Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 42


__ADS_3

🌱🌱🌱


"Aduh ...,"


Rintihku yang sudah berada di bawah tempat tidur.


"Apaaaaaa ...."


"Ternyata itu semua mimpi," rengekku.


"Rani, ayo bangun!" suara ayah membangunkan ku disertai ketukan pintu.


"Iya, Ayah. Ini Rani mau keluar," ucapku.


"Dasar, semua hanya mimpi, udah terbang jauh ke atas tiba - tiba sayapku patah dan jatuh kebawah, rasanya sakit sekali plus jatuh dari tempat tidur," batinku.


Kemudian dengan langkah lunglai aku keluar dari kamar, serasa dunia mempermainkan ku melalui mimpi itu.


"Kak Rani, kenapa? kok seperti nggak ada semangat gitu?" tanya Qiran heran.


"Bukan urusan kamu!" gertakku.


"Dasar singa!" ledek Qiran.


Aku segera memasuki kamar mandi, dan segera mengguyur diriku dengan air yang sangat dingin.


"Ini balasan untuk aku karena mimpi terlalu tinggi," batinku dengan mengguyur badanku beberapa kali dengan air.


Membersihkan diri sudah selesai ku kerjakan dan segera berkemas alat - alat sekolah apa saja yang harus kubawa.


Semua sudah selesai, dan segera ke meja makan untuk sarapan.


"Eh Rani, tumben cepat siapnya?" ledek ayah.

__ADS_1


"Salah yah, kak Rani sarapannya udah terlambat, kenapa ayah bilang cepat?" ucap Dika polos.


Ayah yang mendengar perkataan polos Dika tepuk kening dan kemudian semua tertawa tidak termasuk Dika yang heran melihat semua anggota keluarganya tertawa tanpa sebab.


"Kok ketawa sih? emang ada yang lucu ya?" tanya Dika polos.


"Nggak ada sayang, ayo dimakan aja nasinya," ucap ibu.


"Udah habis, Bu, Dika nggak mau nambah," ucap Dika sedikit kesal.


"Lah kenapa sayang?" tanya ibu.


"Alah ibu, seperti nggak tahu penyakit Dika aja setiap mau pergi sekolah," Qiran menimpali.


Ibu senyum - senyum sendiri mendengar perkataan Qiran.


"Eh iya, kapan pengumuman kelulusan kamu, Rani?" tanya ayah yang membuatku tersedak.


"Uhuk, uhuk, uhuk,"


"Hmm kamu ini Qiran," ucap ibu dengan sedikit senyum " kamu kenapa Rani?" tanya ibu.


"Rani lupa Bu, bahwa pengumuman kelulusannya jam sepuluh," ucapku.


"Lah terus kenapa kamu pakai seragam seperti ini mau kemana? kan pengumuman nya nanti," tanya ibu.


"Hehehe, Rani lupa, Bu," jawabku dengan senyum dan menampakkan gigiku yang berbaris rapi.


Tak lama kemudian, semua anggota sudah siap sarapan dan bergegas untuk melakukan aktivitasnya masing - masing. Hanya tinggal aku dan ibu di rumah.


Kali ini aku menghabiskan waktu di kamar, main handphone dan menonton televisi untuk mengisi waktu senggangku sebelum jam sepuluh mendatang.


Akhirnya, yang aku tunggu - tunggu datang juga, segera ku menganti baju dan tidak lupa memakai wewangian, karena tanpa itu aku tidak akan percaya diri jika sedang berkumpul dengan teman yang lain.

__ADS_1


"Bu, Rani pergi dulu, assalamualaikum," pamitku.


"Waalaikumssalam," ucap ibu.


☘️☘️☘️


Sesampainya di lapangan sekolah, disana semua murid sudah berkumpul, tetapi masih ada juga yang berada di kantin atau di parkiran sekolah.


Kepsek dan semua guru sudah berdiri dengan senyum yang terukir di wajahnya masing - masing.


Kepsek memulai pembicaraannya, membuat jantungku semakin berdegup kencang. Murid lain pasti merasakan hal yang sama denganku.


Tak lama kemudian, semua murid bersorak.


"Hore ...."


"Hore ...."


"Hore ...."


"Rani, kita lulus," ucap Salsa dengan riangnya.


"Alhamdulillah, hore ...," ucapku tak kalah senangnya.


Semua ini seperti di dalam mimpi yang kurasakan.


Tak lama kemudian, kepsek memerintahkan kami untuk berhenti bersorak, karena ada satu pengumuman yang belum disampaikan olehnya.


"Tunggu dulu muridku," ucap kepsek.


Seketika jantungku makin berdebar dengan kencang, saking kencangnya aku tidak bisa menjaga keseimbangan berdiriku saat ini.


Dan,

__ADS_1


"Bugh ...."


__ADS_2