"Ternyata Bagas yang kulihat tadi," ucapku


"I-iya sepertinya Bagas yang kamu lihat tadi, Rani," ucap Nita terbata - bata.


"Kamu kenapa kok gerogi gitu?" tanya Salsa mengarah ke Nita.


"Wah ... Bagas bisa move on juga dari kamu, Rani, heheh," elak Nita.

__ADS_1


"Nit ...," ucap Salsa kemudian terputus.


"Rani, kita hampiri saja mereka!" suruh Nita memotong perkataan Salsa.


Salsa hanya diam menatap Nita dengan sinis.


"Enggak deh, aku nggak peduli," ucapku.


Kemudian Bagas beserta teman perempuan nya itu bangkit dan pergi dari sana, tepat berjalan di depan kami, Bagas memasang muka acuh tak acuh, hanya teman perempuan nya itu yang sempat memberikan sapaannya kepada kami berupa senyuman.


"Sepertinya ada yang aneh," ucap Salsa.


"Iya, Bagas kok dingin ya sama kamu, Rani?" tanya Nita, kemudian Salsa memutarkan bola mata nya.


"Aku nggak peduli, yuk kita pulang aja!" ajakku.


Kemudian Nita dan Salsa mengikuti ajakanku, tampak Salsa masih cuek dengan Nita, dan Nita tampak sangat diam saat ini beda dengan sebelumnya.


"Eng-nggak kok Rani," ucap Nita terbata - bata.


"Bohong!" ucapku.


Mendengar itu, membuat Nita membelalakkan matanya ke arahku.


"Bohong maksudnya?" tanya Nita.


"Kamu nggak percaya dengan aku lagi?" tanyanya lagi.


"Hentikan! saat ini kamu jangan main dengan aku dan Rani lagi," ancam Salsa ke Nita.

__ADS_1


"Loh kenapa?" tanya Nita.


"I-ini a-ada apa Sal? kok ka-kamu bisa bicara se-seperti itu?" tanyaku terbata - bata, karena tidak menyangka mereka yang sangat dekat seperti nadi sekarang menjadi anjing dan kucing.


"Kamu intropeksi dulu deh," ucap Salsa.


"Karena kami tidak pantas berteman dengan seorang yang munafik," lanjut Salsa kemudian pergi.


Aku tidak mengerti maksud perkataan yang Salsa lontarkan ke Nita, sekilas ku tatap Nita dan dia hanya menggelengkan kepala membuatku semakin tak mengerti.


Tanpa kata - kata segera kukejar Salsa yang tidak terlalu jauh dariku, "Sal, tunggu Sal," ucapku mengejar Salsa.


🌱🌱🌱


Masa pertama bagi mahasiswa untuk memulai kuliahnya yaitu dengan kegiatan ospek.


Ini adalah hari pertamaku kuliah di universitas yang telah ku daftar sebelumnya dengan jurusan yang tepat bagiku yaitu bisinis.


Keluargaku tidak satupun yang menginginkanku untuk masuk ke dunia bisnis, katanya bisa membuatku banyak fikiran dan akhirnya jatuh sakit. Tetapi dengan segala usaha beserta rayuanku, akhirnya bisa masuk ke jurusan ini.


Tidak hanya aku, Nita dan Salsa juga masuk ke jurusan yang sama denganku, tetapi semenjak kejadian tersebut, membuat Nita tak nyaman dan berencana untuk pindah jurusan karena tidak mau membuat salsa terlalu benci kepadanya.


"Nit, kamu nggak pikir - pikir dulu?" tanyaku memastikan.


"Keputusan ku sudah bulat, Rani," ucapnya.


Mendengar itu, aku hanya diam dan tak dapat mengeluarkan kata - kata apapun.


Bersamaan dengan itu, kulihat Nita terkejut dan membuat matanya membulat besar seperti ingin keluar dari tempatnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Nit?" tanyaku.


"I-i-itu ...," ucap Nita.


__ADS_2