Love Kamu 3000

Love Kamu 3000
part 50


__ADS_3

🌱🌱🌱


"Ibu," isakku.


"Rani rindu ibu," tangisku semakin pecah.


Teringat dimana ibu menghiburku di kala sedih dan senang. Ibu selalu ada di dekapku, tapi sekarang hanya tangis yang bisa kulakukan atas semuanya. Aku harus tegar, tidak boleh sedih di depannya aku harus terlihat bahagia karena ini adalah awal bagiku untuk memulai kehidupan ku yang sesungguhnya.


Bersamaan dengan itu, suara handphone ku berbunyi, tanda seseorang telah menelepon.


"Assalamualaikum, hallo nak, gimana kabarmu disana?" dari ibu di seberang sana.


"Baik Bu," ucapku berbohong.


"Syukurlah nak, ibu kangen sama kamu, ibu merasa kamu sedang tidak baik, makanya ibu nelepon kesini," ucap ibu.


"Ah ibu lebay deh, Rani kan udah besar, ya pasti baik lah," ucapku berbohong.


"Oh iya Bu, Rani tutup dulu ya, pagi - pagi sekali harus ngampus," lanjutku.


"Yasudah, jaga dirimu baik - baik ya nak," ucao ibu.


"Assalamualaikum," lanjutnya.


"Waalaikumssalam."


"Maafkan Rani bu, Rani telah berbohong kepadamu, ibu. Rani takut nanti ibu jadi khawatir disana, sekali lagi maafkan Rani," ucapku kemudian menciumi layar handphone ku itu.


Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamarku.


"Rani, apakah kamu didalam?"

__ADS_1


"Ini aku, Salsa," ucap Salsa.


"Dan juga Tiara," lanjut Tiara.


"Iya, tunggu!" ucapku.


Kemudian kubuka pintu perlahan - lahan.


Sontak Salsa memelukku dengan eratnya.


"Rani, maafkan aku," Isak Salsa.


"Atas apa?" tanyaku.


"Emang kamu ada salah?" lanjutku.


"A-aku sebenarnya udah tahu duluan," ujar Salsa.


"Apa? ulangi lagi!" tanyaku.


"Aku udah tahu semuanya dari awal," jawab Salsa.


"Kamu ulangi lagi!" gertakku kemudian nada suaraku telah naik tiga oktaf.


"Iya, aku telah berbohong padamu, Rani," ucap Salsa kemudian menangis sejadi - jadinya.


"Kamu jahat, Salsa, kamu menyimpan kebenaran yang sangat penting bagiku, kamu jahat!" gertakku dengan penekanan di kata akhir.


Secara tiba - tiba Salsa memelukku dan menangis sejadi - jadinya di pelukanku


Tiara hanya diam menyaksikan kami yang sedang tenggelam di dalam kesedihan, sekali - sekali dia juga menangis dan mendapati sedang menghapus air matanya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Rani," ucap Salsa.


"Nita dan Far ...," perkataan Nita terputus .


"Sudah! aku enggak mau mendengarkan nama mereka lagi," ucapku memberhentikan perkataan Nita.


"Sekarang kalian berdua tinggalkan aku disini, aku mau sendiri," ucapku.


"Aku nggak mau ninggalin kamu," ucap Salsa menolak.


"Kumohon tinggalkan aku ...!!!" gertakku.


"Yasudah, aku pergi, tapi mohon jangan macam - macam, itu yang kuminta darimu," ucap Salsa sebelum pergi.


"Pergilah!!" gertakku.


"Kamu tidak tahu apa - apa!" gertakku.


Kemudian Salsa dan Tiara pergi dengan mata yang sembab.


Masih didalam luka yang sangat meyayatkan hati, tak sangka semua itu terjadi.


Tak lama kemudian, mataku memilih untuk istirahat sedangkan hati masih memilih untuk merenungi apa yang terjadi.


Dan akhinya, mata lah pemenang antara semua ini, dia lebih memilih terpejam dan meninggalkan semua masalah yang terjadi saat ini.


☘️☘️☘️


Paginya tepat jam tiga dini hari, aku terbangun dan segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri ini dengan berwudhu, setelah itu memohon kepada sang pencipta supaya diberi kesabaran dan semangat untuk menjalankan aktivitas yang akan dilaksanakan nantinya.


Fokusku terhadap sehelai kertas yang bersampul plastik yang berada di lubang pintu.

__ADS_1


"Apa itu?"


__ADS_2